Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
H-2


__ADS_3

Vina dan Angel yang telah sampai dirumah sekitar pukul 21.25 malam. mereka nampak membawa seblak judes yang sudah di bayangkan sebelumnya. Fatih yang masih melihat lihat seblak itu karena tak pernah ia sekali pun memakan nya. Vina akhirnya menyodorkan seblak itu di hadapan Fatih yang masih bengong.


mereka menikmati malam itu dengan penuh canda dan kehangatan. Angel dan Fatih berencana pulang ke Jakarta besok lusa mengingat pernikahan Fatih dan mira yang hanya bersisa 20 hari lagi. Mira berencana meminta Fatih untuk menemani nya ke pemakaman orang tua Mira. esok hari Mira dan Fatih akan mengunjungi makam kedua orang tua Mira.


selama Fatih di Malang ia harus melengkapi semua kebutuhan akad salah satu yang terpenting adalah cincin. Fatih dan Mira masih belum memesan sebuah cincin untuk di pakai nya saat hari pernikahan. Fatih mengajak Mira untuk membeli cincin itu esok hari setelah sepulang dari makam.


***


"Rencana hari ini ke makam orang tua kamu Nduk?" tanya mbok nah


"Iya mbok" Mira menyahut nya


pernikahan itu bukan bagaikan kapur semakin di gunakan semakin pudar atau bahkan habis dan musnah tetapi pernikahan bagaikan sebuah marker ketika isi tinta itu habis maka carilah isinya agar board marker bisa digunakan, ketika kita kehilangan cinta didalamnya maka carilah solusinya agar hubungan itu kembali membaik.


Mira berpamitan kepada mbok nah pagi pagi sekitar pukul lima tiga puluh untuk pergi ke makam. Mira dan Fatih berencana akan langsung membeli cincin untuk pernikahan nya. Dalam perjalanan lagi lagi Mira menunjukkan wajahnya yang nampak jelas raut kesedihan. Fatih yang sedang tak senang melihat Mira yang begitu sedih ia pun menanyakan alasannya. Mira menjelaskan bahwa ia teringat sosok kedua orang tua nya. Mira membayangkan seandainya di hari pernikahan itu ada orang tua yang sedang bahagia menyaksikan anak pertama nya menikah.


Fatih mengelap air mata Mira yang nampak menetes itu. Fatih menepikan mobil yang ia tumpangi dan ia memeluk Mira yang sedang bersedih itu. Mira semakin mengeraskan rasa sedihnya itu di pelukan Fatih. kehangatan pelukan Fatih menenangkan Mira saat itu.


mereka melanjutkan perjalanan untuk membeli sebuah cincin pernikahan.


***


"Iya, aku disini. besok balik sayang?" Aidin sedang menelepon Angel untuk bertanya keberadaan nya


"iya, ingat. kalau aku sudah balik nanti aku kabari ya?" sambung Aidin


pagi itu pukul 10 Fatih dan Mira sudah sampai ditempat untuk menentukan sebuah cincin yang akan mereka gunakan saat pernikahan. sambutan hangat ditunjukkan oleh pegawai cincin. mereka disambut nya dengan begitu baik dan sampai akhirnya terpilihlah cincin indah yang pas di jari Mira. senyum lebar terlihat jelas di wajah Mira, Fatih yang ada disampingnya merasa begitu senang melihat senyum Mira.


"Dari tadi senyum" celetuk Fatih menyindir Mira yang duduk disampingnya


Mira hanya menganggukkan kepalanya tanpa harus melihat wajah Fatih yang masih tampan.

__ADS_1


"Aku pengen cewek dulu?"


Mira menengadah kepalanya dan melihat Fatih yang sedang fokus menyetir.


"Apa" tanya Mira memastikan


"apa,?" tanya balik Fatih


"Lah kamu tadi bilang apa,"


"Bilang apa coba, siapa yang bilang" respon Fatih yang sedikit membuat Mira kesal.


Fatih hanya terkekeh sampai akhirnya dia mengucapkan nya dengan lembut.


