Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 57 - Kegaduhan


__ADS_3

PBTB 57 - Kegaduhan


Kekaisaran Kai memang telah mengalami perubahan, namun bagi Fei Chen cara yang dilakukan Xiao Ho Chi untuk memanipulasi Tojo Minamito sangat halus. Xiao Ho Chi sangat berhati-hati tidak sama seperti Mao Gang.


Dengan berada di tengah-tengah anggota kelompok samurai Elang Es, Fei Chen membantu untuk menjaga pengamanan Istana Honjo. Tidak pernah Fei Chen sangka jika didalam Istana Honjo terdapat Emi Kagura dan Hinatsuru.


”Aku tidak menyangka Tuan Onigari memanggil kita seperti ini karena ingin melewati malam dengan seorang wanita.”


”Sangat disayangkan padahal dia sudah memiliki Nyonya Mio yang cantik.”


”Itulah lelaki tidak bisa puas dengan satu wanita.”


”Hahaha... Bukankah wanita juga seperti itu? Tidak bisa puas dengan satu lelaki.”


Mendengar obrolan orang-orang disekelilingnya membuat Fei Chen mendeteksi hawa keberadaan orang-orang yang ada di sekitar Istana Honjo. Samar-samar Fei Chen merasakan aura milik Eimi dan semakin lama aura istrinya itu sangat terasa, begitu juga dengan aura milik Mio, Hinatsuru dan Emi.


‘Aku dengar sialan itu memiliki tiga anggota terkuat. Aku akan membunuh salah satu dari mereka sebagai peringatan.’ Fei Chen tersenyum dingin dan langsung bergerak menuju Istana Honjo dengan menghilangkan hawa keberadaannya.


”Hei, dimana orang yang bersamamu tadi?” Salah satu samurai menanyakan keberadaan Fei Chen yang menghilang.


”Dia disini barusan... Kemana dia pergi? Mungkin dia sedang mengobrol dengan teman-temannya.” Samurai yang lain menjawab dan menunjuk anggota samurai Elang Es yang memakai topeng.


”Kelompok yang unik, tetapi kita harus menikmati jamuan ini lagipula siapa yang akan menyusup kemari?”


Malam itu para samurai menikmati minuman dan jamuan di depan Istana Honjo sambil menatap langit yang berbintang. Sedangkan didalam Istana Honjo terlihat Mio sedang mencari keberadaan Tojo Minamito karena suaminya itu belum makan malam.


”Aku sudah menyelesaikan semua urusan pemerintahan. Bukankah sudah waktunya kita menghabiskan malam sebagai suami istri.” Mio menggerutu melewati ruang istana namun tidak ada Tojo Minamito.


Saat Mio berjalan melewati sebuah ruangan kosong yang biasa digunakan suaminya untuk tamu pentingnya, ia mendengar suara yang aneh dan tubuhnya langsung bergidik karena Mio sangat mengenal suara tersebut.


”Tenang saja, Hinatsuru! Aku jamin Ibumu itu aman termasuk Ameko! Asal kau bersedia melayaniku!”

__ADS_1


Tubuh Mio bergetar saat mengintip dan melihat tubuh seorang wanita muda terikat dan penuh luka lebam, sedangkan Tojo Minamito terlihat kenikmatan bergerak diatasnya.


”Tidak mungkin!” Mio menangis melihat ini dan segera pergi, namun tiba-tiba ada orang yang menyekap mulutnya.


”Nyonya Mio, apa kau tidak tahu jika seharusnya ada hal yang tidak boleh kau lihat didunia ini!” Suara ini adalah milik tiga dari samurai terkuat yang dimiliki Tojo Minamito. Ia adalah Nishino.


”Lihat dan dengarkan.” Nishino tersenyum melihat majikannya menyiksa Hinatsuru yang menangis.


Terlihat Tojo Minamito langsung berhenti setelah mencapai apa yang dia inginkan. Lalu pria itu memakai pakaiannya dan tersenyum puas.


”Aku harus menjaga staminaku karena malam ini aku akan bertempur dengan Shirayuki.” Tojo Minamito membelai dada Hinatsuru dan mengecup ujungnya.


”Wanita bodoh yang mengurus pemerintahan, wanita cantik yang menjadi budakku dan seorang pendekar hebat yang tunduk padaku. Aku ingin memiliki semua itu.”


