
"Selamat pagi mbok?"
sapa Fatih kepada mbok nah yang sudah berada di dapur.
mbok menoleh ke arah Fatih yang sedang menyapa nya. mbok nah tersenyum dan mengatakan bahwa tak seharusnya Fatih di dapur. Fatih mengerutkan dahi dan menatap mbok nah dan hendak menanyakan perkataan nya itu.
"Kenapa mbok nah?"
mbok nah tersenyum dan tak menjawab nya.
Fatih masih tidak terima dengan perkataan mbok nah. ia tetap berusaha mencari jawaban dari mbok nah.
"Mbok.. malah senyum"
paksa Fatih yang sambil memegang pisau dan memotong wortel. Fatih menatap mbok nah yang sama sekali tidak menghiraukan nya.
"Mbok,"
panggil Fatih
mbok nah menyahut tanpa melihat wajah Fatih. Fatih lagi lagi terus memanggil nama mbok nah dan tak kunjung henti dan sampai akhirnya mbok nah yang harus menoleh ke wajah Fatih yang sangat tampan nan bersih itu.
"Gimana malam nya?"
Fatih tersentak dengan ucapan mbok nah.
tanpa terucap dari mulut Fatih, mbok nah melanjutkan ucapannya.
"Bisa tidur nyenyak tidak nak? karena Mira biasanya banyak sekali tingkah nya" mbok nah menyampaikan dengan jelas
"oh"...
Fatih menjawab dengan sedikit lega atas pertanyaan mbok nah saat itu.
"hehe, nyaman mbok. kan bisa peluk Mira" Fatih yang sedikit menggoda mbok nah
mbok nah menoleh dan tersenyum kepada Fatih. mbok nah menyampaikan pesan kepada Fatih untuk selalu menjaga dan membuat nya senang. Fatih mendengarkan nasihat mbok nah dengan seksama dan manggut-manggut bak ia sudah sangat siap menanggung semua kehidupan baru dia bersama nya.
Pagi itu Fatih yang masih cuti untuk tidak masuk kerja karena kondisinya yang masih belum seratus persen pulih. Fatih membantu mbok nah yang sedang memasak dan melihat kedatangan Mira dengan rambut basah dan digerai.
Fatih dan mbok nah yang melongo melihat Mira yang cantik sepagi buta itu. Mira mulai mendekat dan mengagetkan Fatih dan mbok nah yang sedang membisu.
"Kenapa pada diam dan ngeliatin, apa ada yang salah?"
seketika lamunan Fatih dan mbok nah buyar akibat ucapan Mira saat itu. mbok nah yang tetap menundukkan kepalanya seolah tidak tahu apa yang terjadi. Mira merasa ada yang aneh diantara mereka berdua dan ia menanyakan kepada Fatih kenapa mereka berdua membeku.
"itu.."
__ADS_1
"itu, itu apa Fatih?" gertak Mira kepada Fatih.
beberapa detik Fatih terdiam dan akhirnya terbuka dari mulut Fatih.
"Rambut kamu... basah sayang"
"Kan tadi malam kita gak ngapa-ngapain?"
polos nya Fatih menanyakan itu kepada Mira.
Mira yang berada tepat di samping mbok nah melirik mbok nah yang sedang tersenyum dan merasa malu atas ucapan suami nya itu.
Mira akhirnya menepuk pundak Fatih sekeras kerasnya karena ucapan dia yang membuat malu pagi itu.
"kenapa pukul, kan betul sayang?"
Fatih mengelus- elus pundaknya yang merasa kesakitan
"kenapa juga harus dibicarakan, malu tahu sama mbok" Manyun Mira kepada Fatih.
Mbok nah senyum tanpa harus melihat ekspresi Mira yang begitu kesal itu. Fatih mengatakan bahwa itu memang dikatakan karena benar adanya. Mira melupakan semua kejadian itu dan membantu mbok nah untuk memasak.
