
"Kenapa kesini Mira?"
Fatih berhenti dan menanyakan itu kepada Mira.
berhenti di depan sebuah kampus besar bewarna biru yang ada di Surabaya. banyak mahasiswa sedang berkumpul dengan kalangan nya. sekeliling kampus yang dipenuhi mahasiswa dengan almamater biru itu.
"Aku lanjut kuliah disini sayang," Mira tersenyum kepada Fatih yang bertanya itu sambil melihat nikmatnya bisa kembali seperti semula, Seorang Mahasiswa kedokteran.
Fatih yang tidak tahu harus bersikap seperti apa kepada Mira. ia melamun,
...***...
Surabaya, menjadi saksi cinta mereka Fatih dan Elis. mereka sekampus, mereka menjalin hubungan sejak mereka menginjakkan kakinya di bangku kuliah. kuliah menjadi awal mereka berjumpa. Surabaya yang penuh dengan kenangan indah Fatih dan Elis.
"Kamu mau makan apa sayang?"
tanya Elis yang begitu baik kepadanya Fatih.
Elis yang merupakan anak tunggal orang terkaya di Surabaya. Elis sejak kecil selalu mendapat kasih sayang yang sempurna dari orang tuanya. wajar jika orang tua Elis tidak menginginkan dia akan hidup kekurangan.
Elis mendapatkan kehidupan yang super mewah tidak sedikitpun ia merasa kekurangan. dalam hal cinta orang tua Elis tentunya juga menginginkan dia untuk hidup yang bahagia.
sifat Elis sangatlah baik tanpa kurang apapun. Elis juga begitu patuh dan perhatian kepada orang tuanya. dia gadis yang baik dan tak sedikit lelaki yang datang untuk melamarnya. tetapi hati Elis yang telah terlanjur cinta kepada Fatih itu.
6 tahun sudah hubungan Fatih dan Elis. Fatih harus kehilangan dia wanita pilihan nya karena orang tua Elis. diam-diam Elis telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang laki-laki kaya teman papa Elis.
Elis yang tidak mengetahuinya, shock tiba-tiba karena sang laki-laki itu datang dengan keluarga nya. Elis yang tidak bisa menolak permintaan mamanya itu terpaksa ia harus menerima lamaran dari sang cowok itu.
"sayang, kenapa kamu diam saja?" Elis bertanya kepada Fatih yang dari tadi diam
"makan apa hari ini?" sambung Elis yang mencoba menanyai
"kamu lebih baik jujur deh, sebelum aku bicara" Fatih mendesak
"bicara apa? jujur apa? aku tidak mengerti maksud kamu Fatih?"
Fatih menunjukkan sebuah foto seorang laki-laki dan Elis yang sedang mengenakan cincin melingkar di jari mereka.
"ini apa?"
Fatih yang begitu marah kepada Elis atas apa yang telah ia perbuat. Fatih yang begitu mencintainya harus di khianati olehnya. Fatih sangat tidak menyangka bahwa ia telah merusak hubungan yang enam tahun selama ini dibangun.
Elis hanya terdiam dan tak berkutat apapun. ia tahu pasti apa yang dirasakan oleh Fatih. enam tahun itu bukanlah waktu yang singkat. Elis pun sebenarnya merasakan apa yang Fatih rasakan. Elis pun sangat sedih atas apa yang menjadi keputusan orang tuanya itu.
bukan Elis tidak mau mempertahankan cintanya bersama Fatih. tetapi melihat ibunya, Elis tidak sanggup mengecewakan nya karena orang tua Elis lah yang selama ini berjuang dan membesarkan ia sampai sekarang ini.
"aku tidak kenal dia, Fatih" Elis yang menjelaskan
Elis memang belum kenal siapa dia. seperti apa sifatnya. ia hanya tahu saat itu juga waktu dia lamaran.
Elis yang belum selesai menjelaskan kepada Fatih. Fatih langsung pergi tanpa sepatah kata apapun. semenjak itulah Fatih dan Elis sama sekali lost kontak dan tak pernah tahu kabar masing-masing.
...***...
"Hei, dari tadi melamun. aku ajak ngobrol diam saja. kenapa Fatih?" tanya Mira kepada nya.
__ADS_1
Fatih hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan perjalanan untuk keliling kampus.
"Mira,"
"iya,"
"kenapa disini? bukankah di Jakarta banyak kampus besar" tanya Fatih penasaran.
"Aku suka kampus sini. aku teringat sama dosen saya, Pak Anto. ia lulusan sini. aku kagum sama beliau, kecerdasan beliau. semuanya. Jadi.... aku ingin seperti beliau"
Mira yang hanya tersenyum dan dengan lega nya menceritakan itu kepada Fatih.
