
PBTB 19 - Gadis?
Beberapa hari setelah kematian Tiger dan Vista, kini kondisi Kerajaan Munjong lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kematian Kim Baek Jun beserta orang-orang disekitarnya membuat penduduk Kerajaan Munjong terlepas dari kekangan.
Tidak ada yang mengetahui jika mereka semua akan dijadikan kelinci percobaan sampai Kim Bo Seul menjelaskan kebusukan rencana Proyek Manusia Langit kepada penduduk Kerajaan Munjong.
Fei Chen sendiri merasa jika yang dilakukan Zmeya sangat keterlaluan seperti harus mengorbankan seribu nyawa manusia untuk menciptakan satu manusia yang pantas menjadi bawahannya dalam Proyek Manusia Langit.
Sekarang militer Kerajaan Munjong dibawah kendali Jendral Kang Bora. Semua bawahan yang Park Ki Kyong ataupun pasukan yang masih setia kepada Kim Baek Jun dibunuh.
“Chen‘er... Berapa hari ini kau tidak kelihatan. Apa yang sebenarnya kau lakukan?” tanya Hea Eun Soo saat menyiapkan sarapan pagi untuk Fei Chen.
“Eun Soo, mulai sekarang panggil aku Gege. Kau harus mengingat itu.” Fei Chen berkata kepada Hea Eun Soo sebelum memberikan jawaban.
“Aku sedang mencari sesuatu yang disebut Tujuh Permata Bintang. Apa kau mengetahuinya?” Mendengar hal ini Hea Eun Soo menggelengkan kepalanya.
“Aku sama sekali tidak mengetahuinya Gege...” Nampak Hea Eun Soo memperlakukan Fei Chen seperti suaminya sendiri sangat berbeda dengan apa yang dia lakukan kepada Penasehat Dae.
Nam Yoon Ji yang sedang mengintip menjadi sebal karena merasa tidak ada ruang untuk masuk kedalam keharmonisan keduanya. Berbeda dengan Park Mi Kyung yang merasakan api kecemburuan dan langsung melabrak Hea Eun Soo.
“Eun Soo... Aku memperhatikan dari jauh sepertinya kalian sangat cocok menjadi suami istri.” Komentar Park Mi Kyung dan langsung duduk disamping Fei Chen.
Fei Chen asyik menikmati hidangan yang disajikan Hea Eun Soo sedangkan Hea Eun Soo sendiri tersedak dan menatap Park Mi Kyung sebal.
__ADS_1
“Apa maksudmu Mi Kyung?!” tanya Hea Eun Soo.
“Maksudku Chen‘er lebih pantas menjadi anakmu dibandingkan seorang suami. Apa yang sebenarnya terjadi dimalam itu? Saat aku tidur aku mendengar suara deritan ranjang yang berisik.” Park Mi Kyung tersenyum lebar saat melihat wajah Hea Eun Soo pucat pasi.
“Aku... Tidak... Mungkin kau hanya salah dengar Mi Kyung!” Hea Eun Soo mengelak.
Nam Yoon Ji yang sedari tadi memperhatikan akhirnya ikut nimbrung untuk melerai. Bukannya melerai tapi Nam Yoon Ji lebih mengarah kepada Fei Chen yang membuatnya kesal.
“Hentikan kalian berdua. Hanya karena bocah ini kalian bertengkar. Aku akui parasnya memang rupawan dan memabukkan tetapi kalian harus ingat kita bertiga adalah teman jangan sampai hanya karena bocah ini kita bertengkar.” Nam Yoon Ji melerai.
Fei Chen meminum air putih dan menanggapi ucapan Nam Yoon Ji barusan.
“Aku bukan bocah Nyonya Nam,” ucap Nam Yoon Ji.
“Kau diam saja!” Nam Yoon Ji menatap dingin Fei Chen seperti seorang ibu yang memarahi anaknya.
“Seorang kenalan yang sampai main kuda-kudaan. Bukan hanya parasnya yang rupawan tetapi ada sesuatu yang mengagumkan bukan Eun Soo?” Park Mi Kyung langsung membuat Hea Eun Soo tidak berkutik begitu juga dengan Fei Chen.
“Mi Kyung... Aku tidak mengerti apa maksudmu?” Hea Eun Soo menelan ludah dan tidak berani menatap Park Mi Kyung yang menatap dirinya tajam.
‘Cih! Mereka bertiga sudah berumur dan memperebutkan diriku. Apa mereka tidak sadar jika mereka sudah bukan seorang gadis?’ Fei Chen membatin dan merasa jengah karena mengetahui ketiga wanita berumur terpesona dengan dirinya.
“Dua hari yang lalu kau kesulitan berjalan. Apa kau bisa menjelaskan semua ini?” Park Mi Kyung tersenyum tipis saat melihat Hea Eun Soo kesulitan menjawab.
__ADS_1
“Kaki Nyonya Hea terkilir dan aku mengobatinya.” Fei Chen melindungi Hea Eun Soo dan membuat Park Mi Kyung semakin cemburu.
“Menurutku kau bukan mengobatinya. Justru kaulah yang membuatnya terkilir.” Park Mi Kyung membalas sengit.
Fei Chen akhirnya menghela nafas dan membeberkan yang sebenarnya, “Dari ekspresi kalian berdua itu sudah jelas. Kalian melihatnya bukan? Itulah yang terjadi jadi untuk apa mempermasalahkannya? Apa kalian berdua cemburu dengan Eun Soo?”
“Gege...” Hea Eun Soo semakin malu karena Fei Chen mengaku.
“Ya, aku cemburu! Apa masalahnya jika aku cemburu?!” Park Mi Kyung memerah wajahnya dan mengaku.
“Kalian ini sudah bukan seorang gadis jadi kenapa memasang ekspresi manis seperti itu. Jujur saja aku jadi ingin melihat seberapa kuat kalian dibandingkan Eun Soo.” Fei Chen tersenyum tipis dan menggoda Park Mi Kyung serta Nam Yoon Ji.
“Jangan harap bocah! Mungkin mereka berdua takluk kepadamu tapi tidak denganku!” Nam Yoon Ji berdiri dan menatap Fei Chen dingin.
“Dasar bocah kurang ajar!” Nam Yoon Ji menggebrak meja dan pergi.
“Yoon Ji!” Hea Eun Soo berusaha mengejar Nam Yoon Ji namun wanita berwajah keibuan itu terlihat marah dan tetap berusaha pergi.
Park Mi Kyung berdiri dan menatap Fei Chen sengit.
“Dasar naga sialan!” Tendangan kaki Park Mi Kyung tepat mengenai sesuatu dicelah paha Fei Chen.
Keperkasaan yang gagah berani akhirnya merasakan rasa sakit yang hampir membuat Fei Chen tumbang.
__ADS_1
“Mi Kyung...” Fei Chen nampak kesakitan dan menatap Park Mi Kyung yang tersenyum sadis.
‘Sialan! Aku akan membuat wanita ini tidak bisa berjalan selama berhari-hari lihat saja nanti!’ Fei Chen berkata dalam hati dan menahan rasa sakit atas kesakitan keperkasaan sang naga yang terkena tendangan mematikan.