Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Sang Mantan


__ADS_3

Tampak keributan terjadi di rumah kontrakan Alif. Fatih yang masih belum datang untuk segera menyelamatkan nya. Alif berusaha keras untuk bertarung dengannya. Mira hanya berusaha membantu sebisanya.


Dobrakan pintu terdengar di luar. kumpulan polisi datang di rumah kontrakan Alif. Roy yang saat itu masih di rumah Alif harus pasrah untuk ditangani oleh pihak yang berwenang.


Mira menangis, Alif memeluknya menenangkan Mira yang menangis itu.


Fatih hanya melihat Mira mengajaknya untuk duduk. Fatih tahu Mira sedang shock. Dia tidak menyangka masih saja masalah menyelimuti nya.


"Maafkan aku? aku tidak berbuat apa-apa!" tegas Mira melihat Fatih yang duduk disebelahnya itu.


Fatih mengangguk mengusap air mata Mira, dia percaya apa yang telah dikatakan. Tidak sedikitpun Fatih ragu akan ucapannya. Alif mengambil kan segelas air putih untuk diminum nya.


"maafkan aku Fatih, aku belum ada dirumah"


Alif juga meminta maaf karena dia belum bisa menjaga Mira.


"tidak ada yang perlu disalahkan. Aku berterima kasih kepadamu karena telah hebat bertarung melawan nya, bagai Suparman. haha"


Fatih yang berusaha mencairkan suasana akhirnya suasana menjadi meleleh tidak mempermasalahkan itu.


"Aku tidak bisa di sini, kunci rapat rumah kalian oke" sambung Fatih


Alif Mira menuruti apa kata Fatih itu. Fatih berpamitan meninggalkan mereka berdua.


***


Surabaya,


Lepas kejadian semalam Fatih, Mira, adiknya Angel tetap pergi ke Surabaya. Angel adiknya itu ingin bertemu sahabat nya Cia.


Mira yang mampir untuk menjemput Aidin terlebih dahulu di tempat dia tinggal bersama temannya.


"adik, aku tunggu di depan. cepetan keluar ya? Kakak sudah di mobil. habis itu kita pergi" Mira sedang menghubungi Aidin.


"Yuk,!" Sahut Fatih di depan pintu mobil


"Loh, kamu?"


Angel mengangkat kedua alisnya seraya menantang Aidin yang baru datang itu.


"Wah, seneng dong. Kencan yuk?" Aidin makin menggoda Angel yang sok itu.


Mira Fatih hanya terkekeh mendengar ucapan Aidin yang semakin tidak bisa diatur. Mira memberi peringatan kepada Aidin agar tidak main-main jika bermain cinta. Aidin yang hanya menyahut "iya" untuk membuat kakaknya itu lega.


"dengar kan kamu Aidin" sahut Fatih


"hehehe, dengar calon ipar?"

__ADS_1


"tetapi boleh tidak aku dekat dengan adik Abang?" tanya Aidin kepada Fatih seraya mata Aidin yang sedang melirik Angel


Angel mencubit pinggang Aidin karena perilaku dia yang bikin malu. Fatih memberi lampu hijau kepada Aidin yang hendak mendekati nya.


Mereka berhenti disebuah warung bakso untuk mengisi perutnya itu. seketika mereka menikmati hidangan bakso itu, muncul seorang perempuan yang berdiri tepat ditengah Fatih dan Mira yang sedang makan.


semua mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang tengah berdiri itu.


Fatih mengucap dari mulutnya,


"Elis,?"


seketika Mira melihat mata Fatih dan bermaksud menanyakan siapakah perempuan itu.


Elis adalah mantan Fatih, cinta dia yang pertama selama ia kuliah kala itu di Surabaya. Elisa teman sekampus Fatih yang telah lama menjalin hubungan dengan nya. Hubungan mereka terpaksa kandas karena Elis yang tiba-tiba dijodohkan dengan orang tuanya.


Elis memeluk Fatih yang sedang mengunyah itu. Mira semakin kaget atas tindakan Elis yang tiba-tiba memeluk tunangan nya itu. Fatih mencoba melepaskan pelukan Elis yang melingkar ditubuhnya itu.


"Tolong aku,?"


Elis merengek kepada Fatih untuk meminta bantuannya.


Aidin dan Angel hanya melongo dan melanjutkan makannya. Mira mempersilahkan Elis untuk duduk disampingnya dan memberikan segelas air untuk diminum nya.


"Tolong aku Fatih, bisa kita bicara sebentar" Elis mengajak Fatih untuk mengobrol diluar tanpa ikut campur mereka.


