Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Villa


__ADS_3

"Congratulation, sayang"


ucapan pertama yang muncul di mulut Fatih.


Fatih memeluk erat istrinya itu. Mira yang hanya diam seolah ia yang sebenarnya ingin mengatakan bahwa ia begitu rindu, setelah beberapa lama tidak bertemu selepas pernikahan.


Mira yang tidak merespon sedikitpun kepada Fatih justru membuat Fatih bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Fatih menatap dalam dalam kepada Mira karena hanya memastikan bahwa ia sedang baik baik saja. Mira meminta waktu untuk berbicara empat mata bersama Fatih.


"Mir, balik dulu? biar nanti Aidin nginep saja sampai besok biar mbok nah seneng" pamit Vina kepada Mira.


Vina dan Aidin meninggalkan kampus dan pulang ke Malang. Mira dan Fatih yang masih di kampus untuk menerima beberapa ucapan selamat. tak lama dari itu Fatih mengeluarkan dua tiket dan ditunjukkan kepada Mira. Fatih telah berencana lama untuk mengajak Mira menikmati kehidupan romantis sebagai seorang suami istri.


Mira menatap Fatih penuh makna dan memeluk suaminya itu. Fatih mengeratkan pelukan Mira dan merasakan bahwa ada suatu hal yang ingin dibicarakan oleh Mira.


Honeymoon,


Hitam panjang dan lebatnya rambut Mira mengibaskan tepat didepan Fatih yang sedang duduk di atas sofa sambil memainkan handphonenya.


Fatih yang seketika melihat pesona Mira dengan tubuh yang hanya berbalut sehelai kain putih. Mira semakin mendekat dan melintas tepat didepan wajah Fatih. Fatih yang mulai kebingungan dan gugup ia menarik nafas dalam dalam entah apa yang harus ia lakukan.


"Aku kira,,,"


Fatih melongo sambil berkata dengan nada kecewanya


"Apa?" Mira menoleh sambil memegang pouch merah kecil di tangan nya.


"Ya kamu ngapain pakai handuk begini didepan ku? kayak gak punya salah saja"


Fatih yang terlihat kesal.


Mira melihat dan mendengar dengan seksama harus tersenyum dengan tingkah laku konyol yang ditunjukkan Fatih.


"hmm, aku mau ambil shampoo sayang" celetuk Mira sambil tersenyum

__ADS_1


"Ngapain, kan belum apa-apa" balas Fatih sambil memainkan handphone.


"Apa maksudnya!" tanya Mira sambil mendekat dan duduk disebelah Fatih dengan senyum indahnya.


Fatih yang sedang bermain game tidak konsen dengan handuk Mira yang sedikit terbuka. Mira membungkuk kan tubuhnya ke arah Fatih dan Fatih langsung menaruh handphonenya.


Mira yang kaget karena Fatih yang memegang pinggang Mira dan menarik nya untuk lebih mendekat ke arah Fatih. Rambut Mira mulai menyentuh pipi Fatih dan membuat mata Fatih tertutup. detak gugup terjadi diantara mereka karena mereka belum pernah sedekat itu.


Fatih mengarahkan pandangan nya ke arah bibir indah Mira yang bewarna pink itu. Fatih mulai mendekat. Fatih mulai memejamkan matanya dan merasakan hembusan nafas Mira. Mira mendekat dan memalingkan untuk membisikkan kepada Fatih.


'it's not this time' Mira meninggalkan dan Fatih tersenyum karena sudah beberapa kali ia gagal.


"Oh no. Mira...."


"Apa lagi... aku sudah menunggunya sejak lama?" Fatih tersenyum heran terhadap tingkah Mira yang selalu berhasil menghalangi


Mira tersenyum dan masuk ke kamar mandi. ia merasa gerah karena ia baru saja tiba di villa. disaat Mira yang sedang mandi sambil bernyanyi dengan suara standard mira, tiba-tiba lampu rumah mati dan membuatnya merasa panik.


