Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 13 - Ji Ho vs Park Ki Kyong


__ADS_3

PBTB 13 - Ji Ho vs Park Ki Kyong


Fei Chen menikmati arak sendirian di ruangan yang dia pesan menggunakan uang pemberian Penasehat Dae. Sesekali Fei Chen melirik kearah ruangan yang digunakan Kim Baek Jun, Penasehat Dae dan Jendral Kang Bora untuk mengadakan pertemuan.


“Deshe, aku ingin melihat pertarungan Ji Ho,” ucap Fei Chen.


Tak lama Deshe mengalirkan auranya kepada Fei Chen sehingga keduanya dapat bertukar pikiran. Sekarang Fei Chen seperti melihat sosok Ji Ho menggunakan mata klon Deshe yang sekarang berada di dekat Ibukota Floral.


Beberapa meter dari Ibukota Floral terlihat Park Ki Kyong sedang tersenyum lebar saat melihat Hea Eun Jung sedang sendirian.


“Apa kau sudah berubah pikiran Eun Jung? Kau tidak akan bisa hidup dengan tenang jika membantah perintah ku.” Park Ki Kyong menatap buas Hea Eun Jung dan berjalan mendekat.


Fei Chen yang melihat ini membatin dalam hatinya, ‘Dia memiliki istri yang masih cantik, tapi malah tergoda dengan wanita lain.’


Saat Park Ki Kyong semakin mendekat, Hea Eun Jung mundur secara perlahan kebelakang.


“Jadilah simpananku sayang,” ucap Park Ki Kyong dan sedetik kemudian wajah Park Ki Kyong terkena pukulan tangan Ji Ho.


BUG!!!


Park Ki Kyong memegang pipinya dan menatap Ji Ho geram.


“Kau! Budak si orang bodoh itu!” Park Ki Kyong dengan geram mengeluarkan aura tubuhnya.


Park Ki Kyong mengeluarkan tombak kesayangannya dan menyerang Ji Ho. Dalam sekejap tempat itu sudah menjadi tempat pertarungan keduanya.


“Park Ki Kyong, aku akan membunuhmu dan membuktikan jika aku yang pantas untuk Eun Jung.” Ji Ho mengatakan itu dengan mata yang membara sambil mengeluarkan pedangnya.


Mendengar ini Park Ki Kyong tersulut emosi terlebih melihat ekspresi malu Hea Eun Jung.


“Keparat! Kau mungkin tidak diberitahu oleh Eun Jung! Tetapi kami telah bermain cinta dimalam itu!” Park Ki Kyong tersenyum mengejek.


“Itu tidak masalah.” Ji Ho menjawab enteng dan membuat Park Ki Kyong marah.

__ADS_1


Dengan brutal Park Ki Kyong menyerang Ji Ho. Bilah pedang dan ujung tombak berbenturan saat keduanya saling melepaskan serangannya.


Baik Ji Ho ataupun Park Ki Kyong menggunakan kekuatannya dengan penuh. Ji Ho dapat mengimbangi serangan Park Ki Kyong yang tajam dan dalam dengan permainan tombaknya yang lihai.


“Mari kita lihat sejauh mana kau bertahan! Aku akan melumpuhkanmu dan membiarkanmu melihat bagaimana aku menikmati tubuh Eun Jung!” Park Ki Kyong mulai merubah ritme serangannya dan Ji Ho sedikit kewalahan mengimbanginya.


‘Ini tidak baik! Dia lebih kuat dariku!’ Ji Ho merasa tidak beruntung namun dia tidak menyerah karena dia sekarang ingin membuktikan keseriusannya kepada Hea Eun Jung.


“Bagaimana bocah tidak berguna?! Kau bukanlah tandinganku!” Park Ki Kyong tersenyum meremehkan Ji Ho yang dipenuhi luka tusukan tombak.


Melihat pertarungan berat sebelah dan ketidakberdayaan Ji Ho membuat Hea Eun Jung takut. Hea Eun Jung meminta Ji Ho untuk berhenti namun Ji Ho bersikeras menyuruh Hea Eun Jung jangan mengganggu.