"Aku pengen anak kita yang pertama perempuan" Fatih mengucap tanpa menatap Mira. Mira tersenyum atas apa yang telah diucapkan oleh Fatih.


sontak membuat tangan Mira memegang tangan Fatih dengan lembut. tanpa sepatah kata untuk diucapkan melainkan perlu aksi nyata untuk dilakukan. mereka melanjutkan perjalanan untuk segera pulang ke rumah.


***


"Melamun aja! Oey ada telfon dari ayang kamu tuh!" tegur Vina kepada Mira yang sedang melamun


Mira pun kaget dan membalas ucapan Vina dengan senyum manja nya. Mira sesegera mungkin menjawab telfon Fatih yang berdering sudah 3 kali.


"Kenapa tidak diangkat?" Fatih menanyakan


"maaf sayang. lagi melamun" jawab Mira dengan senyuman


Fatih pun menanyakan apa yang membuat dia melamun sehingga tidak mengangkat teleponnya. Mira menjelaskan bahwa ia sedang tidak sabar untuk menunggu hari pernikahannya. Fatih tersenyum dan tetap menatap mata Mira begitu dalam.


Mira meminta izin kepada Fatih untuk menutut telepon karena mama Fatih yang tiba-tiba menghubungi Mira saat itu juga.

__ADS_1


"Iya ma,"


"Sehat sehat ya nak, semoga dilancarkan semuanya. mama dan keluarga besar disini akan berangkat besok sekalian sama Fatih"


Mira mendengar itu penuh senyum dan berharap semoga semuanya akan diberikan kemudahan.


***


Rumah sakit,


"Kamu diundang?"


"Iya, aku diundang. tapi.."


Dinda masih merasa bingung akankah ia datang di pernikahan Fatih dan Mira. Dinda menanyakan kepada Bams haruskah ia datang di pernikahan mantan nya itu. Bams memberi nasihat bahwa sebaiknya Dinda tetap menghadiri pernikahan mereka meskipun Dinda tidak enak hati. Dinda masih memikirkan hal itu sebelum ia harus memutuskan nya.


"Sudah lah. itu kemarin, masa lalu kalian. bukankah kamu sudah menemukan pengganti Fatih?" tanya Bams mendesak Dinda


Dinda tidak menjawab dan mengakhiri obrolan mereka. Dinda masih berada di luar. ia melanjutkan sekolah nya di luar untuk mengejar gelar nya. Bams yang kini telah menikah dan hidup dengan keluarga barunya. hidup Bams yang bisa dikatakan cukup berjalan dengan normal.


***


Keriwehan di rumah Mira dan Mbok Nah amat nampak jelas. banyak tetangga yang sedang berbondong-bondong untuk turut serta membantu pada acara pernikahan Mira dan Fatih. di desa memang khas dengan para tetangga yang hampir satu blok berkumpul untuk saling membantu. sungguh tidak merepotkan dan bahkan menjadi suatu yang ditunggu dengan keramaian.


Vina yang nampak sibuk membantu semua kebutuhan Mira saat akad. mbok nah yang sedang sibuk mengurus semua kebutuhan makanan, dan Aidin yang sedang di halaman membantu untuk menyiapkan dekor yang akan digunakan besok pagi.


semua begitu kompak dan bekerjasama untuk menyelesaikan. kesibukan mereka alih-alih terpecah akibat kedatangan seorang laki-laki yang tiba-tiba memasuki halaman rumah mbok nah. Aidin sontak mencegat lelaki itu yang datang menghampiri. Aidin yang rupanya mengenali siapa sosok laki-laki itu dan mengeraskan suara nya untuk memberikan peringatan kepada lelaki itu. para tetangga sangat kaget dan merasa bingung entah apa yang sebenarnya terjadi antara Aidin dan lelaki itu.


keramaian di luar membuat Mira dan Vina yang berada di dalam harus keluar Untuk menyaksikan.


"Anda..." jelas nampak kaget Mira dengan kedatangan nya

__ADS_1


to be continued...


PERNIKAHAN


__ADS_2