Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Malam itu,


__ADS_3

pagi itu mereka bersiap untuk pulang ke Malang. Fatih dan Angel yang berangkat dari Jakarta lalu menjemput Mira yang masih berada di Surabaya. tak banyak perlengkapan yang harus dibawa oleh Fatih dan Angel karena Fatih memang sudah menyiapkan banyak perlengkapan nikah di Malang.


kehangatan seorang ibu dan ayah fatih yang memberikan nasihat kepada anak laki-laki bungsu nya itu agar senantiasa menjaga dirinya dan Mira baik baik. mereka juga meminta fatih untuk tidak lupa berdoa. orang tua Fatih dan keluarga di Jakarta akan datang pada pernikahan Fatih Mira satu hari sebelum acara pernikahan diselenggarakan.


"nitip salam buat Mira dan mbok nah sekeluarga ya nak? kamu sebagai lelaki yang akan menjadi penopang keluarga mereka harus bertanggung jawab penuh atas semuanya."


Fatih mendengar kan dengan penuh seksama dan menundukkan kepalanya. mama Fatih yang merasakan betul tentang segala perubahan anaknya itu.


"ma, kenapa menangis?" Fatih memeluk mama nya yang tanpa di sadari air mata telah menetes.


mama Fatih merasakan bahwa sikap Fatih sejak berkenalan dengan Mira begitu berbeda. ia menjadi Fatih yang sangat peduli dengan keluarga dan kakak adiknya. Fatih lebih banyak senyum dan hari hari nya yang penuh warna.


"semoga Mira menjadi jodoh terakhir kami ya nak?" mama Fatih terisak


"maaf ma, mungkin Mira tidak sempurna fisiknya. ia hanya punya satu kaki dan mungkin itu beban berat buatnya. apakah mama bisa memakluminya?" tanya fatih untuk terakhir kalinya


Kejadian lalu,


ketika Fatih mulai merasakan kedekatan dengan Mira bukan tanpa masalah. mama dan papa Fatih sempat tidak menyetujui hubungan mereka. semenjak Fatih memutuskan hubungan dengan Dinda orang tua Fatih merasa kecewa atas sikap anaknya yang dianggap mempermainkan seorang wanita. saat itu orang tua Fatih yang sudah menerima keberadaan Dinda dalam keluarga nya karena memang Dinda yang bersikap begitu baik kepada keluarga Fatih tak hanya itu tetapi paras cantik dan fisik sempurna Dinda membuat nya sedikit bangga .


Dinda digantikan dengan seorang perempuan yang memang cantik tetapi kaki satu nya yang sempat menjadi masalah untuk mendapatkan restu mereka. lambat laun Fatih yang mencoba meyakinkan orang tua Fatih bahwa harta Karun dibalik fisik tidak sempurna Mira akan nampak suatu saat. Dan itu berhasil dibuktikan oleh nya. sikap Mira yang begitu baik dan penuh ketulusan itu ditambah kecerdasan dia dalam bersikap membuat orang tua Fatih menyadari dan menerima segala kelebihan dan kekurangan Mira.


"Mama yakin fisik bukan segalanya. itu titipan Tuhan nak, kita tidak akan pernah tahu dan siapa juga yang mau kehilangan kaki nya." tutur mama Fatih.


papa Fatih yang masih belum mengucapkan sepatah kata apapun mendekat ke arah Fatih dan memeluk nya sambil membisikkan,


"setelah halal langsung tancap saja. bawa cucu ke rumah!" papa Fatih erat dan lantang


Fatih dan mama Fatih yang berada disekitar tertawa terbahak melihat kondisi papa nya yang tidak malu itu.


***


Malang,

__ADS_1


suara ayam berkokok di subuh hari. dinginnya hawa Malang sangat kuat menembus pori pori kulit. Fatih, Mira dan Angel yang baru saja sampai dirumah kayu berwarna coklat dan kuning. rasa capek patut dirasakan oleh mereka bertiga. Vina yang bergegas membuka kan pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah. Fatih beristirahat di ruang tamu untuk menaruh sekujur tubuhnya yang sedang kaku. Mira, Angel dan Vina yang masuk kedalam kamar untuk beristirahat atau hanya sekadar menaruh badan nya.


"Ayo, sudah siapkan semua! sudah matang nasi lauk nya jangan pada mainan handphone" nasihat mbok nah kepada mereka.


pukul 8 pagi mereka sarapan bersama dan menikmati kehangatan yang ada. mbok nah, Vina, Mira, Fatih, dan Angel yang sedang asik bercengkrama di ruang makan tak berkursi itu.


suasana pagi itu ditambah keramaian dari pak Long yang datang tiba-tiba. pak long adalah tukang pengambil sampah di desa itu. 'Pah, pah, pah, sampah... kekasihmu datang untuk meminang mu. sautan kocak memecah suasana mereka yang tengah asyik makan.


"Ah, pak long maafkan Vina, Vina sudah di pinang nih? sold ouuutttt?" mereka semua tertawa mendengar sautan Vina yang lagi lagi bikin rusuh


seketika pak long mendengar itu lalu masuk ke rumah mbok nah. kebiasaan orang-orang sana memang tanpa basa-basi, mereka akan masuk ke rumah karena mereka saling kenal satu sama lain keakraban hidup di desa inilah yang membuat hidup akur. Fatih yang begitu senang melihat suasana baru yang dirasakan begitu kekeluargaan.


