
PBTB 50 - Rencana Terselebung Xiao Ho Chi
Mata Fei Chen melebar dan aura pekat mematikan keluar dari tubuhnya. Kilatan petir di kolam keluar dan menyambar tubuhnya. Sekian lama akhirnya Fei Chen tersenyum dingin dipenuhi kemarahan karena merasakan firasat buruk.
”Bagus, jika kau datang dengan sendiri kesini. Aku akan membunuhmu. Kita memiliki masalah pribadi Xiao Ho Chi.” Segera Fei Chen memakai pakaiannya dan langsung melepaskan kemampuan teleportasi tingkat tinggi miliknya itu.
Hembusan angin dingin menghempas butiran salju. Sebuah aura berwarna ungu secara perlahan membentuk menjadi portal teleportasi. Sepersekian detik portal itu dipenuhi petir berwarna ungu.
”Kau kemari Fei Chen! Aku akan memperlihatkan kesengsaraan padamu!” Sosok bocah cilik yang tidak lain adalah Xiao Ho Chi tersenyum menyeringai.
Sosok itu secara perlahan berubah menjadi pemuda tampan dan dengan gagahnya berdiri dihadapan Fei Chen yang keluar dari portal.
”Aku akan memberitahu... Ugh!” Xiao Ho Chi terkejut karena Fei Chen sudah menusuk perutnya menggunakan telapak tangan kanannya yang menajam.
”Jangan terburu-buru, bocah!” Xiao Ho Chi malah tersenyum semakin lebar saat Fei Chen meremas jantungnya dan menghancurkannya.
”Kau tidak akan bisa dapat membunuhku!” Setelah itu Xiao Ho Chi memegang kedua tangan Fei Chen sambil melepaskan aura pekat berwarna hitam.
__ADS_1
Fei Chen mencoba menarik tangannya namun pegangan kedua tangan Xiao Ho Chi terlalu kuat.
”Mati bersama tubuh palsuku ini, bocah!” ujar Xiao Ho Chi sebelum tubuh pemuda tampan yang ia gunakan meledak.
Ledakan dahsyat itu menghancurkan tebing yang dekat dengan lokasi pertarungan. Hembusan angin yang kencang dan kerusakan parah membuat tempat pertarungan keduanya hancur.
Fei Chen tidaklah mati, namun dia harus menggunakan banyak Qi untuk menciptakan klon es yang kuat demi menyelamatkan dirinya.
”Keparat itu!” Fei Chen mengumpat karena mengetahui kemampuan tidak masuk akal Xiao Ho Chi.
”Aku belumlah bergerak, Raja Neraka. Bisa dibilang aku mengirim tiga klonku ke Kekaisaran Ma, Negeri Kai dan Benua Sembilan Petir. Kau hanya berhadapan dengan salah satu klonku sudah seperti ini.” Xiao Ho Chi mengejek Fei Chen.
Bukannya terpancing Fei Chen malah tertawa.
”Kau pikir dapat membunuhku hanya dengan klon palsumu itu?” Terlihat Fei Chen melepaskan api hitam di tangan kanannya.
Lalu Fei Chen bergerak sangat cepat dan langsung mencekik leher Xiao Ho Chi tersebut. Sosok pemuda tampan yang digunakan Xiao Ho Chi terbakar tubuhnya hingga tak bersisa.
__ADS_1
”Kau terlalu meremehkannku, Xiao Ho Chi!” Fei Chen menatap dingin tanah bersalju sebelum menyadari ancaman Xiao Ho Chi.
”Wilayah kekuasaanku berhasil disusupi aura sebesar ini...” Fei Chen berkata pelan sebelum berpikir jika ada yang berkhianat padanya.
”Siapa yang melakukannya?!” ujar Fei Chen dan mengingat akan perkataan Xiao Ho Chi tentang salah satu klonnya yang berada di Benua Sembilan Petir.
Segera Fei Chen mengirim klon Deshe sebagai pengantar pesan pada Qiao Mi dan yang lainnya, kemudian Fei Chen melanjutkan perjalanannya melewati dinginnya tanah bersalju di Negeri Es yang membeku.
Diwaktu yang bersamaan disebuah penginapan terlihat Ma Mingyan dan Chu Meilan memperhatikan Sayuri yang terlihat kelelahan.
Keduanya berpikir macam-macam namun saat mengingat Sayuri sudah hidup dalam pelarian selama beberapa hari, keduanya tidak berani memikirkan yang macam-macam kepada Sayuri.
Ma Mingyan dan Chu Meilan melihat Sayuri tertidur pulas seperti wanita yang mendapatkan kebahagiaan terindah dalam hidupnya.
”Sebaiknya kita harus memastikan misi ini berhasil, Kakak Yanyan.” Chu Meilan menjadi semangat setelah melihat Sayuri.
Sedangkan Ma Mingyan hanya menganggukkan kepalanya dan membatin, ‘Ekspresi ini sering kulihat di wajah Bibi Ning, Bibi Liu dan Bibi Xhin...’
__ADS_1