Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 8 - Fei Chen Versi Lite


__ADS_3

PBTB 8 - Fei Chen Versi Lite


Ji Ho dan Hea Eun Jung masuk kedalam rumah hiburan. Keduanya menyewa ruang tamu yang sederhana sambil memperhatikan sekeliling mereka. Suasana di rumah hiburan sedikit sepi dan dari ruang tamu yang mereka berdua pesan dapat melihat aktivitas yang dilakukan Park Ki Kyong.


Dua orang yang diamati Ji Ho dan Hea Eun Jung adalah Raja Kim dan wanita yang merupakan istri dari Park Ki Kyong.


“Sepertinya Jendral Park sudah mabuk keras...” ucap Hea Eun Jung dengan wajah memerah.


Sedangkan Ji Ho yang polos tidak mengetahui maksud Hea Eun Jung dan melirik ke ruang tamu yang ada diatas mereka. Matanya terbelalak saat melihat Park Ki Kyong memeluk wanita paruh baya dengan buas dan keduanya sedang mengarungi kegiatan indah mereka.


“Uhuk! Uhuk!” Ji Ho batuk saat langsung meminum arak yang dipesan Hea Eun Jung.


“Ini apa Nyonya Hea?” tanya Ji Ho.


“Itu adalah arak. Disini hanya ada minuman seperti ini yang dapat kau pesan.” Hea Eun Jung menjelaskan.


Wanita itu tersenyum kecil karena mengetahui Ji Ho adalah pemuda polos yang masihlah seorang bocah. Hea Eun Jung minum dengan santai berbeda dengan Ji Ho yang gugup karena melihat pemandangan Park Ki Kyong dengan wanita pelayan rumah hiburan.


Selang beberapa saat Ji Ho menajamkan indera pendengarannya dan melihat Raja Kim.


“Nyonya Park, itulah kelakuan suamimu. Dia meninggalkanmu berbulan-bulan dan menikmati kekuasaannya. Aku sudah melarangnya tetapi dia tetap bersikeras,” ucap pria tampan yang tidak lain adalah Raja Kim, Kim Baek Jun.


“Raja Kim, sebaiknya kita pergi dari sini. Aku ingin kembali ke Ibukota Korain,” ajak wanita berumur empat puluhan tahun bernama Park Soo Ah.


Kim Baek Jun tersenyum, “Nyonya Park, apa kau tidak ingin melakukan hal yang sama dengan Jendral Park? Jika dia berkhianat bukankah kau juga bisa melakukannya?”

__ADS_1


Park Soo Ah menatap Kim Baek Jun dan menggelengkan kepalanya, “Tidak, Raja Kim. Saat ini aku sedang sangat hancur dan butuh ketenangan. Orang itu akan berbuat kasar jika dia marah.”


“Kau tidak perlu takut Nyonya Park. Kau masih cantik dan aku menyukaimu. Aku akan melindungimu jika kau menjadi wanitaku.” Kim Baek Jun memegang tangan Park Soo Ah dan membawanya menuju keluar rumah hiburan.


Ji Ho menatap Hea Eun Jung dan segera mengikuti keduanya setelah membayar. Mereka berdua melihat Kim Baek Jun dan Park Soo Ah pergi menuju lorong kecil yang ada di Kota Jisa.


Disana Kim Baek Jun mencoba mengecup bibir Park Soo Ah namun wanita itu menghindar. Akhirnya Kim Baek Jun hanya meraba dada dan mulai menggesekkan milik mereka.


Hea Eun Jung yang melihat ini memerah wajahnya sedangkan Ji Ho seperti melihat sesuatu yang membangkitkan jiwa kelakiannya.


“Raja Kim... Aaaahhh... Berhenti... Ssshhh...” Park Soo Ah menggelengkan kepalanya saat Kim Baek Jun mencoba melepaskan kain tipit yang menutupi pahanya.


“Nyonya Park, aku ingin.” Kim Baek Jun mengecup pipi Park Soo Ah dan membuat pipi wanita itu bersemu merah.


“Beri aku waktu Raja Kim. Untuk saat ini aku tidak bisa melakukan hal ini denganmu.” Park Soo Ah merapikan pakaiannya dan menjelaskan.


“Aku akan menunggumu, Soo Ah.” Kim Baek Jun kembali merapikan pakaian bawahnya dan memeluk tubuh indah Park Soo Ah.


Sedangkan Ji Ho yang sudah di bawah pengaruh arak merasakan hal aneh pada tubuhnya. Melihat Hea Eun Jung membuat Ji Ho tidak dapat berpikir jernih.


“Ji Ho, mereka berdua sepertinya berniat kembali ke Ibukota Korain,” ucap Hea Eun Jung.


Ji Ho mengangguk dan mengajak Hea Eun Jung untuk memesan kamar penginapan mengingat hari sudah mulai gelap.


Keduanya mendapatkan satu kamar yang tersisa di Penginapan Bulan Madu. Ji Ho memerah wajahnya begitu juga dengan Hea Eun Jung saat berada didalam kamar.

__ADS_1


“Ji Ho, apa kau ingin melakukannya?” Hea Eun Jung bertanya.


“Melakukan apa Nyonya Hea?” Ji Ho balik bertanya.


“Panggil aku Eun Jung, Ji Ho,” ucap Hea Eun Jung.


“Melakukan hal yang seharusnya dilakukan seorang kekasih,” ujar Hea Eun Jung.


Wajah Ji Ho merah padam dan langsung memalingkan wajahnya.


“Eun... Eun Jung, aku... Aku.. Bel-” Ji Ho terbata-bata dan tidak sengaja menggigit lidahnya sendiri dan ini membuat Hea Eun Jung tertawa renyah sambil mencubit pipi Ji Ho.


“Aku hanya bercanda Ji Ho. Aku hanya ingin menggodamu saja,” jelas Hea Eun Jung.


Ji Ho melihat tubuh Hea Eun Jung yang indah dan wajah keibuannya, lalu menarik wanita berumur empat puluh tahun itu untuk merebahkan dirinya diatas ranjang.


“Aaaahhh!” Hea Eun Jung kaget karena Ji Ho tiba-tiba menindih tubuhnya.


“Eun Jung, bimbing aku...” Ji Ho membisikkan sesuatu ditelinga Hea Eun Jung dan membuat wanita paruh baya itu memerah wajahnya.


____


Guys, bikin Kang-Dae ngeharem apa si Dae Ho nih?


Crazy Up ntar ya tunggu gue agak longgar waktunye. Soalnye sibuk kerja juga, jadi kudu pinter atur waktu.

__ADS_1


__ADS_2