
PBTB 40 - Obrolan Di Pemandian
Saat pagi hari tiba, Hong Zi Ran terbangun dengan kondisi rambut yang acak-acakan dan pakaian yang berserakan dilantai, sedangkan tubuhnya terasa begitu ringan dan tanpa beban. Wanita berumur ini sedang dalam fase kebahagiaan yang telah lama tidak dia rasakan. Disampingnya terlihat seorang pria yang berbaring dan menatapnya penuh kasih sayang.
“Selamat pagi, Bibi.” Pria itu menyapa dirinya. Pria yang sudah mencuri hati dan jiwanya.
Hong Zi Ran tersipu malu dan berusaha menutupi tubuhnya.
“Pa... Pagi... Chen‘er...” Hong Zi Ran membalas pelan.
Saat Hong Zi Ran mencoba menggerakkan kakinya, ia merasa sangat ngilu dan kram. Matanya terbelalak tidak percaya saat menyadari apa yang dia alami.
‘Aku dibuat seperti seorang gadis perawan oleh Chen‘er? Tidak, miliknya saja yang tidak normal.’ Hong Zi Ran membatin dan kembali mencoba berdiri.
Badannya langsung terhuyung dan tertatih. Hong Zi Ran mengeluh kesakitan.
“Aduh! Sakit!”
Melihat itu Fei Chen kembali membawa tubuh Hong Zi Ran dengan lembut. Pria itu menidurkan wanita berumur tersebut dan tersenyum hangat sambil memberikan kecupan di keningnya.
“Hari ini istirahat dulu, Bibi. Semalam kau berusaha mengimbangiku dan kelelahan.” Fei Chen memandang gunung kembar yang masih padat itu dan ujungnya yang membuatnya menelan ludah.
‘Sialan, usia dan tubuhnya tidak sesuai. Bibi Hong benar-benar awet muda.’ Fei Chen membatin dan menahan keinginan untuk meminta jatah pada Hong Zi Ran.
“Chen‘er, masalah semalam bisa kau lupakan itu? Aku... Aku kelewatan.” Hong Zi Ran memberitahu Fei Chen dan mengingatkan kembali.
“Umur kita terpaut sangat jauh dan aku sudah mengangap dirimu seperti- Mmmmssss!”
Sebelum Hong Zi Ran menyelesaikan ucapannya, Fei Chen langsung menautkan bibir mereka dan menyatukan tubuh keduanya. Hong Zi Ran terkejut karena tindakan Fei Chen ini.
Lalu Fei Chen melepaskan tautan bibirnya dan berkata dengan nafas yang menahan gejolak, “Bibi... Jangan katakan apapun lagi... Kita melakukan semua itu atas dasar kesadaran.”
__ADS_1
“Maukah kau jadi wanitaku Bibi?” Fei Chen menatap Hong Zi Ran yang tersipu malu dan terlihat sangat cantik walaupun keduanya belum mandi pagi setelah pergulatan semalam.
“Hong Zi Ran...” ucap Fei Chen lemah.
Hong Zi Ran hanya menganggukkan kepalanya malu dan memejamkan matanya tidak berani menatap Fei Chen.
Fei Chen tersenyum bahagia dan bergerak lembut diatas tubuh Hong Zi Ran. Sementara itu di sebuah kamar terlihat seorang wanita berumur sedang menyobek sebuah lukisan wajah Fei Chen yang terbuat dari kain.
“Sialan bocah tengik itu! Suami bodoh itu! Bisa-bisanya dia tidak kepadaku setelah aku berpakaian seperti ini!”
Wanita berumur itu adalah Ning Guang. Jika Fei Chen melihatnya mungkin Fei Chen akan berlama-lama didalam kamar Ning Guang, namun Ning Guang tidak mengetahui jika Fei Chen semalam sibuk membantu Xhin Li Wei membantu membuat sup hangat dan mengantarkan sup hangat itu kepada Hong Zi Ran sampai pagi.
“Dasar Kaisar sialan! Huffft!” Ning Guang menghela nafas panjang setelah meluapkan kekesalannya.
“Lebih baik aku mandi dan bersiap. Masalah satu telah selesai dan sekarang, Suami mudaku akan melakukan perjalanan lagi. Kali ini sepertinya Yanyan akan ikut.” Ning Guang melepaskan kain tipis berwarna hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan berjalan menuju kolam air panas.
Disana Ning Guang bertemu dengan Xhin Li Wei. Keduanya berendam hingga satu jam lebih sebelum akhirnya Hong Zi Ran bergabung dengan jalannya yang tertatih dan seperti sedang orang yang kesulitan berjalan.
