
PBTB 14 - Kematian Kim Baek Jun Dan Kemunculan Kim Bo Seul
Sementara itu Kim Baek Jun, Penasehat Dae dan Jendral Kang Bora menikmati arak dimalam hari dengan suasana suka cita.
“Seperti yang kita perkirakan, Park Ki Kyong telah mati. Aku sangat menjamin dia tidak bisa melawan pembunuh suruhanku.” Kim Baek Jun berkata penuh percaya diri dan tidak mengetahui jika pembunuh suruhannya sudah mati ditangan Park Ki Kyong.
Sedangkan Park Ki Kyong mati ditangan Ji Ho atau lebih tepatnya sambaran petir Fei Chen dari jarak jauh.
“Setelah ini apa tujuanmu Yang Mulia?” tanya Penasehat Dae.
“Aku akan menjadikan istrinya orang itu sebagai wanitaku.” Kim Baek Jun tersenyum lebar dan tidak sabar mendapatkan jatah yang telah dinantikan dari Park Soo Ah.
“Mungkin hanya aku saja yang tidak gemar memainkan perasaan seorang wanita.” Jendral Kang Bora menanggapi.
Kim Baek Jun tersenyum mendengarnya dan berkata dalam hati, ‘Aku sudah mengetahui semua yang kau lakukan, Kang Bora. Kau tidak akan bisa berbohong dihadapan mataku ini termasuk pria tua sialan ini.’
Kim Baek Jun menatap Penasehat Dae dan Jendral Kang Bora secara bergantian. Pria ini tersenyum puas saat mengetahui Penasehat Dae menghabiskan satu guci arak yang telah dicampur racun mematikan.
Namun Kim Baek Jun ataupun Jendral Kang Bora tidak mengetahui jika arak yang mereka pesan sudah diberi racun. Dan dalang dibalik semua itu adalah Fei Chen yang bekerjasama dengan Hea Eun Soo.
Pemilik rumah hiburan disini bersedia membantu Hea Eun Soo asalkan Hea Eun Soo menepati janjinya untuk tidur dengan Fei Chen semalam. Disisi lain Fei Chen tidak mengetahui syarat ini karena Hea Eun Soo tidak mengatakan apapun padanya.
Ketiganya menikmati arak dan tertawa bersama membicarakan rencana mereka yang berhasil menyingkirkan Park Ki Kyong. Ketiganya memiliki rasa takut yang lebih besar terhadap Tiger dan Vista. Alasan itulah yang membuat Kim Baek Jun akan melakukan apapun karena dia berkuasa berkat Tiger dan Vista.
Kim Baek Jun ingin menjadi orang kepercayaan Zmeya dan tidak membiarkan orang-orang selain dirinya membuat sosok itu tertarik. Kim Baek Jun sendiri mengira orang-orang disekitarnya setia mengikutinya namun mereka semua pengkhianat contoh saja Penasehat Dae yang ingin menjatuhkan dirinya dan mengambil alih tahta demi mendapatkan hati Kim Bo Seul.
Sedangkan Jendral Kang Bora mengikuti Kim Baek Jun karena diperintahkan oleh seseorang.
“Yang Mulia, kepalaku terasa pusing...” Penasehat Dae memegang kepalanya dan tidak dapat melihat dengan jelas sosok kedua orang yang minum bersamanya.
Kim Baek Jun tertawa, “Tenang saja, sialan! Aku akan menikmati istrimu itu!” Sambil memukul wajah Penasehat Dae, Kim Baek Jun melampiaskan seluruh amarahnya karena telah dikhianati.
“Yang Mulia, dia sudah sekarat...” ucap Jendral Kang Bora mengingatkan.
“Panggil prajurit untuk mengamankan kediaman sialan ini! Malam ini semua yang ada di kediaman pria tua sialan ini akan menjadi milikku!” Kim Baek Jun menegaskan.
__ADS_1
“Baik, Yang Mulia.” Jendral Kang Bora mengikuti perintah Kim Baek Jun dan memerintahkan prajurit untuk melakukan apa yang diperintahkan Kim Baek Jun.
“Aku akan membiarkanmu melihatku menikmati Hea Eun Soo, Penasehat Dae,” ucap Kim Baek Jun pada Penasehat Dae yang terbujur kamu.
“Yang Mulia, aku akan pergi menuju kediaman Penasehat Dae,” ucap Jendral Kang Bora dan dijawab anggukan kepala oleh Kim Baek Jun.
Kemudian Kang Bora berjalan menuju kediaman milik Penasehat Dae bersama semua prajurit, sedangkan Kim Baek Jun berniat mendatangi Park Soo Ah namun dia melihat Park Soo Ah sedang berpelukan dengan seseorang yang tampan dan rupawan.
Bahkan Park Soo Ah membiarkan pria itu mengecup bibirnya dan menghisap manis mulutnya. Mata Kim Baek Jun melebar dipenuhi kemarahan dan hatinya merasakan pengkhianatan yang luar biasa.
Tanpa Kim Baek Jun sadari dalam tubuhnya sudah terkena racun yang akan membuatnya lumpuh. Batas tubuh Kim Baek Jun dan Kang Bora bertahan melewati racun itu adalah dua hari sebelum keduanya benar-benar lumpuh dan mati.
Awalnya Fei Chen menemani Park Soo Ah minum namun semakin lama keduanya semakin larut dalam suasana. Park Soo Ah yang sudah mabuk tiba-tiba meminta Fei Chen untuk menemaninya malam ini.