___Rumah sakit___
suasana rumah sakit yang memang setiap hari seperti, tiada hari libur untuk rumah sakit. banyak orang lalu lalang untuk berobat ke rumah sakit. tak terkecuali Bams mantan pacar Mira yang sekaligus teman Fatih di rumah sakit. Bams selalu sibuk dengan job dia sebagai seorang dokter bedah. ia tidak punya waktu untuk datang ke pernikahan Mira dan Fatih.
keduanya melongo ketika melihat kearah si perempuan itu. sampai akhirnya Bams dan bang Ayi yang saling bertatapan isyarat bertanya kenapa dia tiba-tiba berada disini .
"Kenapa?" keluarlah ucapan dari sang perempuan itu
"lupa sama saya?" sambung perempuan itu
"Hei, kenapa tidak menjawab?"
cecer perempuan itu
Mereka menelan kunyahan dengan sedikit alot karena kedatangan dia. Perempuan tersebut duduk disebelah Bams sambil tersenyum kepada nya.
"Hei, apa kabar!" tanya Bams kepada si perempuan
"Alhamdulillah baik," jawab perempuan itu
"kamu!"
"Aku baik sih Bams, lihat nih. Seger kan?"
Bams mengangguk dengan apa yang diucapkan oleh perempuan itu.
__ADS_1
"Sudah bertemu Fatih?" tanya nya
"ehm, belum. masih sibuk kemarin aku tidak bisa izin"
"Kalau gitu besok kamu temenin aku ke Fatih ya, aku mau ucapin selamat kepadanya." seru perempuan itu
Sarapan sudah siap untuk disantap. mbok nah, Mira, dan Fatih tengah bersiap duduk di ruang tamu untuk menikmati sajian pagi itu. Mira dengan sigap menyiapkan sarapan untuk sang suami. Fatih tersenyum terhadap kehangatan Mira saat itu.
"Kenapa kita nikah tidak dari dulu ya?" Fatih bersuara
"Kenapa?" tanyanya
"Enak kalau tiap hari ada yang siapin!" goda Fatih
mbok nah menyahut nya dengan memberikan nasihat bahwa surga istri ada di telapak suaminya. mbok nah menasihati Mira agar bagaimana pun yang terjadi ia harus dapat restu dari suami. Kemana pun Fatih pergi, ia harus menemani Fatih.
Fatih merasa diuntungkan dengan sikap mbok nah pagi itu. Fatih merasa penguasa saat itu juga dan Fatih melontarkan celetuknya kepada Mira.
"Dengerin ya istri tersayang, kalau suami ingin tidur harus di jagain apalagi di peluk" Fatih menyindir
Pernikahan Aidin bersama adik Fatih tidak menunggu lama. 4 bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Aidin yang sudah menjadi dokter di Jakarta begitupun Angel.
masing masing mereka masih dengan kesibukan nya.
"besok kita ke rumah mbok nah ya Angel?"
"harus besok juga,"
"iya, kenapa? kita kan belum jenguk Abang setelah kecelakaan kemarin"
"Aku lihat jadwal dulu deh"
Aidin yang menggerutu karena Angel yang susah untuk diajak balik ke Malang karena kesibukan nya. Angel memang perempuan yang sangat gigih dan tidak pernah mengeluh akan pekerjaan nya. Ia sangat menikmati pekerjaan nya sampai saat ini dan ditambah support kedua orangtuanya.
"kapan Aidin pulang sayang,"
"Kemarin dia bilang lusa, tapi ya mungkin dia sibuk"
"Bagaimana sekolah kamu Din?" tanya Bams
"Oke, tinggal 2 bulan lagi aku sudah balik lagi ke Indonesia, aku bisa menikmati suasana Indonesia seperti dulu lagi"
santai Dinda menjawab pertanyaan Bams.
"gimana Fatih dengan cewek satu kaki itu"
Bams yang merasa bahwa perkataan Dinda yang tidak sopan. bang Ayi yang masih berada disitu risih dengan kedatangan Dinda. bang Ayi menyela ucapan Dinda sebelum ia berkata lebih buruk lagi tentang nya.
__ADS_1
"Yaa, maklum lah. gimana bisa bahagia kalau fisik dia seperti itu" Dinda masih menggerutu