“Eun Jung... Jika aku tidak mengalahkan orang ini maka aku tidak pantas untukmu...” Ji Ho mengatakan itu dengan wajah yang berdarah dan membuat darah Hea Eun Jung berdesir.


Wanita berwajah keibuan ini telah jatuh kepelukan Ji Ho yang lebih pantas menjadi anaknya.


“Hahahaha! Sepertinya kau benar-benar menyukai bocah ini Eun Jung! Apa dia lebih perkasa dibandingkan diriku ini?!” Park Ki Kyong mengeluarkan aura mematikan berwarna hitam pekat dan membuat Ji Ho tidak dapat bergerak.


Petir menyambar dengan cepat kearah Park Ki Kyong dan membuat pria itu hampir kehilangan kesadarannya.


“Ugh... Apa-apaan ini?” Park Ki Kyong menatap langit dan melihat petir yang mengarah pada Ji Ho namun pemuda itu masih berdiri setelah terkena sambaran petir.


Ji Ho yang menyadari ini tersenyum, ‘Rupanya Ayah Fei selalu mengawasiku... Ini adalah kekuatan Ayah Fei...’


Setelah itu Ji Ho mengumpulkan sisa tenaganya untuk melepaskan tebasan kearah Park Ki Kyong.


“Sialan!” Park Ki Kyong mengumpat karena dirinya kesemutan dan tidak dapat bergerak.


Sebelum Park Ki Kyong bertindak lebih jauh perutnya telah ditusuk oleh Ji Ho dan terjatuh dalam keputusasaan saat melihat Hea Eun Jung memeluk Ji Ho.


“Ji Ho!” Hea Eun Jung meneteskan air matanya dan memeluk Ji Ho penuh kasih sayang.


“Jangan menangis Eun Jung... Aku masih hidup...” Ji Ho menyeka air mata Hea Eun Jung dan tersenyum lembut.

__ADS_1


“Ke... Pa... Rat...”


JDER!!!


Park Ki Kyong mati seketika terkena sambaran petir dari langit dan itu membuat Ji Ho bergidik ngeri.


“Ji Ho, sepertinya dewa berpihak kepadamu...” ucap Hea Eun Jung.


Ji Ho tersenyum kecut dan memberikan jawaban asal.


“Sepertinya begitu Eun Jung.”


Disisi lain Fei Chen tersenyum setelah selesai melihat pertarungan yang dilakukan Ji Ho. Pada akhirnya dia ikut campur namun hal itu akan menambah pengalaman Ji Ho. Kedewasaan Ji Ho untuk melindungi seseorang akan membuat pemuda itu menjadi kuat.


‘Selanjutnya Nyonya Nam dan Nyonya Hea...’ batin Fei Chen sambil membuka matanya.


Karena keasyikan memejamkan mata dan memperhatikan pertarungan Ji Ho membuat Fei Chen tidak menyadari jika dihadapannya ada seseorang yang sedang meminum arak.


Ya, wanita ini adalah Park Soo Ah yang telah berganti pakaian menggunakan gaun sutra biru yang tipis dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang berisi dan menggoda.


‘Hah? Kenapa dia disini? Sial aku keasyikan melihat pertarungannya Ho‘er!’ umpat Fei Chen dalam hatinya.


Park Soo Ah menatap Fei Chen dan memasang wajah sedih, “Suamiku sudah mati... Itu yang Raja Kim katakan padaku beberapa jam lalu...”


‘Lalu apa masalahnya denganku Nyonya?’ ucap Fei Chen dalam hatinya.


“Apa kau tidak keberatan menemaniku minum, anak muda?” Park Soo Ah mengajak.


Fei Chen menelan ludah dan berusaha mengatur nafasnya.


“Aku tidak keberatan Nyonya.”


Akhirnya Fei Chen mulai menemani Park Soo Ah minum. Fei Chen tidak menyangka akan berurusan dengan Park Soo Ah dalam kondisi seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2