Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Dokter Gery


__ADS_3

dr. Gery dirut rumah Sakit Harapan


Mira menyelamatkan dokter Gery sore itu. Mira hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang insan yang seharusnya membantu orang yang membutuhkan. Mira tidak mengetahui bahwa seseorang yang dia tolong merupakan orang yang penting di rumah sakit tempat dia bekerja. Bang Ayi merasa bangga bahwa tetangganya itu telah menyelamatkan orang penting di rumah sakit itu.


“Mira kok bisa menyelamatkan dokter Gery?” tanya bang Ayi penasaran


“bang Ayi,, Mira kan dokter sebenarnya. Cuma saja belum bergelar. Haha” Mira yang berusaha sombong untuk menggoda bang Ayi.


“bercanda, bang. Mira dulu kan kuliah kedokteran, jadi Mira sudah dapat ilmu seperti itu. tapi berhubung kaki Mira satu ini, jadi Mira harus putus kuliah deh.”


Mira menjelaskan kepada bang Ayi Panjang lebar tentang alasannya dia keluar dari kampus kedokteran. Mereka pun pulang dan bang Ayi mengantarkan mira ketempat kos alif temannya itu.


Kondisi dokter Gery….


Fatih, Bams, dan Dinda sedang berkumpul melihat kondisi dokter Gery. Dokter Gery yang sudah membaik menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Dokter Gery memberikan arahan kepada untuk menjadi seorang dokter yang bertanggung jawab. Menjadi dokter yang peduli dengan sekelilingnya. Dokter Gery bercerita bahwa Mira telah menyelamatkan nyawanya sore itu. Bams menyahut ucapan dokter Gery yang belum selesai menceritakan ceritanya.


“Mira,,,”


“iya, Mira. Kenal kamu Bams siapa Mira?” tanya dokter Gery


“maksud anda Mira yang pakai tongkat dengan satu kaki itu” Bams memastikan bahwa ia tidak salah orang.


“iya, dia. Tahu kamu?” tegas dokter Gery


Bams mengangguk dan tercengang mendengar ucapan dokter Gery saat menyebutkan nama mantan pacarnya itu. Bams menundukkan kepala dan mengingat kembali sifat baik Mira yang selalu menghiasi kehidupannya.


Dokter Gery mengajak Fatih untuk pergi meninggalkan mereka berdua dan hendak menemui Mira di kantin untuk mengucapkan terimakasih untuk kesekian kalinya. Dokter mengingat bahwa Mira sedang bekerja ditempat yang sama sebagai penjual pecel di kantin rumah sakit Harapan.


“apa maksud dokter Gery tadi, Bams. Mira siapa? Apa maksud dia, kamu kenal?” tanya Dinda yang kebingungan mendengar cerita tersebut.


“siapa lagi. Ameera Azzana, mantanku. Teman kamu di Malang dan menjadi saingan kamu! Tegas Bams.


Dinda yang terkejut setelah mendengar bahwa Mira sang penjual pecel yang ditemuinya beberapa bulan lalu kini telah di Jakarta dan bekerja ditempat yang sama.


“tidak mungkin!” Dinda yang masih belum percaya keberadaan Mira di Jakarta.

__ADS_1


Dinda merasa terusik dengan kehadirannya di Jakarta. Dia takut Mira akan menjadi saingan Dinda kesekian kalinya dalam hidupnya. Dinda yang berusaha menenangkan dirinya. Tetap saja ketakutan itu terlihat jelas dimata Dinda.


“kamu tahu dia ada disini sebelumnya?” tanya Dinda kepada bams.


“tahu, kemarin dari pak Ayi. Dia tetangga pak Ayi di Malang.” Jelas Bams


Mereka sedang sibuk membahas kehadiran Mira kedua kalinya dalam hidup mereka.


Dokter Gery dan Fatih yang belum bisa bertemu Mira, karena warung dia yang sudah tutup. Dokter Gery mengajak Fatih untuk menemui Mira besok pagi di kantin.


Malam itu, mira menelpon Vina sahabatnya di Malang itu. Dia hanya ingin mengobrol karena merindukan sosok sahabat yang cerewet itu.


“assalamu’alaikum Vin,


“waalaikumussalam, Mira? Bagaimana di sana?”


“baik, semoga mbok sama kamu baik selalu ya?


Mira menceritakan pengalaman yang begitu rumit di Jakarta.


