Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 9 - Penasehat Dae


__ADS_3

PBTB 9 - Penasehat Dae


Hea Eun Jung menahan tubuh Ji Ho dan memalingkan wajahnya, “Apa kau yakin melakukannya denganku Ji Ho? Aku sudah tua dan tidak pantas menjadi kekasihmu...”


Ji Ho menatap wajah keibuan Hea Eun Jung dan detak jantungnya berdegup penuh gemuruh.


“Eun Jung, kau masih cantik. Dimataku kau seorang wanita yang membuatku jatuh cinta.” Ji Ho mengatakan itu dengan detak jantung yang berdegup kencang.


Perkataan Ji Ho tentu membuat Hea Eun Jung semakin malu. Wanita paruh baya ini tidak menyangka dirinya akan membuat Ji Ho tertarik padanya.


“Tidak Ji Ho, kau mengatakan itu karena kau sedang bergairah. Ini salah.” Hea Eun Jung tidak ingin terluka karena seorang pria. Dia mengetahui Ji Ho masihlah polos dan ia merasa tak pantas menjadi wanita yang dicintai Ji Ho.


‘Apa yang akan dilakukan Ayah Fei saat seperti ini?’ Ji Ho membatin dan langsung menutup matanya. Lalu ia menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan.


“Baiklah, Eun Jung. Aku akan membuktikan jika perasaanku padamu bukanlah sebuah candaan. Aku mencintaimu Eun Jung,” ucap Ji Ho.


Setelah itu Ji Ho bangkit berdiri dan mengambil pedangnya. Kemudian Ji Ho memperlihatkan bagaimana dirinya melukai telapak tangannya hingga berdarah.


“Apa yang kau lakukan Ji Ho? Kenapa kau melukai tanganmu?” Hea Eun Jung terlihat khawatir.


“Ini adalah sumpahku. Aku akan membunuh Park Ki Kyong!” ucap Ji Ho penuh tekad.


Hea Eun Jung merasakan debaran jantung yang tidak karuan karena tindakan Ji Ho. Sementara itu Ji Ho ingin membuktikan perasannya yang serius kepada Hea Eun Jung.


Disisi lain Fei Chen bersama Deshe yang asli sedang membaur di tengah penduduk Ibukota Korain. Fei Chen menuju alun-alun kota yang dipenuhi penduduk karena Penasehat Dae sedang menghukum salah satu orang yang berkhianat di Kerajaan Munjong.


“Kalian mengenal orang ini bukan?!” teriak pria paruh baya yang tidak lain adalah Penasehat Dae.

__ADS_1


“Ya, dia adalah Mantan Jendral Nam yang pensiun dan memilih untuk membentuk pasukan pemberontak!” Penasehat Dae menuduh dan mulai mengatakan sesuatu yang membuat semua penduduk ketakutan.


Prajurit Kerajaan Munjong memperlihatkan bagaimana sekitar seratus orang dibunuh secara publik dengan kepala yang dipenggal.


“Lihat seratus kepala yang telah tak bernyawa! Semua itu adalah ulahnya! Semua ini adalah hasil dari hasutannya! Dia mencoba menggulingkan kekuasaan Raja Kim!” ujar Penasehat Dae dan membuat Mantan Jendral Nam semakin geram.


“Baiklah, aku akan memberikan hukuman yang pantas bagi pengkhianat!” Penasehat Dae memberikan instruksi pada pasukannya untuk mengikat tubuh Mantan Jendral Nam.


Kemudian Mantan Jendral Nam dipaksa untuk bertekuk lutut. Lalu Penasehat Dae memegang sebuah pedang dan tersenyum lebar.


“Aku akan memenggal kepala orang ini!“ Penasehat Dae berseru.


“Dae! Aku akan membunuhmu! Semua kekerasan akan ada balasannya! Kalian pasti akan mendapatkannya!” Mantan Jendral Nam menatap Penasehat Dae dan berteriak lantang.


“Hahahaha! Sadari posisimu dasar serangga!” Penasaran Dae membalas dan menginjak kepala Mantan Jendral Nam.


“Kau!“ Mata Mantan Jendral Nam melebar sepenuhnya di penuhi amarah.


“Siapapun tolong bunuh keparat ini-” kepala Mantan Jendral Nam terpisah setelah pedang Penasehat Dae memotong kepalanya.


Semua penduduk menatap kepala Mantan Jendral Nam penuh perasaan sedih dan takut. Kehadiran Penasehat Dae lah yang membuat mereka takut.


Penasehat Dae tertawa puas sebelum memerintahkan pada prajurit Kerajaan Munjong untuk membakar tubuh Mantan Jendral Nam.


“Deshe, buat kekacauan dan gunakan tubuh aslimu untuk membawa jasad Mantan Jendral Nam.” Fei Chen memberikan perintah.


“Bunuh semua prajurit dan sisakan keparat itu!” Fei Chen melanjutkan.

__ADS_1


Deshe mengerti dan langsung melakukan aksinya. Penasehat Dae yang sedang dalam perasaan bahagia dalam sekejap menjadi penuh ketakutan saat tiba-tiba dihadapannya muncul seekor ular raksasa berwarna putih.


“Ular? Kenapa ada ular raksasa di Ibukota Korain?!” Wajah Penasehat Dae pucat pasi saat melihat wujud Deshe.


Nampak Deshe menelan tubuh dan kepala Mantan Jendral Nam serta seratus orang yang tidak bersalah yang sudah tidak bernyawa. Kemudian Deshe membagi tubuhnya menjadi lima klon sebelum membunuh semua prajurit Kerajaan Munjong.


Tubuh Deshe yang asli melarikan diri dan empat klonnya berniat membunuh Penasehat Dae.


“Kalian jangan melarikan diri! Tolong aku! Selamatkan aku!” Penasehat Dae nampak ketakutan saat menyadari dirinya akan mati.


Namun semua penduduk tidak peduli dan melarikan diri.


Fei Chen tersenyum dingin dan muncul di hadapan Penasehat Dae.


“Tuan Dae, berlindunglah. Aku akan mengalahkan ular-ular ini,” ucap Fei Chen.


Penasehat Dae terkejut akan kemunculan Fei Chen.


“Kau... Siapa?” tanya Penasehat Dae.


“Itu tidak penting Tuan Dae, sekarang kau harus mengutamakan keselamatanmu!” ujar Fei Chen sebelum menarik pedangnya dan menyerang klon Deshe.


Penasehat Dae melihat Fei Chen kesusahan melawan klon Deshe dan membutuhkan waktu lama untuk Fei Chen menang.


Fei Chen melirik Penasehat Dae dan berhasil menjalankan rencananya. Terlihat Penasehat Dae tertarik untuk menjadikan Fei Chen sebagai bawahannya karena telah menyelamatkan nyawanya.


Fei Chen tentu tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk menyusup kedalam istana dan melanjutkan rencana yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


__ADS_2