Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Kekesalan


__ADS_3

Mira tak menjawab nya. Fatih yang dibuat penasaran oleh Mira karena ia masih membahas tentang Elis. Fatih menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak ada hubungannya dengan anak yang berada di kandungan Elis. Mira menunduk dan menarik napas sebelum ia mengatakan kepada Fatih.


"Bams.."


Fatih melihatnya seketika mendengar itu.


"Ada apa dengan Bams." tanya Fatih.


"Siapakah pasien itu?" tanya nya.


"kenapa tidak cerita, seberapa istimewa dia ketika kamu tidak sempat mengangkat telepon?" sambung nya


Fatih mendengar dan mencoba mengingat nya akan kejadian itu ketika Fatih harus mengecek kondisi Lia dan handphone nya yang tertinggal. Fatih menarik napas dalam-dalam dan mengatakan pada Mira.


"Dia Lia, teman Angel adik aku. hanya itu dan tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. " Fatih menutup pembicaraan dan tidak membahasnya lebih jauh.


Aidin terbangun dengan suara keras Vina yang berasal dari kamar mbok Nah. Aidan sontak mengangkat tubuhnya dan berlari menuju kamar mbok nah. Aidin kaget setelah melihat darah ditangan mbok nah.


Aidin meminta Vina untuk segera menyiapkan mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


mbok nah yang sebenarnya tidak mau untuk dibawa ke rumah sakit tetapi Aidin yang marah dan memaksa nya.


Vina menghubungi Fatih untuk memberitahu keadaan mbok nah sekarang ini.


"Fatih, mbok nah dirumah sakit sekarang!" Vina menelpon dengan nada gemetar.


Mira yang mengangkat telpon itu kaget dan menjatuhkan piring yang hendak dibawa nya ke dapur. Fatih yang sedang mencuci piring berlari menuju ruang makan dan melihat Mira.


Vina tidak tau jika yang mengangkat telpon itu adalah Mira. Vina dan Fatih berusaha menyembunyikan semua dari Mira agar ia tidak terlalu memikirkan itu.


"Sayang kenapa?" Fatih memungut pecahan beling dan membiarkan Mira untuk duduk.


"kita ke Malang sekarang, cepat. ayo Fatih"


"Sayang kenapa?"


Mira yang nampak menangis dengan nada tinggi agar Fatih segera mengabulkan permintaannya itu.


"Kamu tenang dulu, bisa kamu tenang? jika kamu seperti ini gimana aku bisa mengerti?"

__ADS_1


Mira yang mencoba menenangkan dirinya dan memeluk suaminya dengan erat.


"Mbok nah dirumah sakit, sayang?" Mira menangis sesenggukan


Fatih mengambil handphone dan menghubungi Vina di malang.


ia menelpon tiga kali namun tidak diangkat nya. ini membuatnya semakin khawatir. Fatih yang mencoba menenangkan Mira yang dari tadi tidak berhenti untuk menangis.


dering telpon Fatih berbunyi dan itu adalah Vina.


"Maafkan aku, aku tidak tau jika Mira yang akan mengangkat telpon nya" Vina meminta maaf karena tidak seharusnya Mira tau tentang itu


"tidak ada yang perlu minta maaf. bagaimana mbok nah, aku dan Mira akan segera kesana."


sambung Fatih.


Fatih menutup telponnya dan segera mereka menuju Malang untuk mengetahui kondisi mbok nah sekarang di rumah sakit. Fatih mencoba menenangkan Mira yang masih kepikiran tentang mbok nah.


Vina dan Aidin yang masih menjaga nya di rumah sakit. kondisi mbok nah yang sedang menurun membuatnya merasa khawatir.


"Kenapa tidak cerita?" Aidin yang nampak kesal kepada Vina karena ia menyembunyikan penyakit mbok nah.


Namun Aidin masih sangat kesal karena ini berhubungan dengan kesehatan.


"Maafkan aku Aidin?" Vina lagi lagi meminta maaf.


tak lama dering telepon Aidin berbunyi dan itu adalah Angel. ia menelpon karena mendapat kabar dari abangnya tentang kondisi mbok nah. Angel begitu khawatir dan menginginkan untuk segera kesana.


Aidin mengingatkan Angel agar tetap tenang dan tidak terjadi apa-apa kepada mbok nah. Angel merasa khawatir mengingat mbok nah sosok ibu yang begitu menyayangi anak-anaknya, Angel sangat merindukan. ia mengatakan bahwa ia akan datang ke Malang dan menjenguk bersama kedua orangtuanya.