Mira menceritakan bahwa dia bertemu dengan Bams di rumah sakit tempat ia bekerja. Vina begitu kaget ternyata bams mantan Mira itu harus masuk di kehidupan Mira untuk kedua kalinya. Tak hanya itu mira menceritakan tentang dokter yang pernah digodanya waktu itu.


“oh cakep itu, masih ingat dong. Kenapa?”


“sepertinya dia disini. di rumah sakit Harapan.”


“serius? Kapan aku ke sana, aku pengen ketemu dia”


“aku sih belum yakin. Tapi sepertinya iya.” Tegas mira kepada vina.


Panjang lebar mira menceritakan pengalamannya selama di Jakarta, hanya beberapa hari saja ia tinggal di Jakarta sudah banyak cerita yang perlu dibongkar.


“besok aku kirim uang di rekening kamu ya vin, titip salam buat mbok Nah, jaga dia baik- baik ya Vin. terimakasih banyak telah membantuku.” Mira yang sedikit meneteskan air mata karena kebaikan Vina terhadapnya.


Mira menutup telepon vina, Mira tidur di samping Alif yang sedang ngorok duluan.


...***...

__ADS_1


Keesokan harinya…..


Seperti biasanya, mira menjalani rutinitasnya untuk pergi ke rumah sakit. Bang Ayi menjemputnya tepat waktu. Jasa bang Ayi tak terlupakan sepanjang masa.


Bang Ayi bagaikan kakak Mira yang senantiasa membantu setiap permasalahan hidupnya. Sampai sudah Mira dirumah sakit. Mira mulai membuka warungnya dan pelanggan pertama muncul tepat didepan Mira yang baru saja membuka gerai warungnya. Itu adalah dokter Gery orang yang ditolongnya kemarin.


“hah, anda pak?” kejut mira atas kemunculan dokter Gery.


Dokter Gery tersenyum


“hello, mbak Mira. Dari kemarin saya cari mbak Mira, eh sudah tutup warungnya.”


“iya pak. Saya tutup jam 2 siang” sahut mira sambil tersenyum kepadanya


Dokter Gery meminta waktu Mira untuk mengobrol. Mira mempersilahkan dokter Gery untuk duduk di warungnya itu. rupanya dokter Gery tidak sendiri tetapi ia ditemani dokter tampan itu, Fatih.


“kenalin mbak Mira, dokter Fatih. Dia dokter disini yang sering bersama saya.”


Mira tertegun kepada ketampanan fatih, dan mira mengingat bahwa dokter Fatih memang dokter yang pernah ia jumpai saat itu di Malang. Ia menjadi dokter Mira kala itu.


“Fatih,” ia menjulurkan tangannya yang gagah kepada Mira.


Mira menjabat tangan fatih untuk pertama kalinya dan merasa ada yang aneh muncul.


Mira bingung harus berbuat apa. Mira sempat kepikiran vina. Dokter gery menyatakan apa tujuan sebenarnya ia datang untuk menemui. Dokter Gery ingin mengucapkan terimakasih kepadanya karena ia telah menolong saat kejadian kemarin.


Dokter Gery juga mengucapkan permintaan maaf sebesarnya kepada Mira karena Fatih telah berbuat kasar kepadanya. Mira tersenyum dan memaafkan itu semua. Mira memberi maklum karena memang bisa jadi apa yang ia perbuat itu bisa jadi berakibat fatal.


“saya juga minta maaf pak gery jika saya lancang” sahut Mira


“bagaimana Mira bisa tahu, cara memberikan CPR yang benar kepada orang yang sedang terjatuh?” dokter gery menanyakan dan penasaran


“Sebenarnya saya adalah mahasiswa kedokteran pak gery, jadi saya tahu.” Mira menunjukkan pernyataan mencengangkan kepada dokter gery dan fatih.


“terus bagaimana sekarang ini, kenapa Mira jadi seorang penjual pecel dan apa yang terjadi dengan kaki Mira?” tanya dokter Gery semakin membuatnya penasaran


Semakin menikmati obrolan itu, dokter Gery semakin penasaran atas apa yang sebenarnya bencana yang menimpa Mira sehingga mengakibatkan dia putus kuliah dan kehilangan satu kakinya.

__ADS_1


Mira mulai menceritakan masa lalunya, masa yang menimpa dia harus diamputasi.


...---------...


__ADS_2