Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 53 - Rubah Api Yang Licik


__ADS_3

PBTB 53 - Rubah Api Yang Licik


Fei Chen menatap lembut Masayu dan mata keduanya beradu penuh kehangatan. Masayu memegang pipi Fei Chen saat pria itu membenamkan tubuhnya diatas dirinya.


Kehangatan yang menjalar menghiasi tubuh Masayu untuk pertama kalinya. Dinginnya malam tidak dapat menembus kehangatan saat keduanya menyatu. Penghalang terakhir Masayu dipecahkan Fei Chen dan keduanya mengarungi malam dengan suara yang indah beradu penuh kasih.


Semalaman Fei Chen dan Masayu memperagakan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang tanpa henti. Fei Chen terkejut karena Masayu dapat meladeni dirinya seperti Mao Ruyue dan Park Mi Kyung, walau kedua wanitanya itu dapat ditaklukkan sama halnya seperti Masayu yang duduk lemas dipangkuan Fei Chen.


”Masayu...” Fei Chen menepuk pinggul Masayu dan membuat tubuh wanita itu bergetar.


”Mmmmmsss... Jangan lagi...”


”Aku...”


Suara Masayu tercekat dan hanya mulutnya saja yang terbuka lebar dengan bagian bawahnya yang mencengkeram keperkasaan Fei Chen dengan sangat erat.


Fei Chen tersenyum hangat dan memeluk pinggang Masayu lembut sambil berbisik mesra, ”Tidurlah sayang...”


Masayu tersipu malu dan tidak menyangka ia akan takluk seperti ini sebagai seorang wanita dihadapan Fei Chen.

__ADS_1


Masayu pun tertidur beberapa jam hingga matahari terbit. Tubuhnya terasa lemas namun aura dalam meridiannya mengalir dengan deras dan hangat terlebih perutnya yang terasa penuh.


Fei Chen tersenyum melihat Masayu yang terbangun sambil membelai rambutnya yang berantakan itu.


”Fei... Chen? Aaahhh!” Masayu memekik kaget karena mengingat kejadian semalam.


”Lupakan... Ooohh!” Saat Masayu hendak berdiri Fei Chen malah menahan tubuhnya dan membuat keduanya menyatu erat.


”Sekali lagi baru kita pergi...” bisik Fei Chen membuat pipi Masayu memerah.


____


Kekacauan di Kota Hinogawa itu membuat kelompok samurai Rubah Api mengawasi kota dengan teliti dan ketat terutama kediaman milik Fei Chen yang ada disana. Kejadian di Kota Hinogawa ini membuat penduduk menjadi takut karena mengira akan terjadi pertumpahan darah.


Walau berhasil melindungi Eimi dan Ichiba, namun Emi Kagura masih belum dapat membantu keduanya. Selain identitas Emi yang masih dirahasiakan dari masyarakat, kelompok samurai Rubah Api telah mengalahkan beberapa pengikut Emi Kagura.


Saat ini bawahan Emi Kagura yakni Takamura, Suidan dan Zora sedang mengawasi kondisi di Kota Hinogawa. Kekuasaan kelompok samurai Rubah Api sangat mendominasi dan membuat pergerakan mereka terbatas.


Selain ketiganya mencoba mencari keberadaan putri angkat Emi Kagura yang bernama Hinatsuru, mereka bertiga hendak mengirimkan pesan kepada Futaba mengenai rencana jahat Onigari palsu yakni Tojo Minamito kepada suami Futaba tersebut.

__ADS_1


Mereka semua tidak mengetahui rencana tersendiri yang dilakukan pemimpin Hiu Laut dan mengira kelompok samurai Hiu Laut berpihak pada mereka semua.


Mereka bertiga gagal pergi meninggalkan kota karena ketatnya pengawasan. Beralih untuk pergi malah mereka bertiga kembali menuju tempat persembunyian yang tidak lain adalah Rumah Hiburan Temari milik Ameko.


Disanalah Ichiba dan Eimi bersembunyi. Dengan pengawasan yang ketat, Takamura, Suidan dan Zora mengamati sosok pemimpin kelompok samurai Rubah Api yang bernama Utsuo sedang mengunjungi Ameko.


”Suidan, Zora, kalian berdua gunakan kesempatan ini untuk pergi keluar kota dan menghubungi kelompok Hiu Laut. Aku yang akan menjaga Nyonya Emi dan yang lain,” ucap Takamura.


Suidan dan Zora pun mengikuti saran Takamura dan pergi meninggalkan Rumah Hiburan Temari. Takamura berniat mengikuti Ameko hingga kedalam ruangan, namun Ameko memberi syarat pada Takamura untuk pergi karena Utsuo ingin membicarakan hal yang serius.


Ekspresi wajah Ameko terlihat berbeda malam itu, seperti terancam dan ketakutan.


Didalam ruangan pribadi Ameko, terlihat Utsuo sudah berbaring tanpa busana.


”Ameko, aku tidak menyangka akan tidur denganmu setelah berapa kali kau menolak diriku. Wanita bernama Hinatsuru datang padaku dan dia bersedia menjadi istriku jika aku melepaskanmu.” Utsuo menyeringai saat melihat Ameko ketakutan dan pasrah.


”Kumohon jangan sentuh Hinatsuru... Sebagai gantinya aku akan melayanimu...” ucap Ameko lemah.


Utsuo semakin tersenyum lebar dan menepuk pahanya.

__ADS_1


”Merangkak kemari dan layani aku.”


__ADS_2