
PBTB 38 - Pedang Yang Bisa Memanjang
Tubuh Fei Chen yang asli saat ini sedang bersama Chen Li Wei. Didalam dapur Istana Ma terlihat Xhin Li Wei yang bertumpu pada dinding sedangkan Fei Chen nampak memeluk tubuhnya dari belakang.
Keduanya terlihat menikmati kegiatan mereka hingga akhirnya tubuh Xhin Li Wei bergetar hebat dan hampir jatuh, namun Fei Chen memeluknya erat dan menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Setelah semua itu Fei Chen membisikkan sesuatu kepada Xhin Li Wei dan membuat Xhin Li Wei mencubit pipi Fei Chen. Terlihat Xhin Li Wei menggelengkan kepalanya dan mencoba mendorong tubuh Fei Chen, namun Fei Chen kembali membisikkan sesuatu dan membuat Xhin Li Wei pasrah saat Fei Chen mengangkat tubuhnya dan kembali melanjutkan pertempuran mereka.
Keduanya menikmati setiap sensasi keindahan hingga tidak menyadari Ning Guang yang mengintip. Ning Guang yang berniat untuk menanyakan dokumen kepada Xhin Li Wei justru melihat Xhin Li Wei diangkat tubuhnya oleh Fei Chen dan sedang merintih.
“Akhirnya mereka akur juga. Sepertinya malam ini aku menginginkannya.” Ning Guang tersenyum dan berniat memberikan kejutan kepada Fei Chen jika pria itu masuk kedalam kamarnya.
Saat Ning Guang hendak meninggalkan ruang dapur, ia mendengar suara pekikan Xhin Li Wei yang keras dan tak lama suara nafas yang memburu nampak terdengar sebelum sunyi sepi.
Tubuh Ning Guang bergetar karena memahami apa yang Xhin Li Wei rasakan. Wanita itu segera pergi meninggalkan ruang dapur dan membiarkan Fei Chen dan Xhin Li Wei menikmati waktu yang tersisa.
“Wei‘er... Apa kau masih sanggup? Aku masih ingin...” Fei Chen membelai gunung kembar Xhin Li Wei dan tersenyum hangat.
__ADS_1
Xhin Li Wei yang mendengar permintaan Fei Chen terkejut..
“Lagi? Ah... Yang benar saja! Suami... Hari ini cukup!” Xhin Li Wei memberikan jawaban dengan kedua kaki yang gemetaran dan sesuatu yang membasahi celahnya.
Fei Chen hanya tersenyum dan mengangkat tubuh Xhin Li Wei menuju kamarnya. Sebenarnya Fei Chen benar-benar ingin menikmati keindahan malam bersama Xhin Li Wei hingga dia menembus batas surgawi, namun melihat Xhin Li Wei kelelahan akhirnya Fei Chen menahan keinginannya karena dia sendiri akan menemukan Hong Zi Ran setelah ini.
“Apa kau kembali hanya ingin meminta hak, Suami?” Xhin Li Wei bertanya setelah Fei Chen membaringkan tubuhnya.
“Hmmm... Kurasa seperti itu, tetapi tujuanku kembali karena aku ingin dirimu ini dan Guang‘er mempersiapkan pertemuan yang akan terjadi dalam beberapa bulan kedepan. Semua orang yang tahta negeri di Benua Tujuh Bintang akan bertemu di Kekaisaran Kai.” Fei Chen memberitahu tujuannya.
“Kau mengatakan ambisimu itu tanpa memakai pakaian. Lihat pedangmu itu mulai layu.” Xhin Li Wei menunjuk sesuatu diantara kedua paha Fei Chen sambil tertawa cekikikan.
“Wei‘er... Jangan menggodaku.” Fei Chen menelan ludah karena mengagumi senyum indah Xhin Li Wei.
Mata Xhin Li Wei yang menatap keperkasaan Fei Chen terbelalak, “Kenapa malah memanjang?!”
“Suami? Tunggu... Apa yang ingin kau lakukan?” Xhin Li Wei panik saat Fei Chen naik ke atas ranjang dan mengukung tubuhnya.
__ADS_1
“Aku sudah lelah! Aw!” pekik Xhin Li Wei.
Fei Chen tidak menggubris dan menikmati cengkeraman kuat yang membelai intinya. Akhirnya Fei Chen membuat Xhin Li Wei kembali bergetar merasakan getaran langit surgawi.
Selepas itu Fei Chen membiarkan Xhin Li Wei untuk beristirahat dan kembali memakai pakaiannya.
“Suami... Sup yang aku buat untuk Nyonya Hong sepertinya sudah dingin. Lihat yang telah kau lakukan itu? Aku jadi melupakannya...”
Xhin Li Wei yang berniat memberikan sup hangat buatannya kepada Hong Zi Ran malah terbaring lemas diatas ranjang karena ulah Fei Chen.
“Kau tidurlah, Wei‘er. Biar aku yang memberikan ini pada Bibi Hong.” Fei Chen mengecup kening Xhin Li Wei sebelum pergi meninggalkan kamar istrinya itu.
Xhin Li Wei memejamkan matanya dan tersenyum bahagia, “Dia sama sekali tidak berubah...” ucap Xhin Li Wei sebelum tidur dengan perasaan yang sangat bahagia.
____
Kuy guys mampir ke Leo Avalon yang gue ikutin lomba YAWS 8. Sejauh ini gue liatin ente pada senengnya ceritanya Fei Chen dibandingkan novel gue yang lain.
__ADS_1