Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 16 - Kaisar Penakluk Wanita


__ADS_3

PBTB 16 - Kaisar Penakluk Wanita


Fei Chen tersenyum tipis, “Nyonya, kita tidak saling mengenal dan tiba-tiba kau menggodaku.”


“Aku Park Mi Kyung, pemilik rumah hiburan yang meracuni Kim Baek Jun, Penasehat Dae dan Kang Bora.” Park Mi Kyung mengatakan sesuatu dengan lembut ditelinga Fei Chen dan membuat Fei Chen tersenyum tipis.


“Sebaiknya kita kesini...” Park Mi Kyung menarik tangan Fei Chen dan membawanya kedalam ruangan kamar milik Hea Eun Soo.


“Ini kamar Nyonya Eun Soo... Nyonya Park-”


Park Mi Kyung mengecup bibir Fei Chen dan membuat pria itu tidak dapat melanjutkan ucapannya. Fei Chen membalasnya dan duduk di tepi ranjang saat Park Mi Kyung mendorongnya.


“Duduklah dengan tenang dan biarkan aku yang bekerja untukmu...” Park Mi Kyung berkata kepada Fei Chen dengan nafas tersengal. Bagaikan kerbau yang ditusuk hidungnya Fei Chen melakukan apa yang dikatakan Park Mi Kyung.


Park Mi Kyung meraba tubuh Fei Chen dan berniat melepaskan pakaiannya namun sebelum itu terjadi dia mendengar suara teriakan dari luar.


“Mi Kyung!” Pemilik suara ini adalah Hea Eun Soo.


“Eun Soo! Kenapa kau bangun dengan cepat?” Park Mi Kyung merasa sebal. Tanpa sadar Park Mi Kyung meraba sesuatu yang membuatnya darahnya berdesir.


Ekspresi Park Mi Kyung membuat Fei Chen tersenyum. Fei Chen mengetahui identitas Park Mi Kyung yang sudah ditinggal suaminya lebih dari sepuluh tahun. Selama itu dia membuka rumah hiburan dan menjadi wanita penghibur bahkan belakangan ini Park Mi Kyung menjadi pelampiasan Kang Bora.


“Ini...” Park Mi Kyung terkejut dan menelan ludah.


Fei Chen berdiri dan menatap Park Mi Kyung dengan dingin, “Park Mi Kyung, aku mengetahui masa lalumu. Aku tidak peduli dengan semua itu dan kau harus mengetahuinya jika diriku akan tidur bersama wanita yang menjaga hati dan tubuhnya hanya untukku.”


“Kau belum memenuhi kriteria semua itu...” Fei Chen menambahkan.

__ADS_1


Park Mi Kyung kagum dengan semua hal yang ada pada diri Fei Chen. Tatapan dingin Fei Chen memporak-porandakan hatinya dengan parasnya yang rupawan. Wanita ini akhirnya mengetahui mengapa Fei Chen dikenal sebagai Kaisar Penakluk Wanita.


“Fei Chen... aku akan membuktikan perasaanku...” Park Mi Kyung berkata dengan nafas yang tidak beraturan.


“Mi Kyung! Mi Kyung! Dimana kau?!”


Darah Fei Chen berdesir saat mendengar teriakan Hea Eun Soo, begitu juga dengan Park Mi Kyung yang berkeringat dingin karena sekarang keduanya berada didalam kamar Hea Eun Soo.


Fei Chen menarik tubuh Park Mi Kyung dan meremas pinggul Park Mi Kyung sambil berbisik lirih, “Seperti milik Soo Ah... Kau sangat menggoda Mi Kyung...”


Wajah Park Mi Kyung merah padam dan menatap Fei Chen malu, “Soo Ah adalah saudari kembarku...”


Mendengar itu Fei Chen tersenyum dan mengecup kening Park Mi Kyung sambil berkata, “Pergilah. Kita bisa melanjutkannya dilain hari.”


“Kau harus berjanji.” Park Mi Kyung membutuhkan kepastian.


Setelah itu keduanya keluar dari ruangan, Fei Chen berjalan menuju ruang kamar tamu. Disana dia berbaring sambil memejamkan matanya.


Fei Chen membutuhkan ketenangan namun saat memejamkan mata bayangan tubuh Park Soo Ah dan Park Mi Kyung muncul terlebih keduanya merupakan saudari kembar.


“Sial!” Fei Chen mengumpat.


Sedangkan diluar ruangan Park Mi Kyung diinterogasi oleh Hea Eun Soo.


“Mi Kyung kenapa wajahmu menjadi terlihat begitu cerah? Terlebih kau datang dari arah kamarku bukan?” ucap Hea Eun Soo sambil menatap lekuk tubuh Park Mi Kyung.


“Itu... Itu karena aku menunggu bayaran yang kau janjikan Eun Soo.” Park Mi Kyung menjawab.

__ADS_1


“Jadi dimana Raja Neraka? Jangan membohongiku Eun Soo. Kau harus ingat perjanjian kita.” Park Mi Kyung mengingatkan.


Hea Eun Soo tersenyum dan berkata dalam hati, ‘Hmmmm... Wanita licik ini... Dia dan Fei Chen hampir bergulat dikamarku. Aku melihat semuanya dan aku tidak akan membiarkan kau mendahuluiku merasakan benda itu.’


“Kita tunggu saja Mi Kyung. Tapi aku rasa dia sudah kembali.” Hea Eun Soo memberikan penjelasan.


“Kalau begitu aku akan tidur dulu.” Park Mi Kyung tiba-tiba meninggalkan Hea Eun Soo dan kembali ke kamarnya Hea Eun Soo.


“Kenapa ke arah kamarku?” protes Hea Eun Soo.


“Tidak apa kan? Lagipula kita ini teman lama Eun Soo.” Park Mi Kyung tersenyum dan masuk kedalam kamar Hea Eun Soo.


Hea Eun Soo hanya menghela nafas dan memilih ke kamar yang digunakan Fei Chen untuk beristirahat. Sesampainya disana Hea Eun Soo melihat Fei Chen berbaring lalu masuk kedalam sambil menutup pintu dengan pelan dan tidak rapat.


“Chen‘er... Tiga hari yang lalu kau masih ingat bukan?” Hea Eun Soo tersenyum lembut kepada Fei Chen yang sedang berbaring.


“Nyonya Eun Soo...” Fei Chen memperhatikan Hea Eun Soo yang berjalan pelan dan naik keatas ranjang, “Kita akan membuktikannya malam ini...”


Hea Eun Soo sengaja menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Fei Chen dan menindihnya.


“Panggil aku Eun Soo, Chen‘er...” Hea Eun Soo menatap Fei Chen dan mengingat hal yang dilakukan Fei Chen bersama Park Mi Kyung.


Fei Chen mengetahui dengan jelas jika Hea Eun Soo sangat membutuhkan perhatian dan ketulusan seorang pria. Wanita cantik berumur empat puluh tahun ini mempercayakan semua itu kepada Fei Chen dan Fei Chen akan membuktikannya malam ini dan seterusnya.


“Eun Soo... Malam ini dan seterusnya... Kau milikku...”


Darah Hea Eun Soo berdesir mendengar ucapan hangat penuh ketenangan dari pria yang lebih muda darinya ini.

__ADS_1


__ADS_2