”Aku harus meminum pil penguat karena istri sahku menunggu. Aku merasa kasihan padanya, tetapi dia hanya memiliki bakat yang handal sebagai bonekaku untuk mengurus pemerintahan. Selebihnya sama sekali tidak menarik.”


Mio meneteskan air matanya mendengar ini dan saat Mio hendak meronta, Nishino menotok lehernya hingga membuat Mio tidak dapat bergerak dan bersuara.


Tojo Minamito mengambil sebuah surat dan membacanya.


”Hmmm... Bukan hanya Shirayuki tetapi Emi Kagura juga datang? Isao dan Tsukamu sudah menyiapkan kamar pribadi untuk Emi sedangkan Shirayuki masih menunggu untuk bisa bernegosiasi denganku...” Membaca surat itu membuat Tojo Minamito tersenyum.


Segera Tojo Minamito bergegas pergi untuk menemui Shirayuki sebelum menemui Emi.


”Hahaha! Terimakasih Onigari... Berkatmu aku dapat menjadi orang setenar ini dan dapat merasakan indahnya tubuh wanita secantik Mio dan mereka!”


Di waktu yang sama terlihat Nishino melepaskan pakaian Mio satu demi satu. Melihat tubuh Nishino tanpa busana membuat Mio ketakutan.


‘Tolong! Siapapun tolong aku!’ Mio menangis dalam hati dan terbesit ingin bunuh diri karena merasa bodoh membuka hati pada Tojo Minamito dan dimanfaatkan.


”Kau tidak akan bersuara... Jadi nikmatilah.” Nishino membelai gunung kembar Mio dan merasa heran mengapa Tojo Minamito meninggalkan wanita yang memiliki tubuh berisi seperti ini.

__ADS_1


Dilihat darimana pun Mio memiliki tubuh matang yang menggoda, namun Tojo Minamito hanya memanfaatkannya sebagai orang yang bekerja dibalik layar pemerintahan nya.


”Masih mulus dan padat... Sial, aku sudah tidak tahan.”


”Nyonya Mio, apa kau butuh pertolongannku?”


Nishino yang sedang membuka paha Mio dengan lebar terhenti gerakannya dan menoleh kebelakang.


”Kau... Siapa kau? Masuk ke kamar orang sembarangan!”


Sebuah pukulan melayang mengenai pipi Nishino dan membuatnya tersungkur.


”Sudah kuduga, ada yang mengetahui kondisi tubuh mereka di Negeri Kai ini. Aku tidak menyalahkan jika mereka menikah dengan orang yang benar-benar mereka cintai, tetapi kalian seharusnya sadar posisi kalian. Nadi dalam tubuh orang-orang seperti Nyonya Emi dan Senior Shirayuki tidak sembarang orang dapat menggunakannya.”


Fei Chen berjalan mendekati Nishino dan mencekik lehernya.


”Apa ini salah satu dari orang terkuat yang menjadi bawahan Tojo Minamito?” Fei Chen tersenyum dingin kepada Nishino sebelum menghancurkan lehernya dan membuatnya terpisah dari badannya.


”Terlalu lemah.”


Setelah itu Fei Chen melapisi kepala Nishino dengan aura dan melemparnya kearah alun-alun istana. Lemparan yang kuat itu menghancurkan dinding kamar dan bangunan istana sebelum kepala Nishino menabrak dua orang samurai yang sedang mengawasi Shirayuki.


Fei Chen melirik Mio dan mendekati tubuh wanita itu. Dengan gerakan yang cepat Fei Chen menotok tubuh Mio hingga wanita itu dapat kembali bicara dan bergerak.


”Hiks... Hiks... Hiks...”


”Tuan Fei... Aku takut!”


Mio langsung memeluk Fei Chen dan menangis histeris. Fei Chen tidak menyangka kekacauan yang dibuat secara sadar ini diluar perkiraannya. Tanpa bertanya Fei Chen langsung membawa tubuh Mio ke Gunung Menangis saat kegaduhan terjadi.


____

__ADS_1


Update nya slow ya. Level novelku diturunin drastis banget. Padahal mau ngejar kata biar dapat cuan tapi malah begini jadinya hilang dah semua ekspetasi di awal tahun. Slow update ya guys, bukan Hiatus jadi enjoy reader.


__ADS_2