Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 27 - Mi Kyung


__ADS_3

PBTB 27 - Mi Kyung


“Chen‘er?” Park Mi Kyung terkejut saat melihat Fei Chen menggendong tubuhnya, terlebih sekarang keduanya berada di sebuah rumah yang asing baginya.


Fei Chen menatap lembut Park Mi Kyung dan membawanya ke dalam Rumah Yin Yang berada di Gunung Menangis. Dari atas balkon Fei Chen memperlihatkan keindahan danau dan pemandangan sekitar yang memanjakan mata.


“Chen‘er ini dimana?” Park Mi Kyung bertanya saat Fei Chen menurunkan tubuhnya.


“Ini adalah tempat sakral untukku dan para wanitaku. Hanya istriku saja yang pernah kemari. Ini adalah Gunung Menangis. Tempat semuanya berawal.” Fei Chen memberitahu Park Mi Kyung dan membuat wajah wanita berumur itu memerah.


“Istrimu? Aku... Tetapi aku bukanlah-” Saat Park Mi Kyung hendak mengatakan sesuatu Fei Chen membungkam mulutnya.

__ADS_1


Kecupan hangat menepi dan Park Mi Kyung tersengat kehangatan yang menjalar. Fei Chen melepaskan kecupan dan menatap kondisi tubuh Park Mi Kyung yang sudah hampir tak mengenakan sehelai benang.


“Apa saja yang dia lakukan padamu Mi Kyung?” Fei Chen menatap nanar tubuhnya dan membuat Park Mi Kyung memeluk pria yang lebih pantas menjadi anak atau adiknya ini.


“Maafkan aku, Chen‘er... Sebelum mengenal dirimu aku bukanlah wanita yang baik, aku wanita yang buruk. Namun setelah malam itu aku tidak pernah tidur dengan lelaki manapun. Tetapi hari ini orang itu hampir menodai semuanya... Hikss... Maafkan aku..” Park Mi Kyung menangis dan Fei Chen langsung menenangkan wanita tersebut.


“Wanita yang baik, wanita yang buruk, aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya. Aku sendiri bukanlah pria yang baik, aku sangat lemah terhadap wanita terlebih wanita dewasa sepertimu. Aku tumbuh tanpa kasih sayang orang tua, mungkin itulah yang menyebabkan diriku memiliki banyak istri wanita berumur sepertimu Mi Kyung.” Fei Chen mengelus kepala Park Mi Kyung.


“Jadi aku juga ingin minta maaf padamu karena aku benar-benar marah dan cemburu saat melihat wanitaku diperlakukan seperti itu.” Fei Chen langsung mengecap manisnya bibir Park Mi Kyung dan meraba kenyalnya gunung kembar.


Kemahiran Fei Chen dan kelihaian Park Mi Kyung beradu malam itu. Untuk pertama kalinya Fei Chen melihat manusia biasa memiliki stamina seperti Mao Ruyue. Park Mi Kyung benar-benar berusaha memberikannya kepuasan sebagai seorang lelaki, begitu sebaliknya.

__ADS_1


“Apa kau pernah melakukan hal ini kepada pria lain?” Fei Chen bertanya saat Park Mi Kyung membenamkan gunungnya yang membusung di antara celah pahanya.


“Sssshhhh...” Fei Chen dibuat mendesis karena ini adalah pengalaman pertamanya mendapatkan kenikmatan seperti ini.


“Tidak, kau yang pertama Chen‘er. Aku melihat ini saat berada di Kerajaan Historia.” Park Mi Kyung lalu menunjukkan kelihaian dalam memanjakan inti sang naga.


Malam itu Fei Chen akhirnya mampu melampiaskan apa yang tertahan diubun-ubun kepalanya pada Park Mi Kyung. Terlihat tubuh Park Mi Kyung terpental kedepan dan kebelakang berulang kali karena Fei Chen menggerakkan tubuhnya dari belakang.


Kedua tangan Park Mi Kyung ditarik kuat kebelakang dan Fei Chen langsung memeluk perutnya. Keduanya mengerang penuh kenikmatan dalam posisi berdiri. Kedua kaki Park Mi Kyung gemetaran dan tidak mampu menahan berat badannya.


Fei Chen tersenyum dan langsung mengangkat tubuh Park Mi Kyung memperlihatkan bagaimana intinya yang besar tertelan didalam gua sempitnya.

__ADS_1


“Aaaah! Chen‘er ini memalukan!” Park Mi Kyung memerah wajahnya karena melihat miliknya membusung dan penuh mencoba menelan kebesaran inti Fei Chen.


“Mi Kyung, sangat indah sayang...” Fei Chen memuji dan kembali membuat Park Mi Kyung mengeluarkan suara-suara indah dan hanya bisa pasrah saat dirinya membolak-balikan badannya.


__ADS_2