
"Lagi ngapain?"
Fatih menelepon Mira saat itu. satu tahun lamanya mereka menjalin hubungan jarak jauh. Masalah masih belum terjadi diantara mereka. suasana masih sedang baik- baik saja.
Bams yang masih menjadi dokter tetap di rumah sakit Jakarta bersama Fatih. Mira melanjutkan kuliahnya di Surabaya yang sudah hampir selesai. Aidin menjadi dokter di Malang dan telah bertunangan dengan Angel adik Fatih.
"Ini, lagi ngerjain tugas di cafe kampus. belum pulang dan harus selesai hari ini juga" sahut Mira kepada Fatih yang sedang bertanya.
"jaga kesehatan, diatur waktunya baik baik. Aku rindu tahu? kapan ke Jakarta?" Fatih yang mengeluh karena sudah 8 bulan mereka tidak bertemu.
dalam obrolan Fatih dan Mira datang seorang wanita dihadapan Mira.
"Permisi.."
Mira menatap perempuan itu sambil menyisihkan telepon dari Fatih.
"Kenal saya kan, Elis" Mira kaget dan langsung menutup telepon dari Fatih.
Fatih yang tidak tahu apa yang terjadi pada Mira, ia menelponnya lagi. lima kali Fatih mencoba menghubungi nya tapi satupun tak diangkat oleh Mira.
"kenapa tidak diangkat?" tanya Elis yang sedang duduk dihadapan Mira.
"gapapa. nanti saja"
Elis mengenalkan siapa dirinya dalam kehidupan Fatih. Mira menyimaknya dengan sedikit hati hati. ia takut akan terbawa dengan cerita Elis yang mungkin saja itu hanyalah khayalan dia.
"Jadi gitu... orangtuaku sudah menyetujui hubungan aku sama mas Fatih. aku hendak mencari nya karena mama sama papa aku nitip salam untuknya." Elis bercerita.
Mira menyimak dan berupaya untuk senyum.
"Kamu temannya kan! Fatih bilang kepadaku!"
"apa" Mira meyakinkan
"waktu kalian ke tukang bakso di Surabaya waktu itu, bukankah kita bertemu! Fatih bilang kamu teman dia berkat dokter Gery!" Elisa meyakinkan Mira.
Mira nampak gugup setelah mendengar pengakuan Elis. Mira tidak mengerti apa sebenarnya maksud kedatangan Elis untuk bertemu dengannya.
"Iya" senyum Mira menjawab pertanyaan Elis.
Mira memperkenalkan dirinya kepada Elis. pertemuan itu bukan hanyalah saling sapa. tetapi pertemuan itu membuat Elis punya kesempatan mengemukakan ceritanya.
"Rencananya sih aku ke sana besok lusa ke Jakarta untuk bertemu dengan Fatih,"
"kenapa" tanya Mira
"Aku pengen dia jadi bapak dari anak yang ada dikandungan ku ini." tegas Elis
"Anak" Mira penasaran,
Elis mengangguk
__ADS_1
"setelah dia lari ke Jakarta karena hubungan kami yang dulu sempat terhambat, anak ini hadir" Elis menegaskan dengan mengelus diperutnya.
"sejak kapan, Fatih tidak cerita kepada saya"
"iya, dia kan tipe anak yang cuek saja. gak mau di besar besarin"
Mira berpikir bahwa memang seperti itu sifat Fatih selama ini yang dikenal Mira. Mira khawatir saat itu. tak lama Elis memutuskan untuk pergi
"gitu saja sih,pengen aja cerita. aku tinggal dulu"
Elis meninggalkan,
Mira langsung mencoba menghubungi Fatih di Jakarta sekilas hanya untuk bertanya kabar Fatih.
"Iya sayang. kenapa?"
"kamu gak pengen cerita?"
"cerita" Fatih bertanya balik
"iya, cerita mantan kamu mungkin"
Fatih tertawa setelah mendengar Mira yang tiba-tiba menanyakan itu kepadanya. Fatih tidak menganggap omongan Mira sebagai suatu yang sangat serius untuk dipermasalahkan.
"Kenapa, tiba-tiba sekali."