Fatih yang masih berusaha mencoba mencegahnya.
"Di Jakarta saja lah, sayang. aku bisa terus bertemu sama kamu! ya?"
Fatih membujuk nya.
"Fatih sayang, kan bisa telepon kan! disini juga gak lama kan, beberapa tahun saja. dan aku sudah daftar"
Mira hanya tertawa setelah menunjukkan itu kepada Fatih.
"Sorry," Mira meminta maaf kepada Fatih yang sudah terlanjur memilih kampus itu sebagai pilihan nya.
Fatih hanya pasrah terhadap Mira. ia tidak mau mengecewakan Mira setelah ia harus kecewa dengan nasibnya dulu. Fatih hanya menginginkan Mira bahagia.
"Yasuda, jaga diri baik-baik disini nanti oke. ingat ini?"
Fatih menunjukkan jari yang telah dilingkari cincin itu. Mira memeluk Fatih yang begitu baik kepadanya. Mira sangat bersyukur karena Fatih telah Tuhan kirimkan untuknya.
...tolong aku Fatih, tolong aku. nikahi aku, aku ingin dia punya bapak yang baik....
ucapan itu terngiang di kepala Fatih. Fatih tidak tenang dengan perkataan Elisa tadi.
"Kak, kakak gapapa!" tegur Angel kepada kakaknya itu
"gapapa dik" sahut Fatih
Angel yang begitu aneh melihat sikap kakaknya setelah bertemu dengan Elis mantan nya tadi. Elis memberikan nasihat singkat kepadanya
"kak, kak Mira itu baik banget. jangan sakiti dia. aku suka sama kak Mira, ya walaupun fisik dia yang tidak sempurna!"
"Sekarang terserah kakak, jangan sampai menyesal." Angel yang memberikan nasihat itu kepadanya
Fatih mengangguk kepada sang adik Angel.
"kita cari rest dulu di hotel, nanti malam kita lanjut ke Malang ya, ke mbok Nah" Mira mengucap kepada Angel dan Aidin.
"setelah ke Malang nanti kita balik ke Jakarta"
sambung Mira.
Fatih menuruti tunangan nya itu. Aidin menyahut perkataan Mira.
"Angel sekalian di Malang saja kak, gak usah balik. Aku jadiin istri nanti"
__ADS_1
"Aidiiinnnn. kamu ya?" Angel yang kesal
"hahaha, tidak mau kah dapat dokter!" tantang Aidin.
"aku juga dokter" celetuk Angel mengejeknya
"sama-sama dokter kan sempurna?"
Aidin tidak hentinya menggoda.
"sudah, nanti kita nikahkan di sana ya?"
Fatih menyela omongan mereka yang berisik itu.
Aidin yang bersorak setelah mendengar calon kakak iparnya itu mendukung.
mereka semua istirahat di hotel. Mira menghubungi Vina, seraya memberikan kabar bahwa ia besok akan ke Malang.
"Hello Mira ku sayang?"
"hehe, hai beib. besok aku sampai Malang oke. jangan lupa masak enak ya?" Mira terkekeh dengan membayangkan ekspresi Vina yang tidak pandai masak itu.
"Oke, tenang saja. biar mbok nah yang masak!"
Mira dan Vina tertawa mendengar itu. obrolan mereka selalu gak guna. tetapi itulah yang membuat mereka senantiasa bersama.
"Jangan lupa jaga suamiku. ops, suami mu?"
Vina yang masih saja menggoda nya.
Mereka menutup telepon nya dan membiarkan Mira istirahat.
Fatih menjemput Mira yang ada di lobi hotel.
"sudah, yuk tidur. istirahat dulu biar besok tidak capek." sikap Fatih yang ramah
"Aidin Angel mana?" tanya Mira
"mereka jalan katanya, nanti balik jam 10"
Mira akhirnya masuk bersama Fatih.
Fatih yang menawari untuk menggendong nya, tetapi Mira menolaknya. ia takut berat tubuhnya membuat Fatih encok, hahaha.
"Hei, mau kemana?" Fatih yang menyerobot kamar tidur hotel Mira.
"Tidur, gak boleh." Fatih menyahut
"Hiii, sana. belum waktunya" Mira mendorong Fatih karena seenaknya.
"barangkali bisa dipercepat. hahaha" Fatih menggoda Mira yang konyol itu.
"hati-hati sayang, kakinya sehat terus ya? aku bangga. I love you sayang"
Fatih yang mengucapkan itu kepada Mira sambil memegang kepalanya. Mira tersenyum dengan meneteskan air mata. Mira memeluk dengan eratnya.
__ADS_1