Berawal dari Park Soo Ah yang memeluk tubuh Fei Chen dan mengecup bibir pria itu hingga akhirnya Fei Chen yang terbakar gairahnya memeluk tubuh indah Park Soo Ah dan terbuai dalam keindahan malam.
Fei Chen mengikuti Park Soo Ah yang membawanya keluar rumah hiburan dan menuju penginapan terdekat. Sedangkan Kim Baek Jun yang berniat mengejar Park Soo Ah mendapatkan keanehan pada tubuhnya.
“Tubuhku? Kakiku... Ada apa dengan kakiku?” Kim Baek Jun panik saat kakinya merasa sangat lemas dan tidak bertenaga.
Dalam pikirannya Kim Baek Jun mengingat dengan jelas bagaimana Park Soo Ah mengkhianati dirinya.
“Kalian semua layani aku!” Kim Baek Jun yang putus asa justru membuat perintah seenaknya kepada para pelayan wanita.
Hingga datang pemilik rumah hiburan dan berdiri didepan Kim Baek Jun. Wanita tinggi dengan pakaian hitam yang tipis itu menatap Kim Baek Jun sinis.
“Apa kau tidak menyadari posisimu, Raja Kim? Kau sudah tamat,” ucap pemilik rumah hiburan itu.
“Apa maksudmu, Park Mi Kyung? Apa kau yang melakukan ini padaku? Kau sama saja seperti saudari kembarmu itu sialan!” Kim Baek Jun berteriak tak berdaya.
“Menurut Eun Soo racun ini akan melumpuhkanmu secara total dalam kurun waktu dua hari. Tetapi sepertinya ini bekerja lebih cepat.” Wanita bernama Park Mi Kyung ini tersenyum sinis lalu menginjak celah paha Kim Baek Jun.
“Kau itu lemah Raja Kim. Jadi sadari posisimu.” Dengan ekspresinya yang meremehkan Park Mi Kyung menghina Kim Baek Jun.
“Kau!” Kim Baek Jun mengetahui di rumah hiburan sudah tidak ada prajurit kerajaan.
__ADS_1
Matanya melirik kearah pintu dan melihat Hea Eun Soo datang bersama Nam Yoon Ji.
“Sebaiknya kita pergi dari sini Mi Kyung. Aku sudah memberitahu Raja Neraka tentang lokasi persembunyian kita.” Hea Eun Soo menatap rendah Kim Baek Jun dan tersenyum sinis sebelum pergi meninggalkan rumah hiburan.
“Mari semuanya pergi. Tinggalkan saja pecundang itu.” Park Mi Kyung mengajak para pelayan rumah hiburan untuk pergi.
Sementara itu Nam Yoon Ji bergumam pelan, “Dimana Chen‘er? Bukankah seharusnya dia disini? Apa dia sudah di tempat yang dijanjikan itu?”
“Ngomong-ngomong Eun Soo tadi aku melihat Kak Soo Ah sedang bersama pemuda tampan. Siapa ya pemuda itu? Dia kelihatan sangat jantan.” Park Mi Kyung tersenyum penasaran.
Mendengar ini Hea Eun Soo mengerutkan keningnya, “Pemuda tampan?”
“Iya, dia sangat tampan.” Park Mi Kyung menanggapi.
Sedangkan Kim Baek Jun yang sedang dalam kondisi putus asa mencoba mencerna ucapan Hea Eun Soo.
‘Raja Neraka? Apa benar tadi wanita itu mengatakan Raja Neraka? Apa yang dilakukan Raja Neraka di negeri ini?’ Kim Baek Jun mengumpat karena tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
“Aku akan membunuh kalian semua!” teriak Kim Baek Jun.
Dan tak lama Penasehat Dae yang bangun dari tubuh sekaratnya menusuk perut Kim Baek Jun.
“Kau! Keparat tua-” Kim Baek Jun tidak percaya dirinya akan mati seperti ini.
Setelah Kim Baek Jun mati, Penasehat Dae juga mati. Sedangkan didepan pintu rumah hiburan terlihat Jendral Kang Bora bersama wanita anggun dan berwibawa melihat kematian Kim Baek Jun.
“Umumkan pada semua penduduk Kerajaan Munjong jika Kim Baek Jun telah mati dan Ratu Kim Bo Seul kembali!” Wanita anggun itu menegaskan.
“Baik Ratu Kim!” Kang Bora tersenyum bahagia dan segera memerintahkan prajuritnya untuk mengumumkan kematian Kim Baek Jun ditangan Penasehat Dae.
Wanita anggun yang tidak lain adalah Kim Bo Seul menatap Hea Eun Soo bersama Nam Yoon Ji dan Park Mi Kyung.
“Terimakasih Eun Soo. Kau sudah memberitahu rencanamu ini. Jadi dimana orang yang kau maksud itu?” Kim Bo Seul menanyakan sosok Fei Chen.
“Ratu Kim, mohon maaf sebelumnya. Pemuda itu sudah menunggu kita di kediaman ku,” ucap Hea Eun Soo tanpa mengetahui Fei Chen tengah bergulat hebat melawan Park Soo Ah.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan mengunjungi kediamanmu besok. Malam ini aku akan mengurus masalah ini terlebih dahulu. Lagipula aku khawatir dengan kondisi Min Ah.” Setelah Kim Bo Seul pergi menuju Istana Munjong dikawal oleh pasukan milik Kang Bora.