
Rumah sakit
Fatih membantu Mira untuk berjalan. keterbatasan Mira membuatnya tidak bisa berlari untuk segera menemui mbok nah di ruangan. dengan sabarnya Fatih mendampingi Mira. sesekali Mira melihat wajah suami yang begitu ia cintai. Mira mengehentikan langkah kakinya dan membuat Fatih bingung.
"Kenapa sayang, capek? biar aku gendong ya?"
Mira menggelengkan kepalanya tanpa harus menjawab pertanyaan Fatih. Fatih melanjutkan langkahnya untuk mendampingi Mira berjalan, namun Mira yang masih tak bergerak dan membuat Fatih penasaran apa yang membuatnya berhenti. Mira menatap dan memeluk suaminya. Mira meneteskan air mata nya.
"Terimakasih, terimakasih sudah menemani saya dan sabar terhadap saya"
"ssshh... kamu bicara apa?"
Fatih langsung mengajak nya untuk segera menemui mbok nah di ruangannya.
ceklek, pintu ruang terbuka, Mira yang yang sedang tertatih untuk menghampiri mbok nah yang telah terbaring di ranjang. Vina yang sedang menyuapinya menaruh sendok dan membiarkan Mira untuk datang dan memeluk mbok nah. tangis Mira pecah setelah melihat mata mbok yang sedang berkaca kaca. ia memeluk nya begitu erat. Fatih yang hendak mendekat di cegat oleh Aidin yang berdiri tepat disampingnya.
Aidin mengajak Fatih untuk keluar dari ruangan dan berbicara sebentar. Fatih membiarkan Mira untuk melepas rindunya. Aidin nampak kesal atas apa yang telah disembunyikan oleh Fatih. Fatih merasa ia sudah siap terhadap konsekuensi yang akan diterima.
"Apa maksud Abang menyembunyikan ini semua dari aku dan kakak?" Aidin. kesal.
Fatih tak berkutik setelah Aidin yang marah dengan nada tingginya. Fatih mencoba menjelaskan kepada Aidin bahwa ini adalah permintaan mbok nah dan ia benar-benar tidak mau jika ini diketahui oleh Mira. Fatih yang tidak mau meneruskan perdebatan yang sudah terjadi. Fatih meninggalkan Aidin dan menemani mbok nah di ruangan.
Lia sudah berkemas dan selesai dari masa opname. ia hendak mengurus segala administrasi rumah sakit. nampak melihat ke arah manapun seakan Lia sedang mencari sesuatu. Bams datang dan menghampiri Lia.
"Cari apa Lia?" tanya dokter Bams.
Lia yang dikagetkan oleh Bams dari arah belakang. Lia kebingungan dan ingin segera pergi dari Bams. ia hanya tidak ingin akan banyak pertanyaan yang segera muncul.
"Dokter Fatih tidak disini, ia disana bersama istri tercintanya di luar kota. Mungkin lagi honeymoon" celetuk Bams kepada Lia yang sedang melangkahkan kakinya.
sontak Lia terhenti dan melihat Bams yang sedang berbicara itu . Lia menatap dan menghampiri.
"Kamu jangan pernah masuk dalam rumah tangga mereka" nasihat Bams.
Lia yang masih melihat tanpa mengucap sepatah kata. Bams yang masih mencoba untuk memperingati Lia dan memberikan nasihat dan ia mengatakan
__ADS_1
"saya...."
Lia yang belum selesai untuk melanjutkan perkataannya namun Bams pergi begitu saja seakan dia menutup diri dengan informasi yang akan Lia berikan.
"Mbok, mikir apa? tidak perlu mbok memikirkan yang tidak penting?"
nasihat Mira kepada mbok nah yang berada di samping. tanpa merespon ucapan Mira, mbok nah melihat Fatih dan memeluk sang menantu. Mbok meneteskan air matanya betapa indahnya hati seorang Fatih Dimata mbok nah. Fatih mengusap air mata mbok nah. Mira melihat nya dan merasakan betapa sayangnya mbok nah kepada Fatih.
Fatih mengangkat tangan mbok nah dengan kedua tangan dan menciumnya. Fatih turut merasakan betapa sayangnya mbok nah kepada sang cucu, Mira.
