
PBTB 29 - Chul Min Ah
Seorang pemuda meninggalkan kediamannya setelah berpamitan dengan wanita paruh baya yang memiliki wajah keibuan. Pemuda itu adalah Ji Ho dan langsung bergegas menuju lokasi keberadaan Fei Chen yang sudah menunggu di Ibukota Korain.
Sebelum Ji Ho melangkah lebih jauh meninggalkan Kota Jisa, Fei Chen sudah menjemputnya dan langsung membuka portal teleportasi.
“Kau mengagetkanku saja, Ayah Fei. Jadi apa yang akan kita lakukan di Ibukota Korain?” tanya Ji Ho.
“Ho‘er, aku tidak ingin terlibat terlalu jauh mengenai pemerintahan disini. Kau tahu Jendral Kang dan beberapa pejabat sebenarnya masih menyimpan rahasia dan aku sendiri tidak mengetahui apa tujuan mereka yang sebenarnya.” Fei Chen memanggil klon Deshe dan memberitahu Ji Ho tentang Penjara Hutan Bambu.
“Mereka tertarik bekerjasama dengan Raja Neraka dibandingkan Zmeya?” Ji Ho mengernyitkan keningnya dan menggelengkan kepalanya.
“Mereka benar-benar bodoh karena tidak menyadari sosok Raja Neraka yang sebenarnya.” Sambil menahan tawa Ji Ho tidak habis pikir ada orang yang akan berpikiran demikian.
“Aku tidak masalah dengan hal itu, Ho‘er. Hanya saja kau mengetahuinya bukan jika orang-orang itu lemah terhadap wanita dan satu diantara mereka mengincar wanitaku. Jika seperti ini aku tidak bisa diam.” Fei Chen tersenyum dingin.
“Jadi apa kau akan membunuh mereka semua Ayah Fei?” tanya Ji Ho.
“Tidak, Ho‘er. Aku ingin kau memainkan peranmu sebagai seorang pencuri yang mengambil harta kekayaan Jendral Kang dan Bangsawan Tae, lalu membagikannya pada orang-orang miskin.” Fei Chen menjelaskan rencananya kepada Ji Ho.
Mendengar ini Ji Ho merasa Fei Chen seperti orang yang tidak mempunyai pekerjaan dan mencari waktu luang untuk bersenang-senang.
“Bukankah lebih cepat membunuh mereka semua? Kekuatanmu itu sudah lebih dari cukup untuk melakukannya,” ujar Ji Ho.
__ADS_1
“Jika seperti itu maka ini tidak akan menarik. Kau tahu, Ho‘er, semenjak aku membunuh Sun Yelong, Mao Gang melakukan pergerakan tersembunyi. Dia melakukan kontak dengan Xiao Ho Chi. Entah mereka bekerjasama atau tidak, setelah aku menyatukan Benua Tujuh Bintang dibawah nama kebesaranku dan Permata Tujuh Bintang, aku akan memulai perburuan membunuh para Raja Iblis Agung.” Fei Chen mengatakan itu dengan ekspresi yang serius.
“Baiklah, kalau begitu aku akan memulai peranku sebagai Kelinci Pencuri.” Ji Ho berkata sambil mengeluarkan sebuah topeng kelinci berwarna putih.
“Kelinci Pencuri?” Fei Chen melihat Ji Ho memakai topeng kelinci putih lalu meminta denah lokasi tempat yang akan dia curi pada Fei Chen.
“Beberapa pejabat korup juga menjadi target dan bukan hanya Bangsawan Tae dan Jendral Kang.” Fei Chen menjelaskan.
“Aku mengerti, Ayah Fei.” Ji Ho langsung membungkuk dan memberi hormat kepada Fei Chen sebelum pergi.
Fei Chen tersenyum dan berharap akan ada kejadian menarik di Ibukota Korain.
“Aku berpikir Bibi Xhin, tidak Wei‘er adalah satu diantara tujuh wanita yang memiliki Tujuh Permata Bintang namun ternyata bukan. Andai saja aku bisa mendeteksi, aku tidak perlu melakukan tindakan bodoh seperti ini.” Fei Chen yang kesal menendang sebuah batu dan batu tersebut mengarah ke arah seseorang yang sedang menikmati hidangan sup hangat daging.
“Nyonya, maafkan aku!” Fei Chen tidak menyangka batu yang ia tendang akan mengenai seorang wanita.
Wanita itu menggunakan tudung dan sebuah cadar yang dibuka sedikit, lalu dengan tatapan tajam dia menatap kearah Fei Chen.
Dengan pandangan matanya yang sinis, wanita itu menjulurkan kaki kanannya dan berselonjor diatas bangku panjang dan meminta Fei Chen bertanggung jawab.
“Pijat kakiku yang terkilir ini sampai sembuh. Ini perintah.” Wanita itu dengan sikap sombongnya berkata demikian kepada Fei Chen.
Fei Chen jongkok lalu memijat kaki wanita tersebut. Melihat Fei Chen yang tunduk padanya, wanita tersebut tersenyum puas dan mulai menikmati sup hangat tersebut hingga habis.
__ADS_1
“Kau memiliki bakat, anak muda. Katakan padaku siapa namamu?” Wanita itu bertanya.
“Aku...” Fei Chen ingin menyebut Kang-Dae, hanya saja mulutnya berhenti berkata saat melihat seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah Kang Bora sedang berjalan dengan Nam Yoon Ji.
“Namaku adalah Kang-Dae, Nyonya.”
“Kang-Dae?” Wanita itu terlihat terkejut dan langsung berdiri dihadapan Fei Chen.
“Bayar lah makanan yang ku pesan dan mulai sekarang kau harus bekerja sebagai pengawalku.” Wanita itu malah menyuruh Fei Chen dan langsung berjalan pergi.
Fei Chen membayar makanan yang dipesan wanita tersebut lalu mengikutinya dari belakang.
“Tenang saja, Kang-Dae. Aku akan membayar hutang ku padamu.” Wanita itu menoleh menatap Fei Chen dan tersenyum tipis.
Wanita itu mendekati Fei Chen dan berbisik, “Dengan tubuhku, aku akan membayarnya.”
“Aku tidak peduli dengan itu, Nyonya. Lebih baik kau katakan padaku siapa namamu,” ucap Fei Chen.
“Namaku?” Wanita itu memegang dadanya dan terlihat anggun saat menatap Fei Chen sinis.
“Aku adalah Chul Min Ah. Aku memiliki tujuan untuk membunuh semua pejabat yang tersisa dan membersihkan negeri ini dari orang-orang busuk seperti mereka.” Wanita itu menunjuk Kang Bora dan Bangsawan Tae.
Mengetahui nama wanita dihadapannya Fei Chen terkejut. Tidak pernah dia sangka akan bertemu dengan Chul Min Ah dalam situasi seperti ini.
__ADS_1