
PBTB 47 - Aksi Lanlan dan Yanyan
Semenjak insiden delapan tahun yang lalu, Kekaisaran Kai banyak berubah. Fei Chen yang tidak ingin terlibat dalam urusan pemerintahan negeri para samurai ini malah menjadi belati tajam yang menusuk dirinya karena ada orang yang semena-mena menggunakan nama penyamarannya.
Kekaisaran Kai dibagi menjadi tiga wilayah yakni Negeri Api, Negeri Air dan Negeri Es. Penguasa ketiga wilayah ini adalah orang yang berperan beberapa tahun lalu, namun seiring berjalannya waktu sosok Onigari yang palsu memanipulasi banyak samurai dan memproklamirkan dirinya sebagai Shogun Negeri Kai.
Banyak yang mempercayainya dan sekarang perlahan Negeri Kai membentuk pemerintahan yang baru. Alasan Fei Chen datang kemari untuk memastikan keselamatan istrinya disana dan langsung menuju Kerajaan Historia dari negeri tersebut.
”Guru, kami merasakan aura keberadaan seseorang.” Chu Meilan yang sedang memejamkan mata berkata.
Fei Chen tersenyum bangga karena Chu Meilan dapat berkembang pesat dengan cepat, terlebih usia Chu Meilan yang muda. Fei Chen sendiri sudah merasakan hawa keberadaan seseorang semenjak mereka memasuki Negeri Api.
Dengan hutan belantara dibawah sana, Fei Chen menajamkan matanya dan seketika matanya terlihat begitu bengis saat mengetahui apa yang terjadi dibawah sana. Segera Fei Chen mengatur aliran nafasnya untuk tenang sebelum memberikan perintah kepada Ma Mingyan dan Chu Meilan.
”Aku memiliki tugas untuk kalian berdua. Selamatkan istriku disana.”
”Baik. Kami akan menyelamatkan istrimu, Chen‘gege.” Tanpa pikir panjang Ma Mingyan melompat dan langsung mengeluarkan pedangnya.
Seketika dedaunan warna hijau yang besar berjatuhan dari langit. Kemudian Chu Meilan mengikuti Ma Mingyan dan langsung terjun dengan heboh karena kemampuan unik Tuan Putri Chu tersebut.
”Kya!” Suara teriakan seorang wanita terdengar dan Chu Meilan langsung menyapu sekelilingnya dengan pandangannya.
”Cih! Siapa yang mengganggu!”
”Dua gadis? Apa yang bisa dilakukan dua gadis ini? Ikat mereka bersama Sayuri!”
”Baik!”
Rombongan samurai yang mengejar wanita yang tidak lain adalah Sayuri langsung mengelilingi Ma Mingyan dan Chu Meilan, sementara yang lainnya kembali mengejar Sayuri sebelum mengepungnya dari berbagai arah.
__ADS_1
”Lihat, dua gadis yang terlihat sangat cantik!”
”Benar, aku yakin mereka akan mahal jika dijual dan dipekerjakan di Rumah Hiburan Hinogawa!”
Suara tawa para samurai menggema sebelum akhirnya beberapa dari mereka bergerak kearah Chu Meilan melayangkan serangannya.
Chu Meilan tersenyum dan mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangannya.
”Perut kalian kosong! Jangan salahkan aku jika berlubang!” Dengan santainya melepaskan pukulan pada orang-orang yang menyerangnya.
Suara tulang yang patah dan cipratan darah mewarnai aksi Chu Meilan yang terlihat terbiasa membunuh ini. Gerakannya begitu lincah dan serangannya sangat bertenaga karena Chu Meilan memiliki kondisi khusus yakni Tubuh Dewa Perang.
Berkat latihan yang Fei Chen ajarkan kepada Chu Meilan dan pengobatannya yang setara dengan pengobatan para dewa ini membuat Chu Meilan dapat tumbuh dewasa. Chu Meilan akan sempurna dan kuat jika memiliki nadi dan darah yang sama seperti Fei Chen saat keduanya melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.
Dan sudah dipastikan Chu Meilan akan memiliki kemampuan yang setara dengan Ying Xie dan Su Xiulan jika diberi arahan yang benar.
Berbeda dengan Chu Meilan yang terlihat menikmati pertarungan dan bertindak lepas, Ma Mingyan berhati-hati dan langsung menyelamatkan Sayuri sambil melepaskan tenaga dalam berjumlah besar menciptakan akar-akar tumbuhan yang sangat kuat dan mengikat tubuh para samurai.
Ma Mingyan membunuh hampir semua samurai dan menyisakan satu orang. Lalu Ma Mingyan tersenyum sinis kepada Chu Meilan.
”Kau harus mendapatkan informasi dari musuh sebelum membunuh. Itulah yang diajarkan Chen‘gege padaku, gadis kecil.”
”Apa katamu?! Kau mungkin lebih tua dariku tapi aku tidak sekecil itu!”
Ma Mingyan dan Chu Meilan malah berdebat. Keduanya terlihat tidak akur karena seperti seorang kakak beradik.
”Para gadis keparat! Aku ingatkan agar kalian berdua jangan ikut campur masalah ini jika ingin hidup! Tuan Onigari yang membunuh Sun Yelong akan marah jika kalian menghentikan kami menangkap wanita itu!”
Samurai yang tubuhnya terikat malah memberikan peringatan kepada Ma Mingyan dan Chu Meilan.
__ADS_1
”Berisik!”
Ma Mingyan dan Chu Meilan kompak menendang wajah samurai tersebut sebelum Ma Mingyan mencekik leher samurai tersebut.
”Kau ingin mati dengan cara apa hah?!”
Melihat Ma Mingyan bersikap dingin membuat Chu Meilan memukul kakak seperguruannya itu.
”Berhenti mengikuti Guru!”
”Hah? Siapa yang mengikutinya? Aku hanya terbawa suasana!”
”Jangan mengelak! Berapa lama kau berlatih seperti ini?”
Melihat Ma Mingyan dan Chu Meilan yang bertengkar, Sayuri menatap keduanya waspada sebelum bersuara.
”Tadi kalian berdua menyebut Chen‘gege? Apa yang kalian berdua maksud adalah Fei Chen?”
Ma Mingyan dan Chu Meilan berhenti bertengkar dan langsung menatap Sayuri. Namun sebelum keduanya menjawab, Fei Chen turun kebawah dan langsung memegang kepala samurai tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Tubuh samurai tersebut terbakar hidup-hidup dan lenyap saat api hitam membakar tubuhnya.
”Semua ini terjadi karena aku menolak usulan Senior Shirayuki menjadi penguasa negeri ini. Mereka benar-benar melakukan tindakan bodoh yang terlalu jauh.” Fei Chen berkata sambil mendekati Sayuri dan mengulurkan tangan.
”Suami?” Mata Sayuri berkaca-kaca dan langsung memeluk Fei Chen.
Fei Chen mengelus rambut Sayuri dan mendekap istrinya ini erat.
”Aku akan menyelamatkan Eimi dan Ichiba,” bisik Fei Chen pelan.
__ADS_1