"santai saja kak? kak Fatih aman!" Angel yang berusaha menguatkan Mira yang sedang tak tenang itu.


Mira membuyarkan lamunan nya dan tersenyum setelah mendapat teguran dari Angel itu. tak lama dari itu Fatih kembali ke bangku makan, Elis yang langsung pergi tanpa berpamitan kepada Mira dan adiknya itu. seketika Mira bertanya kepada Fatih.


"kenapa, siapa dia tadi? mengapa kamu tidak pernah cerita?" tanya Mira kepada Fatih yang baru saja melanjutkan makannya


Fatih hanya menggeleng kepala dan tidak mengatakan apa yang sebenarnya. Mira semakin penasaran karena sikap Fatih yang aneh saat itu.


Mira belum mendapat jawaban dari Fatih, Mira bertanya kepada Angel yang kemungkinan dia mengetahui siapa perempuan tadi.


"mantan."


Angel yang keceplosan untuk bilang kepada Mira.


Mira ketika itu hany melihat Fatih yang hanya terdiam tanpa bicara sedikitpun. entah apa sebenarnya maksud Fatih menyembunyikan itu darinya.


Fatih mengajak Mira, Aidin, dan Angel untuk balik dan melanjutkan perjalanan nya. dalam mobil suasana tidak seperti awal mereka yang begitu banyak topik untuk dibicarakan. kini hanya kesunyian. Mira yang tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Fatih melirik Mira yang sedang melamun diam itu.


"kenapa?" Fatih menanyakan kepada Mira.


Mira tidak menjawabnya, Mira hanya memandangi jendela mobil. Fatih menghentikan mobilnya dan meminta Aidin dan Angel keluar untuk tidak menggangu mereka yang sedang ada masalah.

__ADS_1


"kenapa Mira," tanya Fatih


"gapapa, kenapa berhenti. keburu telat nanti"


Mira yang mengalihkan pembicaraan


tak lama Mira yang masih belum menjawab pertanyaan Fatih, akhirnya Fatih menceritakan apa yang telah mereka bicarakan tadi antara Fatih dan Elis.


"Menikah,!" Mira kaget.


"iya, menikah. dia minta aku menikahi nya"


Mira yang mencoba membuka pintu mobil dan hendak turun dari mobil itu. Fatih mencegahnya dan tidak membiarkan dia turun begitu saja.


"silahkan kamu menikah sama dia. sebelum nanti aku yang jadi korban dalam pernikahan kita" Mira menegaskan.


"bicara apa kamu" Fatih dengan ekspresi datar dan tak bersalah itu.


"kamu kenapa tidak dari dulu? kenapa harus bilang setelah kita sudah tunangan.


Mira yang menangis sambil menunjukkan cincin yang melingkar manis ditangan nya. Mira tak henti meminta Fatih untuk membuka pintu mobil agar dia bisa keluar.


Angel dan Aidin yang tak mau ikut campur urusan mereka.


"kamu jangan gitu nanti, tiba-tiba muncul mantan kamu setelah menikah!" nasihat Aidin kepada Angel.


"kamu apa sih, oh tuhan?" Angel yang mengomel dengan perilaku Aidin.


Aidin hanya tertawa setelah melihat tingkah Angel yang lucu itu. Aidin mengungkapkan itu bukan tanpa alasan karena sebenarnya Aidin menaruh hati pada Angel yang imut itu.


"Mira, dengerin saya bicara dulu," Fatih yang mencoba untuk berbicara pada Mira


"apalagi, kamu ingin ini saya lepas" Mira sedikit kesal


"eh, jangan. sini dengerin" Fatih membalikkan kepala Mira dengan memegang nya


Fatih menjelaskan apa yang dikatakan oleh Elis waktu itu. Fatih menjelaskan bahwa memang ia meminta Fatih untuk menikahinya tetapi Fatih yang lebih memilih Mira untuk bisa mendampingi hidupnya.


"lihat, sayang. cincin ini selamanya disini. dijari ini" Fatih meyakinkan kepada Mira.


Mira hanya menangis sesenggukan tak tahu apa yang harus ia lakukan. Fatih memeluknya dan membisikkan sesuatu kepadanya..


"Aku lapar lagi," Mira yang tertawa dan memukul pundak Fatih yang gagah


Fatih mengusap air mata yang menetes di pipinya.


"ehem," dehem Aidin terdengar.

__ADS_1


mereka melanjutkan perjalanan untuk menjemput kawan Angel.


__ADS_2