‘Tidak, tidak, tidak! Ini tidak mungkin! Bocah tengik itu semalam pasti sibuk melakukan itu dengan Ranran dan mengabaikanku!’ Ning Guang tiba-tiba mengeluarkan wajah yang marah.
“Ningning, aku baik-baik saja. Semalam aku berlatih untuk mengembalikan kondisi tubuhku yang lemah dan sepertinya aku masih perlu banyak belajar lagi.” Hong Zi Ran tersenyum lembut dan kini ketiga wanita itu berendam didalam kolam air panas.
‘Chen‘er! Dia pasti melakukan hal yang sama kepada Ranran seperti yang dia lakukan padaku! Bocah itu!’ Xhin Li Wei berkata dalam hati dan jengkel.
Ning Guang dan Xhin Li Wei saling menatap satu sama lain. Keduanya saling menatap lama sebelum akhirnya menghela nafas dan tertawa cekikikan.
“Aku pernah dilatih bocah nakal seperti itu juga, Ranran. Aku kesulitan berjalan untuk beberapa hari bahkan sampai sekarang ini aku masih belum dapat mengimbangi perlawanannya.” Ning Guang tersenyum lebar saat mengatakan itu.
“A... Apa yang kau katakan?” Hong Zi Ran terkejut dan panik karena mengira Ning Guang mengetahui apa yang dia lakukan dengan Fei Chen semalam.
“Kita belajar sama-sama sekarang, Ranran,” ucap Ning Guang sambil merangkul tubuh Hong Zi Ran.
__ADS_1
“Lihat, leher dan dadamu digigit nyamuk. Nyamuk nakal itu minta diberi pelajaran bukan?” Kembali Ning Guang menggoda Hong Zi Ran yang sudah tidak berkutik.
Sedangkan Xhin Li Wei hanya menghela nafas panjang sebelum akhirnya pintu pemandian terbuka dan memperlihatkan sosok Chu Meilan dan Ma Mingyan yang saling menatap sengit satu sama lain sedangkan dibelakangnya terlihat Yang Xiaomi bersama Gu Shi.
“Kau memang lebih tua dariku, Kakak Yanyan! Tapi aku jauh lebih menarik darimu!” Gadis yang menggunakan gaun berwarna merah itu terlihat begitu cantik dan memiliki tubuh yang terawat.
“Lanlan, kau masih belum pernah menang melawan ku dan aku yang akan mendapatkan hati Chen‘gege lebih dulu dibandingkan dirimu!” Ma Mingyan memberikan jawaban sengit kepada Chu Meilan.
“Chen‘gege, katamu?! Dia itu Guruku! Panggil dia dengan benar!” Chu Meilan tidak terima.
“Kalian berdua jangan bertengkar, disana ada Nyonya Ning, Nyonya Xhin dan Nyonya Hong. Kita kesini untuk membicarakan masalah Istana Naga Neraka Terdalam jadi bersikaplah lebih dewasa, Lanlan, Yanyan!” Yang Xiaomi menegur.
Melihat semangat Chu Meilan dan Ma Mingyan membuat Yang Xiaomi bingung harus bersikap seperti apa karena telah resmi menjadi istri Fei Chen.
‘Ini sangat gila, seorang Tuan Putri malah pada berebut suami orang. Terlebih Chen‘gege memiliki begitu banyak istri.’ Yang Xiaomi membatin lemah dan menceburkan tubuhnya ke kolam diikuti Gu Shi.
“Akhirnya datang juga kalian. Sepertinya Nyonya Mu dan yang lainnya diluar ya? Sebaiknya kita nikmati pemandian air panas sambil menunggu pelayan menyiapkan sarapan,” kata Ning Guang.
“Maaf, Nyonya Ning, dimana Chen‘gege?” Gu Shi bertanya dengan sopan.
“Chen‘gege? Ah, dia... Dia sedang sibuk mengurus masalah Bendera Iblis Dendam, mungkin.” Ning Guang menjawab malas dan membuat semua istri Fei Chen yang ada di kolam air panas membatin.
‘Dia? Hei, seolah-olah dia lupa dengan suaminya sendiri!’
“Dia selalu melakukan tindakan seenaknya dan menyerahkan segalanya pada kita!” Ning Guang mengeluh.
“Dia juga jarang berkunjung ke Kekaisaran Yang. Jika berkunjung, dia hanya akan mengunjungiku dan Gu Shi untuk berlatih.” Yang Xiaomi menanggapi dan menghela nafas ringan.
Chu Meilan dan Ma Mingyan yang berada di tengah-tengah istri Fei Chen hanya membisu tak bersuara.
‘Eh?’ Keduanya saling menatap satu sama lain dan merasa bodoh karena bertengkar memperebutkan Fei Chen.
__ADS_1