Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 28 - Latihan Pedang


__ADS_3

PBTB 28 - Latihan Pedang


Cuma mau ngasih tau happy reading guys...


_____


Pagi hari pun tiba...


Park Mi Kyung mengerjakan matanya dengan malas dan merasakan sesuatu dibawah sana terasa penuh dan sesak. Eraman Fei Chen terdengar indah tepat di telinganya dan kecupan serta gigitan kecil pada telinga dan lehernya membuat Park Mi Kyung.


“Eeennnggghhh! Mmmmhhhsss!” Park Mi Kyung terkejut saat tubuh Fei Chen bergerak pelan diatas tubuhnya.


“Sudah bangun rupanya, wanitaku.” Fei Chen yang melihat Parj Mi Kyung bangun langsung melahap kedua gunung kembarnya.


Pagi itu Fei Chen melakukan olahraga kecil dan itu membuat Park Mi Kyung kesulitan berjalan karena merasa celah pahanya terasa sangat ngilu. Bukan hanya ngilu bahkan sampai sekarang kedua kalinya gemetaran karena ulah Fei Chen yang menggempur kenikmatan tubuhnya habis-habisan.


“Chen‘er! Kau harus tanggung jawab!” Park Mi Kyung menggerutu dan berusaha memukul Fei Chen yang akan menggendong tubuhnya.


“Aku akan bertanggung jawab sampai kau lemas, Mi Kyung.” Fei Chen tersenyum dan memandikan tubuh Park Mi Kyung di dalam kolam air panas.


Hari itu Park Mi Kyung hanya tidur seharian diranjang dan bermalas-malasan, Fei Chen menemani Park Mi Kyung hingga hari menjelang sore sebelum akhirnya Fei Chen membawa Park Mi Kyung ke dalam kediaman Hea Sun Soo.


Tentu saja saat sampai di kediaman Hea Eun Soo, Fei Chen langsung mendapatkan sejumlah pertanyaan dari Hea Eun Soo dan Nam Yoon Ji.


“Mi Kyung bisa jelaskan padaku?! Siapa yang membuatmu seperti ini?!” Nam Yoon Ji bertanya karena khawatir melihat Park Mi Kyung kesulitan berjalan bahkan lebih enak berbaring lemas di ranjang.


“Aku... Aku berlatih dengan bocah ini.” Park Mi Kyung menjawab bingung.


“Berlatih? Latihan macam apa yang membuatmu kesulitan berjalan seperti ini?” Nam Yoon Ji kembali bertanya.


“Aku latihan pedang, Yoon Ji. Pedang itu sangat besar dan panjang, aku tidak bisa menggenggamnya jadi seperti ini.” Park Mi Kyung menjawab dengan ekspresi malu dan puas.

__ADS_1


Mendengar itu Nam Yoon Ji langsung melirik Fei Chen tajam sebelum kembali bertanya curiga.


“Berlatih pedang harusnya tanganmu yang sakit dan bukan kakimu.” Langsung saja Park Mi Kyung tersedak.


“Tenanglah, Nyonya Nam. Nyonya Mi Kyung hanya terkilir.” Fei Chen mencoba mengalihkan pembicaraan dan memenangkan Nam Yoon Ji.


“Siapa yang membuat Mj Kyung terkilir? Apa dia terjatuh?” Pertanyaan Nam Yoon Ji ini membuat Fei Chen membuka mulutnya tanpa suara.


‘Hihihi... Ekspresi bocah nakal ini sangat lucu. Yang membuat celah pahaku terkilir adalah bendanya.’ Park Mi Kyung tertawa lirih dan berkata dalam hati.


“Kenapa kau tertawa?” Nam Yoon Ji menatap Park Mi Kyung heran.


“Sudah, sudah, Yoon Ji. Biarkan saja Mi Kyung istirahat. Lebih baik kita menyiapkan makan malam,” ajak Hea Eun Soo.


Akhirnya Nam Yoon Ji berhenti bertanya dan langsung menuju dapur untuk membuatkan makanan. Sementara itu Hea Eun Soo menatap Park Mi Kyung dengan tatapan permusuhan.