"jangan lupa datang ya pak long di pernikahan kita" Fatih mengucapkan kepada pak long


"Oh ini calon tetangga saya yang kata mbok nah ganteng itu?" sinis pak long


Mira dan Fatih menatap mbok nah dengan keheranan. mbok nah yang merasa malu karena selama Mira bertunangan dengan Fatih mbok nah selalu memuji Fatih begitu baik.


"Tapi memang ganteng sih, gak rugi!" celetuk pak long seketika sambil tertawa


Malam dengan suara khas jangkrik yang sedang terdengar, waktu yang sangat nyaman buat mereka untuk berdiskusi. Fatih dan Mira sedang duduk di teras halaman depan, Angel yang masih menemani Vina untuk keluar membeli seblak judes yang jaraknya menghabiskan waktu 20 menit sekali jalan. mbok nah yang sudah tidur karena mungkin mbok nah sangat capek seharian itu.


Fatih dan Mira sedang bercengkrama tentang hubungan mereka.


"Sayang,"


panggil Mira kepada Fatih yang sedang menatap langit dengan bintang yang penuh di atas. Fatih menoleh dan melihat Mira yang tertunduk sambil memegang kakinya yang tidak disangka hingga di penghujung hidup nya nanti akan ada satu kaki.


"Hey, kenapa?" Fatih mengangkat wajah Mira yang masih tertunduk itu


Mira menatap mata Fatih seakan mata nya yang berkaca kaca memberikan isyarat akan kesedihan nya. Mira yang semakin meneteskan matanya Fatih memeluk Mira untuk menenangkan hatinya.


"terimakasih telah memilih ku Fatih, terimakasih telah sabar bersamaku, terimakasih mau menghabiskan waktu seumur hidup kamu dengan wanita berkaki satu ini?"

__ADS_1


Fatih tersentuh hatinya dan mulai merasa iba dengan apa yang diucapkan oleh Mira kepada nya. Fatih meletakkan tangannya di mulut Mira seakan dia menginginkan bahwa Mira tak perlu berterima kasih kepada nya.


"Hei, aku yang berterima kasih kepada Tuhan karenanya aku bisa menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya. aku berterima kasih kepada Tuhan telah mengirimkan kamu dalam hidup ku" ucap Fatih dengan lembut sambil menatap mata Mira dengan cinta.


***


"Pak masih lama ya? kita sudah di tunggu ni?" Vina yang bawel lantaran penjual seblak yang tak kunjung selesai melayani nya


Angel hanya terkekeh melihat tingkah laku Vina yang dari tadi memang banyak sekali omong.


***


kehangatan mereka membawa Mira penasaran akan masa lalu Fatih yang dirasa sangat menarik untuk didengar nya malam itu. Fatih pun penasaran kenapa dia tiba-tiba ingin mendengar masa lalunya bersama mantan kekasihnya itu.


"yakin, nanti kamu cemburu. aku gak mau ya nanti kamu malah jadi diemin aku?" Fatih berusaha menolak untuk enggan bercerita


Mira yang terus memaksa agar Fatih mau menceritakan masa lalu nya kepada Mira. akhirnya Fatih dengan terpaksa menceritakan itu kepada Mira. Fatih menjawab pertanyaan Mira kenapa ia bersikap begitu keras dan dingin kepada Dinda saat itu ketika mereka menjalin hubungan.


Fatih memang kerap bersikap begitu angkuh, terkesan sombong, dingin dan cuek itu. bahkan beberapa rekan dokter nya atau bahkan bang Ayi juga sedikit merasa takut jika ia hendak menyapa Fatih. Fatih menjelaskan bahwa alasan dia begitu cuek kepada Dinda karena hubungan Fatih dan Elis yang putus saat itu. Fatih yang begitu mencintai Elis terpaksa harus berpisah karena orang tua Elis yang tiba-tiba menikah kan dia bersama laki laki lain. sejak saat itu sikap Fatih mulai berubah menjadi lebih kaku dan tidak terlalu baik kepada seorang perempuan.


Fatih hanya tidak ingin ketika dia sudah terlanjur mencintai seseorang harus ditinggalkan untuk kedua kalinya.


"terus bagaimana dengan Dinda? dia kasihan kan harus mendapatkan sikap dingin kamu!"


"sebenarnya aku hanya kagum sama Dinda karena memang kepintaran dia? kamu tahu sendiri kan?"


Mira mengangguk karena setuju dengan apa yang diucapkan Fatih karena Dinda memang pintar


"Namun saat itu dia salah faham atas aku dan akhirnya aku menjalin hubungan dengannya secara sedikit terpaksa!" jelas Fatih


semenjak itu Fatih yang masih dengan sifatnya yang kaku dan dingin membuat Dinda merasa jengkel atas sikap Fatih hingga membuat Fatih begitu capek dengan hubungan mereka dan merasa bosan dengan sikap Dinda yang begitu ke kanak Kanakan ditambah tentang pengakuan Dinda akan perilaku dia yang merencanakan pembunuhan atas kecelakaan yang mengakibatkan kaki Mira hilang. bagi Fatih itu adalah perbuatan yang sangat fatal. ia terpaksa harus memutuskan hubungan dengan Dinda karena ia tak mau jika nanti istrinya ternyata adalah seorang pembunuh.


Mira pun manggut-manggut dan menyimak segala cerita Fatih yang begitu serius menceritakan itu kepadanya. Mira turut senang atas semua pengakuan Fatih malam itu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan ku Fatih"


Mira mengajukan pertanyaan setelah seruput pertamanya


__ADS_2