"Mbok, saya tidak akan meninggalkan Mira"
ucap Fatih meyakinkan mbok nah.
"Izinkan aku tinggal di malang sementara ini"
Mira menyahut ucapan Fatih.
Fatih terdiam dan melihat Mira penuh tatapan. Mira merintih supaya Fatih memberikan izin nya kepada Mira untuk menemani mbok nah di Malang. mbok nah yang mendengar itu langsung menasihati sang cucu.
"Tidak seharusnya istri keluar dari rumah tanpa suami nduk?" Mbok nah memegang tangan Mira.
"Mbok nah tidak sendirian, Vina yang selalu temani mbok nah" tegas mbok nah
Mira berupaya kepada Fatih supaya ia memberikan izin kepada Mira untuk tinggal di malang. Namun Fatih menolak nya.
"tidak mungkin."
Mira terlihat sedikit kecewa setelah mendengar jawaban Fatih
"Tidak mungkin istri yang baru saja di nikahi harus meninggalkan suaminya"
"Saya tidak akan mengizinkan kamu Mira" tegas Fatih.
Mira yang mencoba menimpali ucapan Fatih namun mbok nah yang melarangnya.
__ADS_1
"Sudah nduk, jadilah selimut untuk suami. sekarang tanggung jawab kamu ada pada suami mu" nasihat mbok nah.
Mira yang seakan tidak bisa berkutik apa apa setelah mbok nah mengatakan itu kepadanya. perasaan sedikit kesal kepada suami karena ia tidak mengizinkan untuk sementara tinggal bersama mbok nah.
"Aku tidak akan mengizinkan kamu untuk tinggal bersama mbok nah di Malang,"
"tapi... biarkan mbok nah tinggal bersama kita di Jakarta" imbuh Fatih kepada Mira.
Mira yang mendengar itu merasa kaget dengan apa yang diucapkan olehnya. Mira memastikan dengan bertanya kepada Fatih kedua kalinya. fatih menganggukkan kepala dan memegang kepala Mira sambil memeluknya.
mbok nah tidak mengerti bahwa itu adalah maksud Fatih. Mbok nah memanggil Fatih dan menanyakan apakah yang disampaikan Fatih memang yang sebenarnya.
"Izinkan saya dan Mira membawa mbok nah ke Jakarta." tegas Fatih kepada mbok nah
"Kenapa? mbok tidak bisa meninggalkan Malang"
"Biarkan mbok nah di malang, ada Vina yang sudah menolong mbok nah?
jelas mbok nah serius terhadap Fatih.
Mira menjelaskan bahwa mbok nah akan lebih enak jika nanti di Jakarta dan bisa berkumpul kembali. Aidin yang berada di ruangan juga memberikan penjelasan kepada mbok nah agar bersedia untuk ikut kakak nya di Jakarta.
Mbok nah begitu bingung, karena ia belum siap jika ia harus berpindah tempat dan tinggal di Jakarta. Tak lama suara handphone Fatih berbunyi dan itu panggilan dari mama Fatih di Bogor. Fatih mengangkat dan memberikan handphone nya kepada mbok nah.
"Mama, mbok nah?" Fatih menyodorkan handphone nya
"Assalamualaikum " sapa mbok nah kepada mama Fatih.
"maaf sekali saya belum bisa kesana? mbok nah bisa pulang hari apa? kamar di Jakarta sudah disiapkan!"
mbok nah kaget mendengar mama Fatih yang mengucapkan secara langsung kepadanya.
mbok nah terbata bata ketika ingin mengucapkan sesuatu. seakan ia tidak bisa menolak lagi permintaan dari sang besan. mbok nah mengiyakan permintaan itu dan akan pindah ke Jakarta.
Mira begitu senang sekali dengan keputusan yang telah ia buat. Mira memeluk mbok nah dan tak lupa kepada suami yang sudah membantunya selama ini.
__ADS_1
Aidin mengantarkan Vina untuk pulang ke rumah.
"Makasih ya Vina, sudah membantu keluarga ku selama ini? kalau kamu ada apa apa jangan pernah di tutupin." nasihat mira kepada Vina yang sebentar lagi sudah jarang untuk pulang ke Malang.