Mira memanggil suaminya berkali-kali untuk memperbaikinya. namun Fatih mengatakan bahwa itu adalah lampu mati dan harus menunggunya beberapa saat. Mira meminta tolong kepada Fatih untuk mengambilkan sebuah senter untuk ditaruhnya dikamar mandi.


ceklek


bunyi pintu kamar mandi terbuka dan itu Fatih yang hendak memberikan senter itu. Namun saat itu juga tiba-tiba lampu pun menyala. keduanya merasa kaget. Fatih pun terpaku saat melihat semua tubuh Mira tanpa selembar kain. Mira tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya merasa malu dan menelan ludahnya berulang kali.


hasrat manusiawi pun muncul dari dalam diri Fatih. Fatih melangkahkan kakinya dengan tetap menatap mata Mira yang begitu tegang.


Fatih mulai sedikit maju dan menutup pintu kamar mandi itu. kini Fatih dan Mira berada dalam satu kamar mandi. tanpa ada satu orangpun yang sedang mengawasi.


suasana hening terjadi saat itu juga, hanya suara nafas dan aliran darah yang begitu kencang mengalir dari keduanya. tetesan air kran ikut andil memecah dalam keheningan itu.


Fatih mendekat dan mulai mengecup kening istrinya. Tangan kanan Fatih yang mengelus kepala dan leher Mira dengan begitu halus nya. Mira yang tidak bisa berkutik apa apa, apalagi mengelak untuk kesekian kalinya. Fatih mencium bibir Mira. keduanya saling tersenyum dan merasakan keindahan yang begitu luar biasa. mereka saling menunjukkan rasa cinta Keduanya. Kini mereka telah menjadi sepasang suami istri yang seutuhnya. malam pun berlalu begitu cepatnya.


Keesokan harinya

__ADS_1


senyum Mira pagi itu menatap suaminya yang masih tertidur pulas. tepat pukul empat pagi Mira yang sudah terbiasa bangun. ia tidak beranjak dari tempat tidurnya melainkan memandangi suaminya dengan senyum. selang beberapa menit Mira beranjak dari tempat tidur dan hendak untuk mandi dan sholat subuh.


gerakan Mira membangunkan suaminya itu. dengan mata yang masih tertutup, Fatih melingkar kan tangannya di pinggang Mira. ia menahan Mira untuk tidak pergi secepat itu.


Mira berhenti dan menatap Fatih.


"Biarkan aku tidur seperti ini. Temani aku beberapa menit lagi" ucap Fatih yang masih menutup matanya


"bangun, sholat subuh suamiku?" Mira yang sedang membisikkan ditelinga sang suami.


Fatih membuka matanya perlahan dan melihat istrinya dengan senyum pagi. Terimakasih, kata yang diucapkan oleh Fatih. tanpa sepatah kata Mira mengecup bibir Fatih.


Sarapan pagi ini berasa begitu nikmat bagaimana tidak, sejak awal pernikahan mereka belum bisa menikmatinya. pembicaraan hangat telah dibuka oleh Fatih begitu romantis. sampai dimana Mira harus mengatakan itu kepada Fatih.


"Sayang,"


"iya" Fatih menjawabnya


"siapakah perempuan itu?"


Mira yang menanyakan itu kepadanya membuat Fatih menaruh garpu yang digenggamnya.


"Dan kenapa kemarin terlambat untuk datang di wisuda? apakah kamu menemuinya terlebih dahulu?"


Fatih mendengarkan dan mencoba untuk mengolah semua perkataan Mira. Mira meminta maaf karena sebenarnya ia tidak bermaksud untuk merusak honeymoon mereka.


"Siapa, perempuan mana lagi? Elis ataukah siapakah yang kamu maksud?" tegas Fatih.


Mira masih melanjutkan makanannya dan menunduk karena ia merasa bersalah harus menanyakan itu pada saat waktu yang tidak tepat. Fatih memegang tangan Mira dan meminta Mira untuk menatap mata Fatih.


"Elis,"


"kenapa lagi dia?" Fatih nampak kesal

__ADS_1


"anak siapakah itu Fatih?" tanya Mira.


"bukankah sudah jelas kemarin. kenapa kamu membahasnya lagi. apa yang ingin kamu cari tahu" Fatih mempertanyakan dengan nada yang sedikit kesal.


__ADS_2