"gapapa, ingin tahu masa lalu kamu saja?" Mira berusaha tersenyum agar tidak terlalu terlihat
"Iya, nanti saja kalau ketemu ya, aku cerita. kalau lewat handphone tidak bebas kan!" Fatih terang
"heeemmm kenapa gak lewat sini saja!" sahut Mira
"iya nanti saja. habis gini aku ada urusan sebentar. gak enak kan terpotong ceritanya" tegas Fatih
akhirnya Mira menerima keputusan Fatih. Mira sedikit kecewa tapi ia menerima karena percaya kepada Fatih. Fatih selalu menepati janjinya.
"kamu kesini ya Minggu depan?" Mira meminta kepada Fatih dengan tulus.
"kok tumben sekali, iya nanti aku lihat jadwal dulu dan aku kabari nanti ya?" Mira mengangguk.
"eh sayang kalau mau kemana mana jangan lupa kabari, oke" sambung Mira sebelum dia menutup telepon nya.
Fatih membalas dengan jawaban "iya" kepada Mira yang sedang khawatir itu.
Fatih di Jakarta
setelah Mira menutup teleponnya, Fatih merasa ada yang aneh dengan sikap Mira saat itu. Fatih melihat Mira tidak seperti biasanya. ia nampak khawatir dan menanyakan hal-hal yang baginya tidak perlu untuk dibahas.
Fatih tidak mau membiarkan itu terlalu larut. segera Fatih mengecek jadwal tugas dia bekerja dan mencari waktu untuk mengunjungi Mira yang masih di Surabaya.
"dokter baik saja?" tanya bams kepada fatih yang sedang melamun itu.
__ADS_1
fatih membuyarkan lamunannya itu dan segera menjawab pertanyaan Bams.
"iya, saya baik baik saja. cuma sedikit masalah saja"
Bams yang tidak mau terlalu ikut campur dengan masalah Fatih, dia langsung to the poin kepada Fatih.
"saya diminta dokter Gery untuk menemui anda, beliau mau bertemu dengan anda di ruangan." jelas Bams kepada Fatih saat itu.
tanpa panjang lebar Fatih mengangguk kepada Bams dan akan segera menemui dokter Gery.
Bams sengaja menelepon Mira sebatas untuk menanyakan kabar dia.
"halo Bams, kenapa?"
"kamu gapapa sama Fatih?"
"maksudnya!" tanya Mira bingung.
"iya, ada masalah kah? biar aku bantu!"
Mira merasa tidak enak. Mira penasaran bagaimana Bams mengetahui jika Fatih dan dirinya sedang tidak baik.
Mira mencoba menutupi nya.
"kita baik. habis telepon dia barusan. kenapa tiba-tiba tanya seperti itu?"
Bams menjelaskan bahwa ia hanya tidak mau Mira dan Fatih punya masalah. Bams menginginkan yang terbaik buat hubungan mereka.
setelah Bams tidak mendapatkan jawaban apa apa dari rasa penasaran nya, Bams menutup telepon Mira.
"segera lulus ya? dan menikah dengan Fatih."
Bams memberi semangat.
"makasih,"
Mira hanya tersenyum dan menutup telepon Bams.
dokter Gery sedang menunggu Fatih di ruangan. dokter Gery hendak meminta bantuan terhadap Fatih. Fatih tidak mengetahui apa sebenarnya yang akan dokter Gery lakukan kepadanya.
"permisi, selamat pagi dokter?"
"masuk"
dokter Gery tanpa panjang lebar beliau meminta bantuan Fatih untuk menjalankan tugas mengganti kan beliau dinas di Surabaya.
Fatih mendapatkan tugas untuk stay di Surabaya selama 2 bulan. dalam situasi itu Fatih segera menerima tawaran itu dan siap untuk dipindahkan tugas sementara.
Fatih berpikir itu momen yang menguntungkan untuk bisa dekat dengan Mira. Fatih mulai pindah di Surabaya untuk dua bulan selanjutnya besok pagi.
Fatih mengemas segala keperluan yang ia butuhkan. Mira tidak mengetahui akan kedatangan nya itu. Mira yang telah dicoba untuk di hubungi sama sekali tidak diangkat.
__ADS_1
Fatih tidur cukup awal malam itu karena ia tidak mau harus telat naik pesawat. Fatih yang tidur cukup awal tidak mengetahui jika Mira menghubungi nya. Mira membiarkan dan berpikir positif bahwa ia sedang tidur.
tetapi Mira yang tidak tenang akibat perkataan Elis pagi tadi. Mira yang berusaha menenangkan dirinya dan menutup matanya.