Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Persiapan


__ADS_3

“Kamu kapan kesini mir? Mbok nah tuh nanyain” vina sewot


Vina yang sedang menelpon Mira di surabaya. Mira masih di Surabaya dengan kuliahnya yang tinggal 2 semester saja. Mira akan melangsungkan pernikahan bersama fatih untuk 2 bulan ke depan. Mira mempunyai planning untuk menikah dengan fatih setelah mira lulus dari kuliah nya tetapi orang tua fatih yang menginginkan mereka untuk menikah lebih cepat karena beberapa masalah terkahir yang terjadi diantara mereka. Orang tua fatih tidak menginginkan akan terjadi suatu apa- apa terhadap mereka. Mira yang berencana akan menggelar resepsi pernikahan di Jakarta dan juga malang tempat ia dilahirkan dan merupakan tempat yang sangat berharga disepanjang hidupnya bersama keluarga tercinta.


Vina sahabat mira yang senantiasa turut membantu mira untuk mempersiapkan segala kebutuhan mira saat menikah. Vina yang selalu menjadi satu- satunya teman saudara yang selalu ada buatnya. Vina belum menikah tetapi vina sudah bertunangan dengan kekasihnya itu. vina membantu mira mengurus semua kebutuhannya di malang. Vina menelpon karena vina kesal terhadap mira yang tak kunjung pulang untuk membantu dia mengurus segala kebutuhan dan perlengkapan.


“iya iya, sabar kenapa!” mira yang cekikikan tanpa punya rasa bersalah itu.


“emang dasar ya kamu, dikira sini apa yang nikah. Kalau gak mau ngurusin ini itu mending kagak usah nikah mir, biar aku saja sama fatih?”


“Emang fatih mau sama kamu yang cerewet itu!” ledek mira keterusan terhadap vina


Mbok nah pun menyahut telepon vina dan menginginkan untuk bicara dengan mira. Mbok nah menasihati bahwa apa yang dia lakukan tidak baik dan harus segera pulang. Mira meminta maaf atas guyonan yang ia lakukan kepada vina.


“hehe iya mbok nah sayang, kan mira bercanda. Mira kangen sama mbok nah?” mira yang manja kepada mbok nah di telepon


Mbok nah menanyakan kapan aidin akan ikut balik ke malang. Mira memberitahu bahwa aidin akan ke malang satu minggu sebelum acara pernikahan dimulai. Angel yang merupakan adik ipar sekaligus tunangan aidin akan ikut bersama fatih untuk mengantar mira besok lusa. Mbok nah juga memperingatkan kepada mira agar tetap berhati- hati disetiap apapun dan tetap menjaga ibadahnya. Mira mendengar itu terlihat senyum dan sedikit mata berkaca atas mbok nah yang senantiasa selalu mendoakan kebahagiaan cucu nya. Mira izin menutup telepon dan segera menelpon fatih untuk segala kesiapan yang sudah 2 bulan mendekat itu.


“hati- hati mir, salam buat fatih oke!” vina menutup telepon


Fatih masih di rumah sakit harapan. Fatih yang semakin sibuk dengan banyaknya pasien yang perlu diperiksa. Fatih jarang memegang handphone nya karena tanggung jawab fatih sebagai soerang dokter. Mira mencoba menghubungi fatih yang berulang kali tetapi tidak diangkatnya. Mira sedikit kesal karena fatih yang tidak mengangkat atau hanya sekadar mengasih kabar atas apa yang ia lakukan saat ini. Mira akhirnya memutuskan untuk menghubungi angel adik fatih yang juga sedang ada praktik di rumah sakit.


“Mas fatih mana ya dik? Kakak telepon tidak diangkat sama dia!”


Mira mengeluh kepada adiknya itu dan menanyakan tentang keberadaannya saat ini. Angel menjelaskan bahwa telepon angel juga tidak diangkat sama sekali oleh abang nya itu.


“nanti lah kak, aku akan bertemu abang di rumah sakit, oke! Jangan cemas mungkin abang sedang sibuk banget di rumah sakit!”


“ya sudah terimakasih ya dik, nitip salam buat mas fatih ya supaya kasih kabar biar tidak khawatir”


“dan suruh telepon kakak nanti.” Sambung mira kepada angel


Angel mengangguk dan menutup telepon mira. Mira melanjutkan beberapa perkakas yang akan disiapkan untuk di boyongnya ke rumah malang.

__ADS_1


Keruwetan terjadi di rumah sakit, banyak sekali pasien yang sedang berobat kala itu. memang rumah sakit tidak pernah sepi dari pengunjung tetapi pagi siang itu memang begitu rame nya. Angel yang memutuskan untuk mendatangi fatih di rumah sakit harapan sekadar memastikan bahwa ia sedang dalam kondisi baik- baik saja. Angel yang seketika datang dan disambut dengan bams rekan fatih dirumah sakit.