“Bagaimana rasanya Mi Kyung?” Sekarang Hea Eun Soo yang bertanya.


Park Mi Kyung tersenyum puas, “Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Rasanya sangat indah, Eun Soo.”


“Hei!” Fei Chen tersentak kaget dan meringis kesakitan.


“Lihat saja aku akan melahap ini!” Hea Eun Soo meremas kuat sebelum melepasnya dengan kasar.


Fei Chen akhirnya bernafas lega dan langsung menatap Hea Eun Soo dengan wajah menantang.


“Coba saja jika mulutmu muat, Eun Soo.” Mendengar ini seketika wajah Hea Eun Soo merah padam.


Tanpa mengatakan apapun Hea Eun Soo langsung menyusul Nam Yoon Ji, sedangkan Fei Chen mengobrol dengan Park Mi Kyung sebelum akhirnya mereka berempat makan malam bersama.


Selesai makan malam, Nam Yoon Ji sudah berdandan cantik dan berkata kepada Hea Eun Soo akan pergi bersama Park Soo Ah dan Choi Yoon Mi pesta lampion sekalian menemui Ratu Kim Bo Seul.

__ADS_1


“Apa kau tidak khawatir Yoon Ji? Apa perlu kutemani?” Hea Eun Soo terlihat khawatir.


“Entah kenapa firasat ku tidak enak.” Hea Eun Soo berkata.


Nam Yoon Ji tersenyum dan berkata, “Tenang saja, Eun Soo. Disana ada Jendral Kang dan Bangsawan Tae.”


‘Justru itu yang membuatku khawatir.’ Hea Eun Soo membatin dan menghela nafas.


“Baiklah kalau begitu, malam ini aku akan menemani Mi Kyung. Kasihan dia jika ditinggal sendirian karena kelelahan berlatih pedang.” Hea Eun Soo berkata dengan nada menyindir Fei Chen yang berdiri disampingnya.


Nam Yoon Ji berpamitan dan meninggalkan kediaman Hea Eun Soo. Sementara itu Hea Eun Soo menatap Fei Chen dan berkata.


“Aku juga ingin berlatih pedang, Chen‘er.” Hea Eun Soo tersenyum penuh makna kearah Fei Chen.


Fei Chen menatap Hea Eun Soo dan memegang wajah wanita cantik berumur itu.


“Panggil aku Chen‘gege, sayang.” Hea Eun Soo menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Fei Chen.


“Tidak, kau saja belum menikahiku dan aku belum resmi menjadi istrimu.” Hea Eun Soo menjawab ketus.


“Hmmm...” Fei Chen tersenyum lalu dia meminta izin pada Hea Eun Soo untuk kembali ke Ibukota Jisa karena disana dia meninggalkan Ji Xiuha sendirian.


“Istri sahmu sedang menunggu ya? Baiklah...” Hea Eun Soo langsung pergi menuju kamar Park Mi Kyung setelah berkata demikian.


Fei Chen menatap pinggul lebar Hea Eun Soo dan tersenyum. Dia keluar kediaman Hea Eun Soo dan mengikuti Nam Yoon Ji.


Sebelum melangkah lebih jauh, Fei Chen menghubungi Ji Ho melalui telepati.


‘Ada apa, Ayah Fei?’ tanya Ji Ho.


“Malam ini temani Ayahmu ini bermain sebentar. Kau sudah puas bukan gelut seharian?” Fei Chen mengeledek Ji Ho dan tertawa.

__ADS_1


‘Apa... Apa maksud Ayah Fei?! Seharian ini aku... Aku hanya menemani istriku saja!’ Suara panik Ji Ho membuat Fei Chen menggelengkan kepalanya.


“Baiklah, kau bersiaplah. Aku ingin kau menjadi orang tepat untuk negeri. Setidaknya ada satu orang kepercayaanku disini. Malam ini aku punya firasat baik, Ho‘er dan entah mengapa aku merasakan kemarahan.” Mendengar ucapan Fei Chen segera Ji Ho bersiap menuju lokasi yang ditentukan Fei Chen.


__ADS_2