
***
Mira perlahan melangkahkan kaki nya untuk mundur karena fatih yang semakin mendekat kepada nya. Mira saat itu dengan baju hitam yang panjang seukuran tumit yang membuat langkahnya harus terhenti karena tongkat Mira yang menginjak baju yang ia pakai.
Mira terkejut dan tubuhnya yang meluncur jatuh ke lantai. Belum sempat terjatuh fatih yang dengan sigap menangkap tubuh mira yang elok itu. mira dan fatih saling memandang dan tak lama mira melepas tangan fatih secara spontan dan mengembalikan posisi berdiri Mira yang sedikit kesulitan.
“hati- hati kan sayang,” celetuk fatih
Mira yang hanya tersenyum melihat ucapan sayang dari suami nya malam itu. fatih menuntun mira untuk duduk di kursi kamar dan fatih akan membuatkan secangkir susu hangat untuk mira malam itu.
tepat pukul 01.00 fatih dan mira yang masih terjaga. Mira menunggu sang suami yang sedang sibuk di dapur. Mbok nah yang sudah sedari tadi tidur tidak mungkin mendengar celetukan fatih di dapur. Mira tersenyum sendiri sambil mengingat perhatian hangat fatih yang ia tunjukkan malam itu. mira juga sedikit bingung kenapa ia harus canggung saat itu juga.
Lamunan mira terbongkar saat terdengar suara gelas jatuh dari arah dapur.
Pyar,,,
Mira beranjak dari kamarnya dan berusaha untuk berjalan lebih cepat sekadar memastikan apa yang terjadi di dapur. Mira melihat air yang mengalir diatas lantai dan terlihat fatih yang sedang merasa kesakitan setelah kakinya yang tersiram air panas. Mira sangat kaget dan membangunkan mbok nah yang sedang tertidur didalam kamar. Bok nah keluar dari kamarnya dan segera menuju ke dapur.
“Mira Fatih…”
mbok nah terkejut melihat pecahan gelas dan air yang telah mengalir.
__ADS_1
Mbok nah segera mendekat dan membantu mira fatih. Mbok nah sibuk untuk membereskan dan mira yang sedang menghubungi Vina agar membantunya mengantarkan fatih ke rumah sakit.
Tepat pukul 02.00 fatih berada dirumah sakit bersama mira dan vina sang sopir. Luka fatih yang cukup mengagetkan karena separuh kaki fatih yang kiri harus tersiram air panas yang cukup banyak sehingga membuat kaki fatih yang melepuh. Beruntung fatih segera dibawa ke rumah sakit.
Dirumah,
“kamu sih, kan jadi dua yang bawa tongkat!”
Fatih melihat mira dengan senyum setelah mira mengatakan itu kepada nya
“kan enak aku bisa nemenin kamu, biar makin semangat ada teman nya bawa tongkat?”
Mira menoleh dan menatap mata fatih dengan tatapan yang begitu dalam.
“sayang sekali, padahal malam ini seharusnya malam awal pertama kita….”
Deg’
Bunyi jantung mira setelah mendengar ucapan fatih yang begitu jelas terdengar di telinga nya. Mira menoleh dan memberikan tatapan dengan kedua alis nya menyatu seakan kesal dengan apa yang diucapkan fatih barusan.
“apa” fatih menoleh istrinya yang konyol itu
__ADS_1
Mira hanya terdiam dan tidak menghiraukan suaminya itu. Mira menaiki Kasur untuk tidur disamping suami nya. Fatih mendekati Mira yang sedang tidur dengan menaruh tangan kanan nya di atas tubuh Mira. Mira tersentak dan berusaha untuk menutupi rasa gugupnya itu. Fatih mengetahui bahwa sebenarnya mira sedang merasa gugup atas tangan fatih yang melingkar diatas tubuhnya itu. fatih tersenyum dan tidak memperdulikan itu tetapi ia semakin mengeratkan tangannya di lingkaran tubuh mira.
malam berlarut dengan posisi tangan Fatih yang tetap melingkar di tubuh Mira. suara adzan subuh membangun kan Mira. membuka mata sedikit demi sedikit dan melihat Fatih yang sedang Lengger sekali. Mira yang tak tega membangunkan Fatih dan membiarkan Fatih agar tetap istirahat terlebih dahulu.
Mira dengan pelan pelan mengangkat tangan Fatih di atas perutnya itu agar tidak sampai membangunkan nya.
Fatih merasakan gerakan tangan Mira dan membuat ia terbangun.
"Kemana,, izinkan aku menikmati tubuhmu malam ini."
bisik suara Fatih yang masih memejamkan matanya. Mira pura pura tak mendengar ucapan Fatih dan berusaha menyingkirkan tangan Fatih secara perlahan.
"Hey, kenapa diam."
tak lama Fatih tak mendengar ucapan yang keluar dari mulut Mira akhirnya Fatih membuka matanya.
"Subuh."
Fatih berucap sambil menatap mata Mira. Mira mengangguk atas ucapan Fatih. segera Fatih bergegas dari kamar tidurnya tanpa berbicara kepada Mira. entah kemana Fatih akan pergi.
"Ayok"
__ADS_1
Fatih masuk kamar dengan baju kokoh sarung lengkap dengan peci di atas kepala. Mira melihat sambil tersenyum kepadanya. Fatih membantu Mira untuk berdiri agar segera mandi dan mengambil air wudhu.
ini pertama kali ia menjadi imam dalam hidupnya. memimpin seorang perempuan yang di cintai nya. perasaan senang jelas terlihat di raut muka Fatih begitupun Mira.