“angel kan,?” tanya bams


“iya, dokter!” angel sedikit berpikir


“aku bams, teman dokter fatih.”


Angel bersyukur karena telah bertemu dengan salah satu teman abang nya itu. angel langsung menanyakan keberadaan fatih yang dari tadi tidak ada kabar. Bams memberi tahu bahwa abang angel sedang sibuk dan ia tidak membawa handphone nya yang ketinggalan. Mira bersyukur karena tidak terjadi apa- apa terhadap abang nya itu. bams mengantar angel untuk bertemu dengan dokter fatih.


"ngapain dik kesini!" tanya Fatih kepada adik bungsunya itu


"tuh dicariin kesana kemari gak ada kabar wajar lah khawatir?" Angel marah


"cie kangen Abang, gak biasanya"


goda Fatih kepada adiknya


"eh GR ya bang. ini kak Mira telpon berjuta kali gak diangkat."


telepon dering berbunyi suara panggilan masuk di telpon Mira dan itu adalah nomor telepon Angel. Mira mengangkat dan berharap kabar baik di dengar nya.


"Iya dik, bagaimana mas Fatih?"


"ini aku sayang, Fatih"


Mira sedang mengomel kepada Fatih karena kesal ia tidak mengangkat telepon dari tadi. Mira menjelaskan bahwa ia sangat khawatir melihat pernikahan yang sudah mendekati. Fatih tertawa dan kaget dengan Omelan Mira yang super ekspres.


"sudah kah sayang" Fatih bertanya apakah Mira sudah selesai ngomel


Mira mengambil nafas dalam-dalam dan mengatakan bahwa ia sudah selesai berbicara. Fatih mengatakan bahwa sekarang giliran dia untuk bicara


"oke, maaf handphone aku ketinggalan sayang di rumah. aku gak bawa handphone dan kalau tidak percaya tanya Bams ya? aku gak mau panjang lebar intinya aku sekarang sedang rindu! rindu kamu."

__ADS_1


"dan jangan lupa jaga kesehatan kamu besok lusa kan pulang ke Malang?" nasihat Fatih


Mira yang kaget lantaran Fatih yang sama sekali tidak emosi akibat Mira yang dari tadi mengomel. Mira balik memberikan kata kata sejuknya untuk Fatih supaya dia tenang.


"iya terimakasih. jangan lupa ibadah ya sayang, semoga tuhan melancarkan semuanya kepada kita" Mira dengan suara lembutnya


"gak sabar ya punya imam?" goda Fatih


Mira menimpali ucapan Fatih yang sedang menggoda


"gak sabar ya punya gandengan "


lima menit saat itu juga mereka bisa tertawa, namun tak lama suara Mira yang kembali senyap dan menanyakan apakah Mira masih disitu.


"hey, kenapa?" tanya Fatih


Mira berpikir akankah Fatih tidak malu dan kuat mendampingi Mira seorang perempuan hanya dengan satu kaki itu. Mira mengungkapkan rasa khawatirnya kepada Fatih jika Mira tidak memiliki fisik yang sempurna. Fatih memangkas obrolan Mira yang ngelantur.


"bicara apa? jika aku melihat fisik kamu dari dulu aku gak akan melirik kamu!" tegas nya


"memang sempat awal aku merasa,,,?" Fatih belum melanjutkan omongan nya


"merasa apa Fatih," cemas Mira


"merasa rugi! kan aku handsome" tutur Fatih ngakak setelah mengucapkan itu


Mira yang sangat jengkel dengan guyonan yang dibuat oleh Fatih pagi itu. Mira nyesel dan merasa semakin tidak percaya diri. Fatih yang menganggap itu hanyalah guyonan malah di respon Mira dengan terlalu serius.


"hei sudah. aku tidak akan debat lagi masalah ini. yang penting dua bulan lagi kita nikah dan honeymoon oke!"


Mira belum sama sekali menyahut ucapan Fatih itu dan Fatih menutup dengan beralasan bahwa ia sedang banyak pekerjaan.


"sudah dulu, lagi banyak gadis disini. aku melayani dia dulu. nanti sudah pulang aku telepon " pamit Fatih

__ADS_1


Mira yang sebenarnya masih belum puas dengan obrolan itu terpaksa harus menerimanya bahwa memang Fatih sedang sibuk untuk mengabdikan diri. suasana hati yang pedih sedikit menyelimuti Mira hari itu.


__ADS_2