
PBTB 32 - Eh? Itu...
Park Soo Ah dan Nam Yoon Ji terkejut saat mengetahui kebenaran tempat yang Fei Chen maksud. Bisa dibilang ini merupakan tempat yang sangat sakral untuk Fei Chen dan semua istrinya.
“Ke... Ke... Kenapa kau membawa kami kemari?” Nam Yoon Ji merasa malu saat mengetahui kebenaran tentang Gunung Menangis.
Fei Chen melihat Nam Yoon Ji tajam dan tersenyum tipis. Melihat tatapan Fei Chen seketika tubuh Nam Yoon Ji mulai bereaksi terhadap pengaruh obat perangsang yang sudah ada dalam tubuhnya beberapa jam lalu.
‘Kenapa aku merasa aneh? Hanya dengan melihat Chen‘er saja tubuhku merasa seperti ingin dipeluk.’ Nam Yoon Ji membatin dalam kebingungan.
Sementara itu Park Soo Ah mulai merasakan kantuk dan hal yang sama dengan Nam Yoon Ji secara bersamaan. Wanita itu mendekati Fei Chen dan meminta izin untuk tidur disalah satu kamar yang kosong.
“Aku benar-benar merasa lelah hari ini... Aku tidur duluan.” Park Soo Ah langsung meninggalkan Fei Chen dan Nam Yoon Ji berduaan.
“Kalian berdua menetaplah disini terlebih dahulu. Aku ingin memberi pelajar pada orang-orang itu.” Fei Chen langsung membuka portal dan berniat pergi namun Nam Yoon Ji memegang lengannya.
__ADS_1
“Ada apa Nyonya Nam?” Fei Chen bertanya dan melihat Nam Yoon Ji menggelengkan kepalanya tidak mengizinkan Fei Chen pergi.
“Jangan pergi, Chen‘er...” Nam Yoon Ji menatap Fei Chen lekat dan dalam membuat Fei Chen memahami maksud wanita tersebut.
“Nyonya Nam, apa kau menginginkanku?” Fei Chen bertanya sambil meraba pinggul Nam Yoon Ji dan meremas bongkahan besarnya.
“Emmm...” Nam Yoon Ji menahan suaranya dan mengangguk begitu lemah.
Mendengar itu Fei Chen memeluk tubuh Nam Yoon Ji dan menghirup wangi rambutnya yang halus. Nam Yoon Ji yang sudah dalam pengaruh obat perangsang semakin tenggelem dan membalas pelukan Fei Chen dengan erat.
Keduanya saling menatap lekat dan entap siapa yang memulai kini keduanya sudah menyatukan bibir mereka. Tangan nakal Fei Chen bergerilya dengan cepat masuk kedalam pakaian atas Nam Yoon Ji dan meraba gunung kembarnya yang indah dan masih sekal, namun tangan lembut Nam Yoon Ji menahannya.
Fei Chen mengecup pipi kiri dan kanan Nam Yoon Ji secara bergantian lalu membopong tubuh wanita itu menuju kamar.
“Chen‘er!” Nam Yoon Ji memekik saat Fei Chen membawanya kedalam kamar yang ada disebelah Park Soo Ah dan melempar tubuhnya penuh kelembutan ke ranjang.
__ADS_1
Nam Yoon Ji memandang Fei Chen dengan penuh makna saat pria itu melepaskan semua kain yang menutupi asetnya. Betapa gagahnya Fei Chen dimata Nam Yoon Ji dan membuat jantungnya berdetak kencang saat melihat wajah rupawan dan perutnya yang atletis, namun saat kedua matanya menatap aset keperkasaan Fei Chen seketika nafasnya berhenti.
‘Eh? Itu. ..’ Jemarinya menutup mulutnya dan matanya terbelalak saat melihat sesuatu yang keras dan berurat melambangkan betapa pertamanya Kaisar Ma yang satu ini.
Nam Yoon Ji semakin malu saat Fei Chen memegang keperkasaannya sambil berjalan menuju ranjang dan memperlihatkan kebesarannya tepat didepan wajahnya.
“Lihat, aku sangat tertarik padamu. Jika tidak maka tidak akan seperti ini.” Fei Chen tersenyum bangga saat mengatakan itu dan melihat bagaimana Nam Yoon Ji terkejut.
Dengan penuh kelembutan Fei Chen memegang kepala Nam Yoon Ji dan membelai rambutnya penuh rasa sayang.
“Chen‘er... Ini terlalu besar...” ucap Nam Yoon Ji khawatir.
Namun Fei Chen malah mendorong belakang kepala Nam Yoon Ji kearahnya hingga bibir Nam Yoon Ji mengecup ujung inti keperkasaannya.
“Apa yang ingin kau lakukan Chen‘er? Aku tidak pernah melakukan ini!” Nam Yoon Ji nampak marah dan tergoda disaat yang bersamaan.
__ADS_1
“Aku akan mengajarimu, Nam Yoon Ji.” Tatapan tajam dan mendominasi Fei Chen membuat Nam Yoon Ji luluh dan hanya bisa bertekuk lutut dihadapan kewibawaan Fei Chen.
Malam itu Nam Yoon Ji hanya pasrah saat tubuhnya di bolak-balik oleh Fei Chen yang menggempurnya penuh semangat.