
PBTB 54 - Suami Yang Posesif
Saat hari menjelang siang, Masayu melihat membuat klon dan menyuruhnya pergi melewati portal teleportasi.
”Apa yang ingin kau lakukan, Suami?” tanya Masayu.
”Aku menyuruh klonku kembali ke Kota Hinogawa. Jadi kita akan kemana, Masayu?”
”Aku berniat menghabisi Hijiyama dan Toshi!” Masayu menegaskan dan membuat Fei Chen menghela nafas.
”Baiklah, aku akan membantu istriku balas dendam.” Fei Chen mengatakan itu sambil mengelus rambut Masayu.
”Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil! Kau lebih muda dariku walau kau adalah suamiku!” Masayu menatap tajam Fei Chen dengan tegas.
”Selain itu aku adalah seorang pemimpin Klan Fuyumi! Hormati aku!” Masayu menambahkan.
”Aku adalah suamimu dan seorang Kaisar Ma! Kau harus hormat padaku!” Fei Chen tidak kalah tegas dan membuat Masayu mendengus kesal.
”Jangan mentang-mentang kau lebih berpengalaman dan membuatku kewalahan kau merasa menang!” Masayu yang cemberut menendang sesuatu dibalik pakaian bawah Fei Chen dan bergelantungan.
”Masayu!” Mata Fei Chen melebar saat merasakan ngilu di celah pahanya.
”Selanjutnya aku tidak akan mengalah!” Masayu menegaskan dan membuat Fei Chen tersenyum dingin.
”Kau jangan membangunkan naga yang tertidur Istriku!”
Setelah itu keduanya melanjutkan perjalanan menuju lokasi persembunyian kelompok samurai Elang Es. Masayu yang sudah dapat bergerak membimbing Fei Chen menuju kesana.
__ADS_1
Fei Chen memperhatikan pergerakan Masayu yang jauh lebih ringan dan tersenyum. Mengingat Masayu tumbuh terdidik dan mandiri, selain itu berkepribadian keras dan tegas ini telah menjadi istrinya tentu adalah hal yang membuatnya bahagia.
Bagi Masayu sosok Fei Chen adalah suami yang ideal. Selain kuat dan tampan, Fei Chen perkasa dan memiliki latar belakang yang kuat. Hubungan keduanya saling menguntungkan dan Masayu sendiri tidak merasa menyesal melepaskan harta berharganya kepada Fei Chen.
Setelah berjalan melewati beberapa hutan bersalju akhirnya mereka berdua sampai di sebuah gunung bersalju dengan hutan di bawahnya. Disanalah merupakan tempat persembunyian kelompok samurai Elang Es.
”Suami, jangan jauh-jauh dariku atau aku tidak dapat melindungimu.” Masayu mengingatkan sambil tersenyum.
Fei Chen yang melihat senyum indah Masayu tertegun. Sekarang dia menyadari betapa sangat bahagia dirinya memiliki Masayu yang terkenal dingin dan sekarang wanita itu dapat memberikan ekspresi lain pada dirinya.
”Justru aku yang seharusnya mengatakan itu istriku.” Fei Chen membalas sambil mencubit pipi Masayu gemas.
”Sepertinya samurai yang ada disana memiliki kemampuan jauh dibawahmu. Aku akan mengamati dan memastikan kau tidak terluka.” Fei Chen menambahkan dan membuat Masayu kesal.
”Tanpa bantuanmu aku dapat mengalahkan mereka semua!” tegas Masayu sebelum memasuki sarang musuh.
Hanya dalam kurun waktu yang singkat semua samurai Elang Es benar-benar mengepung Masayu. Namun disana tidak ada tanda-tanda kehadiran dua orang terkuat kelompok samurai Elang Es yakni Toshi dan Hijiyama.
”Dimana pemimpin kalian?! Katakan pada mereka jika Masayu datang untuk mengambil kepala mereka!” seru Masayu lantang dan berani.
Para samurai menjawabnya dengan suara tawa yang menggema.
”Lihat, wanita murahan yang hampir saja dinodai Ketua Hijiyama! Dia pikir dirinya masih pemimpin klan yang terhormat?!”
”Benar, benar! Apa dia datang kembali karena merindukan belaian Ketua Hijiyama?!”
”Sebaiknya kita beri dia belaian! Lagian saat ini cuaca-”
__ADS_1
DUARRR!!!
Sebelum para samurai bergerak, sebuah ledakan tercipta dari hembusan api yang membakar tubuh para samurai dalam sekejap.
”Eh? Siapa yang melakukan ini?” Salah satu samurai terkejut melihat temannya tewas ditempat dengan tubuh yang terbakar.
”Sudah kubilang jangan ikut campur!” Masayu menatap marah Fei Chen yang mendarat disampingnya.
”Aku berubah pikiran. Mereka menyebalkan dan merendahkan istriku, jadi aku akan membunuh mereka semua.” Fei Chen tersenyum sambil mengeluarkan sebuah aura dan memanipulasi es menjadi sebuah pedang.
Dalam sekejap saja semua anggota kelompok samurai Elang Es mati ditangan Fei Chen. Kemampuan Fei Chen yang seperti ini membuat Masayu bergidik ngeri.
”Selesai...” ucap Fei Chen sebelum kakinya diinjak Masayu.
”Selesai matamu?! Kau menggangguku! Aku ingin mencoba kemampuan baruku!” ujar Masayu penuh kekesalan.
”Dan satu hal lagi, kita belum mengetahui keberadaan Toshi dan Hijiyama!”
Fei Chen meringis kesakitan walaupun hanya pura-pura namun itu membuat Masayu semakin kesal.
”Tenang saja, Masayu. Mereka berdua pasti akan kembali kemari.” Fei Chen mencoba menenangkan Masayu yang hendak melampiaskan kekesalan kepada dirinya.
”Aku mengerti. Mereka berdua itu bagianku.” Masayu dengan tegas berkata sambil menatap dingin Fei Chen.
Ditatap seperti itu Fei Chen malah mencubit gemas pipi Masayu dan membuat wanita itu langsung berekspresi malu.
”Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil!”
__ADS_1