Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 39 - Hong Zi Ran


__ADS_3

PBTB 39 - Hong Zi Ran


Saat tengah malam akan tiba, Fei Chen mengetuk pintu kamar Hong Zi Ran dan masuk kedalam membawakan sup yang sudah mendingin. Terlihat diatas ranjang tubuh Hong Zi Ran menggigil. Wanita itu menatap pria yang dimatanya seorang bocah dan duduk di tepi ranjang sambil menaruh semangkuk sup hangat diatas meja.


“Chen‘er, kemana saja kau? Lalu untuk apa membawa sup yang sudah dingin?” Hong Zi Ran bertanya dengan nada lemah.


“Aku... Aku baru saja pemanasan...” Fei Chen asal menjawab dan membuat Hong Zi Ran tersenyum.


“Berbohong. Kau berbohong bukan? Jujur saja. Lagipula kau melakukan pemanasan untuk apa? Aku sudah mengenalmu sejak lama Chen‘er. Kau tidak bisa membohongi Bibi Hong.” Hong Zi Ran membuat Fei Chen terdiam seribu bahasa dan menelan ludah.


“Lihat, kau diam berarti kau berbohong.” Hong Zi Ran tertawa kecil lalu meminta Fei Chen untuk menyuapi dirinya.


“Biarkan aku memakan sup hangat itu. Aku rasa ini sup yang dibuat Li Wei bukan? Sangat disayangkan jika dibiarkan dingin.” Permintaan Hong Zi Ran membuat Fei Chen tersentuh.


Penuh kasih sayang Fei Chen menyuapi Hong Zi Ran hingga sup hangat itu habis. Hong Zi Ran terlihat bahagia setelah memakannya.


“Andai saja sup ini masih hangat maka rasanya akan lebih nikmat,” ucap Hong Zi Ran.


“Aku kedinginan.” Hong Zi Ran berkata pelan.


“Kalau begitu biarkan aku yang menghangatkanmu, Bibi.” Fei Chen mengecup kening Hong Zi Ran dan membaringkan tubuhnya disamping wanita itu.


“Chen‘er, jangan macam-macam ini sudah malam! Kau harus ingat aku ini adalah Ibu dari mendiang temanmu!” Hong Zi Ran mengingatkan. Namun pipinya bersemu merah dan jantungnya berdegup kencang saat tangan Fei Chen memeluk tubuhnya.


“Bibi Hong...” Fei Chen justru tidak menggubris dan mengecup pipi Hong Zi Ran penuh kelembutan.


“Chen‘er!” Hong Zi Ran terkejut dengan tindakan Fei Chen.


“Bibi, biarkan aku menyembuhkanmu. Setelah itu aku ingin kau menerima perasaanku dan menjadi istriku. Jika kau tidak menerimanya, maka aku berjanji membahagiakanmu, Bibi walau Bibi tidak memilihku.”


Tiba-tiba saja Fei Chen menindih tubuh Hong Zi Ran lembut dan meraba gunung kembarnya. Hong Zi Ran panik saat tangan Fei Chen meremas aset gunung kembarnya yang telah lama tidak dijamah dan dijelajahi. Terlebih saat dirinya hendak berteriak Fei Chen sudah membungkam mulutnya.

__ADS_1


Tautan bibir keduanya cukup ragu, namun tekad Fei Chen merobohkan kekerasan hati Hong Zi Ran. Wanita itu larut dalam kehangatan dan kasih sayang yang diberikan Fei Chen itu.


‘Tidak... Aku tidak boleh melakukan ini... Aku dan Chen‘er tidak bisa... Akh!’


Hong Zi Ran menggelengkan kepalanya namun Fei Chen mahir membuatnya tenggelam kedalam kecupan yang lebih dalam. Hong Zi Ran memejamkan matanya dan memegang dada Fei Chen sebelum pria yang merupakan teman mendiang anaknya itu melepaskan tautan bibirnya.


“Sudah... Aaaah... Chen‘er... Kau tidak bisa melakukan ini pada Bibi Hong,” kata Hong Zi Ran saat Fei Chen memegang pipinya dan menatap wajahnya yang malu-malu.


Fei Chen hanya tersenyum dan tangannya yang lain mulai masuk kedalam pakaian yang dikenakan Hong Zi Ran. Merasakan sentuhan pria setelah sekian lama, tubuh Hong Zi Ran berdesir terlebih yang menyentuhnya adalah Fei Chen.


“Tubuhmu sangat wangi Bibi. Aku menyukainya.” Fei Chen mengendus leher Hong Zi Ran sedangkan jarinya memilin pucuk gunung kembar wanita ini.


“Aw! Chen‘er!” Hong Zi Ran memekik dan memerah wajahnya saat menyadari pucuknya mengeras.


Fei Chen secara perlahan menurunkan pakaian yang dikenakan Hong Zi Ran. Sedangkan mmulutnya mengecup leher, wajah dan dada Hong Zi Ran penuh gairah. Suara merdu Hong Zi Ran membuat Fei Chen semakin bersemangat dan tak terasa sekarang tubuh wanita paruh baya itu telah tak berbusana.


“Chen‘er!” Hong Zi Ran menutup kedua pahanya dan gunung kembarnya.


“Indah, Bibi. Kau sangat cantik.” Fei Chen memuji dan langsung memegang kedua tangan Hong Zi Ran.


