Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 45 - Bocah Cilik


__ADS_3

PBTB 45 - Bocah Cilik


Fei Chen terkejut saat duduk dikursi singgasana dan disana terdapat Ling Ye bersama Yang Xiaomi sedang duduk disamping kiri dan kanannya.


”Gege... Sepertinya kau lupa dengan istri mudamu ini ya? Apa kau tidak lagi menarik?” ucap Ling Ye manja sambil memanyunkan bibirnya.


”Yeye, pepatah mengatakan yang tua lebih mahir dan menggoda. Aku masih belum kalah darimu,” sahut Yang Xiaomi.


”Semua itu Gege yang putuskan. Pilih aku atau Kakak Xiaomi?!” ujar Ling Ye sengit.


Tubuh klon Fei Chen lenyap saat Ling Ye menanyakan hal seperti itu dan Fei Chen yang asli muncul di depan mereka lalu duduk dengan cara yang elegan.


”Ye‘er, Xiaomi‘er, aku tidak bisa memilih satu diantara kalian. Aku akan memilih semuanya. Semua istriku. Perdebatan selesai dan dokumen ini sangat penting. Kalian berdua melakukan pekerjaan yang bagus.” Fei Chen justru tersenyum bangga karena menemukan informasi yang berguna dari Ling Ye dan Yang Xiaomi.


”Hmmm...” Yang Xiaomi dengan indera penciuman tajam mencium bau badan Fei Chen.


Begitu juga dengan Ling Ye yang tidak mau kalah.


“Wangi seorang wanita berumur? Wangi seorang Ibu-ibu...” ucap Ling Ye dan membuat Fei Chen tersedak.


“Suami sialan! Sementara kami berdua dikelabui dengan tubuh bayanganmu, tubuh aslimu main kuda-kudaan dengan siapa hah?!” Yang Xiaomi langsung memegang leher Fei Chen.

__ADS_1


Sementara itu Ling Ye langsung mencengkeram sesuatu diantara kedua kaki Fei Chen.


”Pedang tumpul ini minta dipotong biar diam dan tidak menusuk orang! Dasar penjahat!” Ling Ye menariknya hingga membuat Fei Chen meringis.


Ning Guang dan Gu Shi pun masuk. Keduanya melihat Fei Chen seperti sedang dihakimi oleh Ling Ye dan Yang Xiaomi.


”Masih pagi kalian udah semangat sekali. Apa kami menggangu?” Ning Guang tersenyum mengeledek.


”Ningning, suamimu ini ternyata pergi keluyuran dengan wanita lain! Apa kau tidak membuatnya betah dengan tubuh indahmu itu?!” Yang Xiaomi malah menegur Ning Guang.


”Itu suamimu juga, bodoh! Lagian suami kita ini tidak normal! Aku saja selalu kewalahan selama delapan tahun!” Ning Guang melingkarkan kedua tangannya dileher Fei Chen dan berbisik.


”Kau tidak boleh berdiri ataupun menggerakkan tanganmu. Itulah hukumanmu saat kami berbuat jahil padamu!” Ning Guang tersenyum sadis sebelum melancarkan aksinya.


”Ini gila...” Gu Shi memalingkan wajahnya saat melihat Fei Chen tidak mengenakan sehelai benangpun dan Ning Guang duduk dipangkuannya.


”Permainan yang menarik.” Yang Xiaomi malah terpancing.


”Aku akan mengajak Kakak Mimi, Kakak Taohua dan Kakak Susu.” Tiba-tiba Ling Ye keluar ruangann singgasana memanggil Qiao Mi, Xi Taohua dan Liang Su.


”Yeye, apa ini tidak berlebihan?” Gu Shi merasa kasihan kepada Fei Chen namun saat melihat wajah suaminya itu rasa kasihannya menghilang.

__ADS_1


”Kenapa kau malah terlihat sangat bahagia Chen‘gege sialan!” umpat Gu Shi.


Diwaktu yang sama klon Fei Chen berhasil menemukan keberadaan bocah cilik yang dimaksud sisa-sisa pendekar Aliran Pedang Iblis.


”Aku sudah menduga kau akan kemari, Raja Neraka. Aku tidak menyangka kau mendatangi seorang bocah sepertiku.” Bocah cilik duduk diatas batu dan langsung menyapa Fei Chen.


“Memiliki banyak istri akan menjadi kelemahannmu, Raja Neraka. Kau akan mati karena kelemahanmu itu.” Bocah cilik itu justru memberikan peringatan kepada Fei Chen.


”Kelemahan? Hentikan omong kosong mu bocah tengik! Semua istriku adalah kekuatanku! Mereka hebat dalam banyak hal! Mereka bukanlah kelemahannku!” Fei Chen justru membalasnya sengit.


”Hahahaha.... Terserah apa katamu! Kau kemari karena penasaran denganku bukan?!” Bocah cilik itu berjalan mendekati Fei Chen dan tersenyum menyeringai.


”Kita pernah bertemu di Kekaisaran Kai saat aku memastikan kekuatanmu. Sepertinya kau benar-benar sudah berkembang pesat dan jujur saja kau sudah membuatku marah.” Bocah cilik itu tiba-tiba melepaskan aura pekat yang mematikan dan membuat Fei Chen tersenyum.


”Xiao Ho Chi... Apakah itu kau? Dapat mengubah wujud sesuka hati. Apa kau bisa mengubah wujudmu sebagai seorang perempuan? Aku ingin melihat seberapa hebat dirimu!” Fei Chen tersenyum mengejek dan membuat bocah cilik itu marah.


”Keparat! Kau merendahkanku!” Tiba-tiba tubuh bocah cilik itu berubah menjadi seorang pria paruh baya.


”Tidak ada menariknya. Matilah.”


Melihat tubuh pria paruh baya Xiao Ho Chi membuat klon Fei Chen memukul tubuhnya tersebut hingga lenyap. Klon Fei Chen pun secara perlahan menghilang karena tubuh asli Fei Chen membutuhkan konsentrasi dan tenaga ekstra untuk melewati hukuman istrinya.

__ADS_1


__ADS_2