
PBTB 56 - Mengancam Malah Diancam
Pertemuan Utsuo dengan Toshi dikabarkan akan dilakukan besok malam. Fei Chen dan Masayu memastikan membagi tugas, Fei Chen bergerak menuju Ibukota Honjo setelah memastikan keberadaan Shirayuki dan Eimi, sedangkan Masayu akan membunuh Toshi di Kota Hinogawa bersama Hijiyama.
Dikabarkan dalam beberapa hari ini ketiga kelompok samurai akan berkumpul di Kota Hinogawa. Festival Api akan diadakan lebih cepat karena Tojo Minamito akan memperlihatkan dirinya untuk pertama kali kepada semua orang di Negeri Kai.
Hal ini membuat Fei Chen bergegas dan memikirkan sebuah rencana yang harus dia diskusikan dengan Shirayuki. Namun untuk menyelinap ke dalam Istana Kagura tentu tidak mudah karena butuh pengawasan yang ketat.
Mengetahui rombongan samurai yang dipimpin Hijiyama menuju Ibukota Honjo, Fei Chen menyusup kedalam rombongan karena semua anggotanya memakai sebuah topeng paruh elang berwarna putih.
”Bagus, lima puluh samurai sudah berkumpul. Aku akan menunggu di kota ini bersama Toshi. Aku harap kalian dapat membantu Tuan Onigari melakukan penjagaan ketat di Istana Kagura.” Sosok pria berwibawa berkata dan pria itu adalah Hijiyama.
”Tuan Onigari mengatakan akan ada sosok penyusup yang akan menyelamatkan Shirayuki ataupun Hinatsuru. Pastikan kalian membunuh orang itu.” Hijiyama menegaskan.
”Baik, Tuan Hijiyama.” Mereka semua menjawab serentak termasuk Fei Chen sebelum pergi menuju Ibukota Honjo.
Dalam perjalanan Fei Chen menyadari bahwa Xiao Ho Chi yang memberitahu Tojo Minamito. Selain itu Xiao Ho Chi terlihat tidak terlalu peduli dengan semuanya dan bermain-main sesuka hatinya.
Mengetahui ini membuat Fei Chen menahan amarahnya karena hampir saja ia melepaskan aura pembunuh secara tidak sadar. Saat Fei Chen sedang dipenuhi emosi yang meluap, darahnya semakin mendidih saat mengetahui klon miliknya yang berada di Pelabuhan Mizuha melihat sesuatu yang membuatnya marah.
__ADS_1
”Keparat! Sepertinya harus kuberi pelajaran!” ujar Fei Chen dan membuat dirinya fokus menggunakan klon miliknya itu walau sedang dalam perjalanan menuju Ibukota Honjo.
Sementara itu di Pelabuhan Mizuha situasi berjalan lancar karena Sayuri berhasil bertemu dengan Futaba dan memberitahu kejadian di Kota Hinogawa.
Chu Meilan dan Ma Mingyan mengawasi Sayuri, namun mereka berdua tidak menyangka jika tindakan Sayuri berjalan sangat lancar bahkan Yamazaki terlihat bersedia membantu.
”Suami, jadi apa yang akan kita lakukan?” ucap Futaba.
”Kita akan pergi ke Kota Hinogawa. Kita harus menolong mereka.”
Setelah itu mereka pergi menuju ke Kota Hinogawa. Namun dalam perjalanan, Yamazaki terlihat beberapa kali mendekati Sayuri dan berusaha untuk lebih akrab.
”Apa yang kau lakukan Tuan Yamazaki?! Jangan kurang ajar!” Sayuri panik saat sedang berganti pakaian tiba-tiba Yamazaki masuk dan memeluk tubuhnya.
”Jangan berisik! Futaba berada diluar... Bantu aku sebentar saja...” Yamazaki menahan kedua tangan Sayuri dan langsung melucuti pakaian wanita tersebut.
Melihat bentuk tubuh indah dan terawat Sayuri membuat Yamazaki menelan ludah. Yamazaki pun langsung menurunkan pakaian bawahnya, namun tiba-tiba ia merasakan sebuah aura yang mematikan.
‘Aura apa ini? Kenapa tubuhku gemetaran?’ Yamazaki keheranan dan memilih untuk memeriksa keluar.
__ADS_1
Sayuri ketakutan karena mengetahui niat busuk Yamazaki. Sekarang perkataan Fei Chen benar apa adanya karena Sayuri terlalu baik akhirnya ia terlalu percaya pada pria yang dinikahi sahabatnya itu.
”Suami... Tolong... Aku takut...” Sayuri gemetar ketakutan.
Saat mereka melanjutkan kembali perjalanan, Yamazaki tersenyum menatap Sayuri dan mengatakan hal yang membuat istri Fei Chen itu menjadi ketakutan.
”Kau tidak akan bisa lari. Saat tiba di kota aku akan memastikan kita berdua melewati malam bersama.”
Mengira rencananya berjalan lancar Yamazaki justru mendapatkan serangan tidak terduga yang benar-benar menghancurkan mentalnya. Semua samurai yang menjadi bawahannya mati ditangan dua gadis tak dikenal yang mengenakan topeng.
”Hiu Laut! Sebarkan hal ini pada teman-teman rendahanmu itu jika Onigari yang sesungguhnya telah kembali!” ujar Ma Mingyan yang memakai topeng.
”Kami akan memastikan kematian kalian semua!” Chu Meilan ikut mengintimidasi.
Sayuri terlihat lega sedangkan Futaba terlihat sangat ketakutan sama halnya dengan Yamazaki yang tidak menyangka tiba-tiba akan ada penyerangan.
Klon Fei Chen yang mengawasi tersenyum melihat aksi Ma Mingyan dan Chu Meilan. Namun Fei Chen memastikan Yamazaki akan mati dengan sangat menderita karena memiliki niat menodai Sayuri.
”Ku tunggu kau di Kota Hinogawa, Yamazaki!” ujar klon Fei Chen sebelum lenyap.
__ADS_1