“Mmmmsssss....” Hong Zi Ran hanya menggelengkan kepalanya dan meronta tidak jelas.


Hong Zi Ran merasa sangat malu saat Fei Chen bertingkah seperti seorang bayi dan membuatnya semakin terlena akan permainannya. Kemahiran Fei Chen membuat Hong Zi Ran merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan bahkan Fei Chen menenggelamkan kepalanya diantara celahnya dan melakukan hal yang tidak Hong Zi Ran sangka.


“Akh! Chen‘er! Itu.... Memalukan... Ah!” Kedua tangan Hong Zi Ran memegang kepala Fei Chen dengan gemetar dan tak lama Fei Chen memperlihatkan jarinya pada Hong Zi Ran.


Hong Zi Ran memalingkan wajahnya karena malu namun Fei Chen kembali menautkan bibir mereka sambil melepaskan pakaiannya sendiri.


Hong Zi Ran semakin ragu saat melihat tatapan Fei Chen yang seperti ingin meminta Hong Zi Ran untuk mengizinkannya mengarungi malam dengannya.


“Bibi, aku menyukai ini.” Fei Chen menenggelamkan wajahnya diantara gunung kembar Hong Zi Ran setelah menikmati keindahannya.

__ADS_1


Hong Zi Ran merasa bangga dan malu di saat yang bersamaan karena ucapan Fei Chen. Wanita itu melihat Fei Chen melepaskan celana panjangnya dan penutup keperkasaan yang sudah menerobos banyak gua. Setelah terbuka sepenuhnya, Hong Zi Ran kaget dan terkejut. Kebesaran dan keperkasaannya membuat darah Hong Zi Ran berdesir. Hong Zi Ran menelan ludah saat membayangkan Fei Chen dan dirinya melakukan penyatuan.


Hong Zi Ran merasa tubuhnya lemas saat Fei Chen membuka kedua pahanya dan memperlihatkan sosoknya yang perkasa didepan celahnya yang mungil.


“Bibi, boleh ya?” Fei Chen meminta dengan ekspresi yang menahan.


Hong Zi Ran tidak menjawab dan membuat Fei Chen mempertemukan ujungnya didepan celahnya.


“Tunggu, Chen‘er! Bibi takut! Punyamu terlalu... Besar...” Hong Zi Ran yang panik menahan tubuh Fei Chen yang hendak menindih dirinya.


Fei Chen mengerti walaupun dia sendiri sudah ingin menerobos nya. Akhirnya Fei Chen bermain dengan gunung kembar Hong Zi Ran dan hanya menggesekkan secara perlahan saja.


Hong Zi Ran tidak menyangka akan melakukan hal ini dengan Fei Chen. Wanita itu mengeluarkan suara yang indah saat Fei Chen membawanya pergi menuju langit tertinggi.


Namun Hong Zi Ran mengerti Fei Chen juga ingin merasakan keindahan didalam dirinya. Tatapan Fei Chen yang teduh dan menahan gejolak hati membuat Hong Zi Ran memegang pipi pria yang lebih pantas menjadi anaknya itu.


“Bibi, boleh ya?” Fei Chen terlihat sangat amat menjaga perasaan Hong Zi Ran walaupun bisa saja pria itu memaksa atau melakukan hal tanpa persetujuannya.


Hong Zi Ran melirik kearah keperkasaan Fei Chen yang sudah sepenuhnya maksimal dan hanya menelan ludah. Wajah Hong Zi Ran sedikit pucat namun dia akhirnya mengangguk lemah dan berkata dengan suara pasrah.


“Pelan... Pelan... Chen‘er... Jangan kasar...”


Fei Chen mengerti dan mengangkat kedua kaki Hong Zi Ran yang terbuka. Pertemuan kedua inti itu terlihat alot dan sulit untuk saling bertautan. Kebesaran Fei Chen membuat Hong Zi Ran pucat karena takut jika dirinya tidak dapat menerima.


Namun Hong Zi Ran bisa melihat Fei Chen yang dengan sangat hati-hati tidak ingin menyakiti dirinya. Dengan perasaan berdebar, Hong Zi Ran memicingkan matanya dan menahan rasa ngilu saat besarnya inti Fei Chen memasuki tubuhnya.


“Haaaakkk! Sakit! Hiks!”


Hong Zi Ran secara reflek menjerit dan hampir menangis saat tubuhnya terasa penuh. Fei Chen segera menenangkan Hong Zi Ran dan melakukan gerakan lembut sambil meremas keindahan gunung kembarnya.


“Maaf, Bibi sepertinya aku menyakitimu. Tahan sebentar ya. Aku akan lebih lembut.” Suara hangat Fei Chen membuat Hong Zi Ran luluh saat pria itu menggerakkan tubuhnya dengan sangat lembut.

__ADS_1


Hong Zi Ran pasrah sepenuhnya kepada Fei Chen saat keduanya sudah menyatu. Fei Chen mendiamkan miliknya didalam sana dan mengecup bibir Hong Zi Ran. Keduanya benar-benar seperti sepasang kekasih yang memadu kasih dan saling menerima setelah drama yang panjang ini.


Malam itu akhirnya Hong Zi Ran pasrah saat Fei Chen sudah menyatu sepenuhnya dengan dirinya. Keduanya bergelut hebat mengarungi malam dan Fei Chen merasakan kehangatan yang luar biasa dari Hong Zi Ran begitu sebaliknya.


__ADS_2