Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 17 - Hea Eun Soo


__ADS_3

PBTB 17 - Hea Eun Soo


Malam itu Nam Yoon Ji terbangun karena merasakan sakit kepala dan kedinginan. Saat terbangun dia tidak menemukan Park Mi Kyung dan Hea Eun Soo, akhirnya wanita berwajah keibuan ini memutuskan untuk kembali ke kamarnya yang berada dekat dengan ruang tamu.


“Sudah lama aku tidak mengobrol dengan mereka berdua dan kenapa Chen‘er belum kembali-”


Namun sebelum Nam Yoon Ji melangkah lebih jauh dia mendengar suara teriakan dan deritan ranjang yang menggema ditelinga.


Deg!


Nafas Nam Yoon Ji berhenti saat dirinya mengenal pemilik suara yang saling bersahut-sahutan itu. Akhirnya Nam Yoon Ji memilih untuk memastikan apa yang terjadi didalam kamar dan dia terkejut dengan apa yang terjadi disana.


Nam Yoon Ji memperhatikan secara diam-diam sebelum dari belakang Park Mi Kyung mengagetkan dirinya.


“Kau sedang apa Yoon Ji?” tanya Park Mi Kyung.


Nam Yoon Ji berkeringat dingin dan merasa malu untuk menjawab. Dia hanya memegang tangan Park Mi Kyung dan menyuruhnya untuk diam dan memperhatikan apa yang terjadi disana.


“Apa?! Mereka berdua?!” Melihat hal yang dimaksud Nam Yoon Ji membuat Park Mi Kyung tersentak kaget.

__ADS_1


“Sialan kau Eun Soo!” Park Mi Kyung mengumpat saat melihat apa yang dilakukan Hea Eun Soo.


Keduanya mengamati hingga Fei Chen dan Hea Eun Soo selesai. Setelah selesai keduanya kembali ke kamar masing-masing seolah-olah tidak terjadi apapun.


Sedangkan Fei Chen yang berada didalam kamar tersenyum dan membelai rambut Hea Eun Soo kesamping.


“Tidurlah Eun Soo. Kau kelihatan sangat lelah,” ucap Fei Chen mesra.


Hea Eun Soo tersenyum hangat dan memegang pipi Fei Chen penuh kasih sayang.


“Bukankah kau yang membuatku kelelahan? Malam ini biarkan aku tidur disini.” Hea Eun Soo berkata manja sebelum berusaha memejamkan matanya.


Mendengar ucapan Fei Chen membuat Hea Eun Soo tertawa kecil, “Benar sekali ini adalah rumahku. Jadi aku bebas melakukan apapun. Berbeda denganmu yang menumpang, berpura-pura menjadi pelayan dan menikmati semua yang ada didalamnya.”


Fei Chen tersenyum mendengarnya dan mendengarkan apa yang Deshe katakan dibandingkan menjawab ucapan Hea Eun Soo.


Deshe memberikan informasi yang berguna untuk Fei Chen tepat setelah dirinya bertarung hebat melawan Hea Eun Soo. Fei Chen bangkit berdiri dan membunyikan leher beserta pinggangnya untuk memastikan kesiapan dirinya.


“Sialan! Bila-bila aku encok jika seperti ini!” Fei Chen mengeluh saat menyadari dirinya masih belum puas.

__ADS_1


‘Untuk saat ini cukup. Aku harus lebih bersabar menahan kondisi tubuhku ini.’ Fei Chen membatin dan kembali memakai pakaiannya.


Melihat Fei Chen bersiap untuk pergi membuat Hea Eun Soo bertanya pada pria yang lebih muda darinya.


“Kau hendak kemana Chen‘gege?” tanya Hea Eun Soo.


Fei Chen merapikan pakaiannya setelah berpakaian lengkap kemudian menatap Hea Eun Soo yang terbaring lemah diranjang.


“Kau pernah mendengar nama Tiger dan Vista bukan? Aku akan menuju kesana. Mereka berniat melakukan sesuatu.” Fei Chen memberitahu Hea Eun Soo.


Mendengar ini Hea Eun Soo bangkit dari tidurnya dan mencoba menghentikan Fei Chen.


“Eun Soo, apa kau tidak tahu aku ini siapa?” Fei Chen meminta Hea Eun Soo untuk beristirahat dengan tenang dan mempersiapkan dirinya untuk pertarungan selanjutnya daripada mengkhawatirkan kondisi dirinya.


“Aku akan mengakhiri semua ini dengan cepat. Kau tidak perlu khawatir.” Fei Chen mengecup kening Hea Eun Soo sebelum akhirnya tubuhnya perlahan lenyap dari hadapan Hea Eun Soo.


Hanya aura hangat yang tersisa dan membungkam tubuh Hea Eun Soo. Wanita paruh baya itu tersenyum bahagia dan memegang perutnya dengan perasaan berdebar.


“Hati-hati Chen‘gege...”

__ADS_1


__ADS_2