
PBTB 15 - Park Soo Ah
Jangan ditiru apalagi baper!
Fei Chen yang menemani Park Soo Ah minum ikut terbawa suasana. Dia mendengarkan Deshe yang memberitahu dirinya lewat telepati jika Hea Eun Soo dan Nam Yoon Ji berhasil menjalankan rencana.
Mengetahui itu Fei Chen ikut meneguk arak yang dipesan Park Soo Ah hingga habis. Tiba-tiba Fei Chen merasakan kepalanya berdenyut dan itu membuat Fei Chen menghela nafas ringan.
‘Entah mengapa dia mengingatkanku pada Bibi Niu...’ Fei Chen memuji Park Soo Ah yang muda dibandingkan usianya.
Mendapati Fei Chen yang menatap dirinya membuat Park Soo Ah tersenyum.
‘Semua pria sama. Mereka pasti akan merasa bosan jika sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan begitu juga anak muda ini.’ Park Soo Ah membatin dan berniat menggoda Fei Chen.
Wanita ini menjulurkan kakinya dan sengaja menggosok sesuatu dicelah paha Fei Chen.
“Nyonya...” Fei Chen terkejut dan menatap Park Soo Ah tajam.
Wanita itu bangkit dan langsung duduk dipangkuan Fei Chen sambil mengecup bibirnya.
“Kepalaku terasa pusing... Malam ini kau beruntung... Aku sudah tidak peduli jika kau akan meninggalkanku sama seperti yang lain... Jadi nikmati saja diriku ini...”
Tanpa Fei Chen dan Park Soo Ah sadari saat keduanya berpelukan dan bergulat, Kim Baek Jun melihatnya. Keduanya pindah menuju penginapan yang dipesan Park Soo Ah dan tidak mempedulikan apa yang terjadi di rumah hiburan.
Fei Chen berniat menolak namun kepalanya sudah terasa pening dan berdenyut, dia hanya mengikuti alur yang diciptakan Park Soo Ah. Tangan Fei Chen dengan lihai meremas bongkahan besar Park Soo Ah dan sesekali meraba celah pahanya.
__ADS_1
“Aaaahhhh... Kau sangat mahir anak muda...” ucap Park Soo Ah saat sekarang keduanya berada diatas ranjang.
Fei Chen adalah pria normal dan dia tidak dapat menahan gejolak hasrat yang ditawarkan Park Soo Ah. Saat Park Soo Ah menindih tubuhnya, Fei Chen dengan cepat meremas kembali bongkahan besar yang membuatnya ingin terus meremas dan memangku tubuh wanita yang lebih tua darinya itu.
Akhirnya Park Soo Ah duduk dipangkuan Fei Chen dan keduanya mulai larut dalam kenikmatan yang direngkuh masing-masing. Fei Chen melepaskan seluruh pakaian yang dikenakan Park Soo Ah dan mengagumi bentuk tubuh indah wanita berumur empat puluh tahun itu.
Sangat indah.
Mulus dan menggairahkan.
Lekukan tubuh Park Soo Ah benar-benar membuat Fei Chen menelan ludah menahan hasratnya. Segera Fei Chen melepaskan semua pakaiannya namun seketika dia tersadar jika Park Soo Ah melakukan ini karena sedang mabuk.
Park Soo Ah yang sudah dibuat lemas dengan permainan tangan dan mulut Fei Chen tersentak kaget melihat Fei Chen yang sudah polos. Matanya mendelik karena kaget melihat keperkasaan Fei Chen yang melebihi mendiang suaminya Park Ki Kyong ataupun Kim Baek Jun yang memiliki banyak wanita.
Saat itu juga Park Soo Ah mendapatkan kesadarannya kembali, “Mmmm... Itu besar sekali...”
“Maaf... Nyonya Park...” ucap Fei Chen yang sebenarnya sudah tidak dapat menahan hasratnya namun dia tidak ingin melakukannya karena Park Soo Ah dalam kondisi yang memprihatinkan.
“Aku tidak ingin memanfaatkanku keadaanmu yang lemah.” Fei Chen menambahkan lalu memeluk tubuh Park Soo Ah dan membelai rambutnya.
“Tidurlah... Kau harus istirahat dengan tenang.” Setelah itu Fei Chen berdiri dan berniat ke kediaman Hea Eun Soo.
“Tunggu... Siapa namamu?!” tanya Park Soo Ah.
“Namaku?” Fei Chen mengeluarkan sesuatu dan memberikannya pada Park Soo Ah.
__ADS_1
Wanita itu menerima daun emas yang bertuliskan nama Fei Chen dan Kang-Dae.
“Nama asli ku adalah Fei Chen, sedangkan Kang-Dae adalah nama penyamaranku disini.”
Park Soo Ah menyimpan daun emas tersebut dan melihat Fei Chen yang pergi meninggalkannya. Tidak pernah dia sangka dirinya akan mabuk dan mengajak Fei Chen menikmati malam.
“Bagaimana bisa aku tidur dengan tenang setelah melihat miliknya itu...” Wajah Park Soo Ah merah padam mengingat keperkasaan Fei Chen yang meluluhlantakkan rasa sakit hatinya.
“Fei Chen... Fei Chen... Nama ini tidak asing...” gumam Park Soo Ah.
Malam itu Park Soo Ah tidak dapat tidur dengan tenang sedangkan Fei Chen yang baru sampai di kediaman Hea Eun Soo dikejutkan dengan tiga wanita berumur yang sedang minum-minum.
Nampak Nam Yoon Ji sudah tidak sadarkan diri sedangkan Hea Eun Soo dan Park Mi Kyung meneguk gelas berisi arak hingga habis.
“Kepalaku...“ Hea Eun Soo kelihatan memegang kepalanya dan tak lama tertidur disamping Nam Yoon Ji.
Fei Chen menelan ludah melihat pakaian yang dikenakan ketiganya, terlebih pemandangan Hea Eun Soo dan Nam Yoon Ji yang tidur berdampingan.
‘Wanita Munjong sangat berbeda...’ Fei Chen merasakan kepalanya pening dan tak lama muncul bayangan lekukan tubuh indah Park Soo Ah.
“Hei, anak muda. Apa kau Raja Neraka yang dimaksud oleh Eun Soo?” tanya Park Mi Kyung.
“Aku sudah membantu rencanamu seperti yang dikatakan Eun Soo. Sekarang kau harus membayarnya.” Park Mi Kyung berdiri dan berjalan mendekati Fei Chen yang berdiri mematung depan pintu.
“Berapa semuanya Nyonya. Aku akan membayarnya,” ucap Fei Chen.
__ADS_1
Namun Park Mi Kyung tidak menjawab melainkan meremas sesuatu dicelah paha Fei Chen. Jemari lentik Park Mi Kyung mulai beraksi dan wanita berbisik lembut.
“Aku ingin kau membayarnya dengan ini...”