Aidin mengatakan agar dia tidak menyusul ke Malang karena ia tahu dia masih sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit. ia hanya meminta agar selalu mendoakan mbok nah demi kesehatan nya. Aidin menutup telepon Angel karena dokter yang menangani mbok Nah datang untuk menemuinya.


"Bagaimanapun dokter?"


"Kondisinya stabil. namun saya sarankan di umur nenek anda yang sudah tua jangan biarkan untuk beraktifitas yang berlebih. dia tidak boleh juga banyak kepikiran. sepertinya nenek anda terlalu banyak memikirkan sesuatu. itu yang membuat kondisinya sangat menurun"


penjelasan dokter yang akan menjadi catatan Aidin. Aidin memikirkan apa yang sebenarnya dipikirkan oleh mbok nah sampai- sampai ia drop seperti itu. Vina yang berada di samping mengajak aidin untuk beli sarapan karena Aidin yang belum makan sejak tadi pagi.


Jakarta,

__ADS_1


"Apa dokter Fatih masih izin untuk cuti? bukankah dia izin hanya 4 hari?" tanya dokter Gery


"iya dokter. seharusnya hari ini dokter Fatih sudah kembali dan masuk bekerja. saya belum ada informasi apa apa mengenai dokter Fatih"


Bams menyahut pertanyaan dokter Gery.


Bams yang juga sedang mencari informasi mengenai dokter Fatih yang belum masuk kerja. ia mencoba menghubungi Fatih namun tidak diangkat nya. Bams berpikir akan menghubungi Mira untuk mencari tau kabar dokter Fatih. namun Bams merasa tidak enak karena beberapa hari yang lalu ia sempat membuat Mira kesal kepadanya karena Bams yang terlalu ikut campur masalah keluarga Mira.


Bams memberanikan diri untuk menghubungi Mira dan siap dengan apa yang akan ia terima. Nada dering berbunyi. Mira mengangkat telepon Bams.


"Maafkan aku Mira," Bams meminta maaf sebelum Mira mengatakan sesuatu kepadanya.


"Kenapa minta maaf? sebenarnya ini tadi aku mau menghubungi mu?"


Bams kaget karena Mira yang sedikit pun tidak mengungkit masalah yang terjadi kemarin. Bams begitu senang karena bisa mendengar suara Mira yang begitu lembut. Bams bertanya kenapa ia hendak menghubunginya. Mira memberikan handphone Mira kepada Fatih yang berada disampingnya.


"Halo, ini Fatih"


Bams yang kaget jika Fatih ada di samping Mira.


"aku minta tolong sampaikan ke dokter Gery bahwa aku masih tidak bisa masuk hari ini, karena mbok nah yang sedang masuk ke rumah sakit. aku harus menjenguknya sekarang juga di malang." jelas Fatih


Bams merespon nya dengan begitu khawatir dan meminta Fatih untuk tidak memikirkannya sekarang. Bams akan menyampaikan izin itu kepada dokter Gery.


"baik dokter, jangan khawatir akan saya sampaikan. mungkin saya akan segera kesana juga untuk melihat kondisi mbok nah" sambung Bams.


Fatih melarang nya dan tidak mengizinkan Bams untuk datang ke Malang. Fatih mengucapkan terima kasih karena ia sudah membantu Fatih.


"Tidak usah repot Bams. fokus saja sama tanggung jawab kamu di rumah sakit. aku minta maaf karena aku belum bisa masuk"


Bams mengangguk, dan Fatih hendak menutup telponnya. namun Bams yang tiba-tiba menyebut nama 'Lia' di telepon. Fatih mengurungkan niatnya untuk menutup telepon.


"Kenapa?" Fatih menyahut


"mencari anda?" Bams dengan nada penasaran dan menunggu jawaban apa yang akan ia terima dari dokter Fatih.


Fatih terdiam sejenak dan memikirkan apa yang akan dikatakan kepada Bams, karena Mira yang sedang berada disampingnya.


"sampaikan aku akan menemuinya"

__ADS_1


Fatih menutup telponnya dan fokus untuk menyetir. Mira melihat Fatih dan Fatih memegang tangan istrinya dengan lembut, sebuah isyarat bahwa Mira tak perlu terlalu khawatir.


__ADS_2