Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 25 - Niat Busuk Kang Bora


__ADS_3

PBTB 25 - Niat Busuk Kang Bora


Kini pagi telah menyapa, kicauan burung menggema. Fei Chen terbangun dan dipeluk erat Xhin Li Wei yang tanpa busana. Keduanya terbangun bersamaan dengan tersenyum mengingat semalam keduanya melepaskan kerinduan setelah sekian lama.


Fei Chen kembali memeluk hangat Xhin Li Wei dan tidak ingin beranjak dari tidurnya. Xhin Li Wei mengusap belakang kepala Fei Chen dan membenamkan wajah pria itu ke belahan dadanya.


Fei Chen dengan sigap menikmati keindahan Xhin Li Wei sebelum akhirnya keduanya sepakat untuk melakukan pertarungan singkat.


Disisi lain atau lebih tepatnya di Istana Munjong terlihat Kim Bo Seul dikawal oleh Kang Bora. Dengan pasukan terkuatnya Kang Bora menyebarkan kebohongan bahwa dirinya yang telah membunuh Tiger dan Vista.


Kim Bo Seul menerima kabar burung tersebut namun belum mempercayainya sepenuhnya. Mengingat Hea Eun Soo belum mampu menunjukkan sosok orang yang membantu kudeta.


‘Jika benar dia adalah Raja Neraka, maka semuanya akan lebih mudah. Tetapi aku pikir semua pria itu sama. Kang Bora berusaha mendapatkan perhatianku bahkan aku tidak sengaja menangkap basah dia sedang menggoda pelayan istana.’ Kim Bo Seul membatin dan menghela nafas lalu memerintahkan beberapa pelayan untuk mencari dokumen tentang keberadaan Kim Yo Jinho dan Nam Jun Wo.

__ADS_1


“Yang Mulia, Jendral Kang Bora ingin bertemu anda.” Salah satu pelayan memberitahu.


Kim Bo Seul menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Kang Bora untuk masuk.


“Biarkan dia masuk,” ucap Kim Bo Seul.


“Baik, Yang Mulia.” Pelayan tersebut segera memanggil Kang Bora.


Tak lama pria itu muncul dan menatap Kim Bo Seul penuh arti sebelum membungkuk memberikan penghormatan. Kang Bora mengatakan kepada Kim Bo Seul tentang kabar pernikahan Hea Eun Jong dengan sosok pemuda bernama Ji Ho.


‘Kenapa Eun Jung tidak mengundangku? Aku mengenal Eun Jung, dia tidak akan mau menikah dengan sembarang orang. Tetapi pemuda bernama Ji Ho lebih pantas menjadi anaknya. Ada yang aneh disini.’ Kim Bo Seul membatin.


Kim Bo Seul sangat mempedulikan temannya termasuk Hea Eun Jung dan mengira Hea Eun Jung menikah karena terpaksa sehingga Kim Bo Seul memberikan perintah kepada Kang Bora untuk mengawasi lebih lanjut.

__ADS_1


“Cari informasi lebih lanjut tentang mereka berdua, Jendral Kang. Dan satu lagi aku ingin kau dan pasukanmu menemukan Kim Yo Jinho dan Nam Jun Wo. Aku ingin mereka berdua mengisi kekosongan kursi militer.” Kim Bo Seul memberikan perintahnya.


Kang Bora tersenyum tipis dan menundukkan kepalanya, “Hamba akan melaksanakan tugas ini, Yang Mulia.”


Lalu Kang Bora memandang tubuh Kim Bo Seul yang terbungkus gaun kebesaran Ratu Munjong sebelum pergi meninggalkan ruang singgasana.


‘Eun Jung, Mi Kyung, Soo Ah dan kau Ratu Kim, kalian semua akan menjadi wanitaku. Akulah yang akan menguasai negeri ini dan bekerjasama dengan Raja Neraka.’ Kang Bora tertawa dalam hati dan tidak mengetahui jika Fei Chen sudah memerintahkan Deshe untuk memata-matai pria tersebut.


Kepergian Kang Bora membuat Kim Bo Seul kembali melanjutkan membaca beberapa dokumen yang sempat menghilang. Wanita paruh baya yang terlihat cantik dan mulus dibandingkan usianya itu mengkhawatirkan kondisi sosok anak dari kakaknya yang telah meninggal dan menurut kabar dijebloskan ke penjara dan menjadi seorang budak.


“Apa Jinho berada di Historia? Jinho mewarisi darah kerajaan. Jika dia sudah pantas, aku akan memberikan tahta ini kepadanya,” ucap Kim Bo Seul.


Sedangkan Kang Bora bukannya melanjutkan pencarian untuk menemukan Kim Yo Jinho dan Nam Jun Wo, melainkan pergi menuju kediaman Park Mj Kyung yang ada disudut Ibukota Korain.

__ADS_1


“Wanita itu... Akhir-akhir ini dia tidak mau melayaniku. Hari ini aku harus mendapatkan kenikmatan setelah berapa hari ini aku melampiaskannya kepada para pelayan istana.” Kang Bora malah pergi ke tempat Park Mi Kyung dan mengabaikan perintah Kang Bora.


‘Untuk apa mencari keberadaan dua orang yang ku kurung dalam penjara bersama para pasukannya. Lebih baik aku menyiapkan strategi untuk menikmatimu, Kim Bo Seul.’ Kang Bora tersenyum licik dari hatinya yang terdalam.


__ADS_2