Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Pernikahan


__ADS_3

Mira mendekati Roy yang sedang berdiri tepat didepan aidin yang masih dengan emosi tinggi nya. Roy menatap mira dengan sedikit gugup dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Roy hanya berpikir dan pasrah atas apa yang akan dilakukan oleh mira dan keluarga nya kepada roy.


“Roy,” sapa mira dengan bertanya- tanya atas apa yang membawa nya ke malang saat itu.


Roy menarik napas dalam- dalam dan akhirnya Roy yang menjatuhkan tubuhnya untuk meminta maaf kepada mira atas segala perbuatan yang telah dilakukan olehnya saat itu. Mira yang kaget karena roy yang tiba- tiba menundukkan tubuhnya di hadapannya, ia langsung meminta Roy untuk bangun.


“silahkan masuk dulu ke rumah.” Mira mempersilahkan Roy untuk masuk kedalam rumah.


Aidin yang sempat menentang perilaku kakanya itu di tepis oleh mira dan meminta nya untuk tidak ikut campur atas masalah yang ia alami. Roy akhirnya masuk kedalam rumah Mbok nah di ikuti aidin dan vina dibelakangnya.


Suasana ruang tamu masih Nampak hening tanpa sepatah kata apa pun yang keluar dari mulut mira, roy ataupun aidin. Vina yang sedang mengambilkan air minum untuk segera disuguhkannya. Seketika vina yang ikut bergabung diruang tamu, mira mengucapkan beberapa kata untuk menanyakan kedatangan roy di malang.


“ada apa Roy datang kesini?” tanya mira seperti biasa dengan nada yang Nampak begitu biasa


Roy berhenti sejenak lalu mengatakannya


“aku minta maaf mira, Aku kesini hanya mau minta maaf. Aku minta maaf atas semua yang terjadi kepada mu. Aku salah ya memang aku akui aku bersalah kepada mu. Aku butuh uang. Aku butuh uang karena ibuku yang sedang berobat di rumah sakit.” roy menjelaskan semua kepada mira


Kejadian saat itu,


Dinda yang mencari keberadaan Roy untuk di mintai tolong. Roy memang seorang reporter, ia bekerja sampingan untuk menajdi penulis. Roy yang saat itu sedang berada masalah ekonomi atas penyakit ibu nya yang tak kunjung sembuh bahkan semakin memburuk membuat roy terpaksa menerima tawaran yang diberikan oleh dinda. Roy tidak memikirkan panjang lebar karena ia hanya ingin kesembuhan ibu nya yang saat itu sedang berobat dirumah sakit. roy menjalankan semua perintah Dinda atas segala rencana nya untuk mencelakai Mira.


Mira tidak mau mengambil pusing masalah yang telah terjadi saat itu. mira memaafkan atas semua perlakuan roy terhadap nya. Mira bahkan sudi untuk mengudang roy di pernikahannya yang akan digelar besok.

__ADS_1


Semua masalah itu begitu cepat selesai. Aidin yang harus menuruti kakaknya untuk tidak memperbesar masalah itu. Roy turut membantu acara pergelaran mira besok pagi.


***


Rombongan keluarga fatih telah dalam perjalanan menuju rumah mbok nah. Tidak banyak dari keluarga fatih untuk hadir di pernikahan mereka di malang. Hanya keluarga terdekat yang akan menghadiri perayaan sakral di malang karena resepsi besar akan digelar di Jakarta. Suasana malang begitu asri dengan lingkungan yang begitu menarik untuk dipandang.


Justru sangat berbeda dengan kehidupan rumah fatih yang yang ada di Jakarta. Wajah sumringah jelas terlihat dari wajah fatih yang pertama kali keluar dari mobil bewarna hitam itu. disusul adik bungsu fatih yakni angel yang menggandeng tangan fatih dengan senyum lebar nya.


Kedua orangtua fatih yang menyusul di mobil belakang juga telah sampai dan segera mengiringi dokter handsome nya itu. rombongan keluarga fatih disambut begitu hangat dengan mbok nah dan keluarga mira yang lain. Aidin dan vina turut menyambut kedatangannya. Aidin yang dengan sigap menghampiri angel sang tunangan sekaligus memberikan salam kepada calon mertua nya. Mereka saling berpelukan sampai akhirnya raut muka fatih yang berubah setelah melihat kedatangannya. Semua mata menatap tertuju kepadanya. Fatih menghampiri dan hendak menanyakan keberadaan nya disini dengan penuh sinis dan semua orang merasa tegang.


Sebelum fatih yang hendak menghampiri nya terdengar suara lelaki tua yang menyapa fatih sehingga fatih harus menggagalkan langkah kaki nya itu. Fatih menoleh, dan terkekeh “kakek.” Fatih senyum dan melayani percakapan kakek sehingga fatih harus melupakan apa yang seharusnya ia lakukan. Acara yang tinggal beberapa menit lagi segera dilangsungkan. Suasana rumah mira yang begitu Nampak sedikit tenang dengan kegugupan menyelimuti suasana hati fatih. Mira masih belum menampakkan dirinya.


Terdengarlah untaian kata dari seorang lelaki yang sudah taka sing ditelinga,


“aku terima nikah dan kawinnya Ameera Azana binti bapak Amir Ali dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai Sembilan belas juta tiga ratus dua puluh ribu dibayar tunai.”


Akhirnya suara itu terdengar jelas ditelinga Mira yang sedang tak terbendung dengan tetesan air mata yang sudah ditahannya beberapa hari itu. rasa Bahagia terharu jelas tertangkap di wajah mira. Betapa tidak Mira seorang gadis yang hanya dengan satu kaki telah menemukan seorang lelaki pilihan tuhan untuk menjadi pendamping hidupnya.


Vina yang berada disampingnya turut Bahagia dan mendoakan yang terbaik untuk sahabat nya itu. vina memeluk dnegan eratnya. Mbok nah yang memasuki kamar untuk menjemput Mira dan memintanya untuk segera menemui suami halalnya didepan para tamu undangan yang menyaksikan pernikahan sakral mereka. Mira disambut dnegan mata berbinar fatih dan dan keluarganya. Tak luput orang tua fatih yang ikut serta meneteskan air mata berharga nya itu untuk anaknya.


Fatih yang tak henti untuk meemandang paras cantik Mira berbalut baju kebaya putih anggun dengan sanggul bergaya modern. Mira yang masih menundukkan kepalanya dengan kaki yang berusaha terbata untuk melangkahkan kakinya. Melihat mira yang sedang berusaha untuk melangkahkan kaki nya. Fatih berdiri dan menjemput istri halalnya itu dan menuntun nya untuk segera bisa duduk disampingnya.


Suasana begitu haru. Mbok nah tak kuasa membendung air mata terhadap cucu nya berkaki satu itu. melihat perjuangan mira selama ini untuk mewujudkan segala mimpinya dan pantang menyerah yang selalu ditampakkan olehnya.

__ADS_1


Mira duduk disebelah fatih dan menatap kedua mata fatih. Mira memegang tangan fatih untukk diciumnya pertama kali sebagai seorang istri yang sah. Fatih menatap mata mira dan mencium kening Mira dengan beigtu hangatnya. Mira memandang dengan mata yang penuh terimakasih kepada fatih. Mira melanjutkan untuk memberikan salam nya kepada kedua orangtua fatih yang sudah bersedia menjadikannya sebagai menantu. Mama fatih yang tak engan untuk memeluk menantunya itu. pesan hangat yang disampaikan mama fatih terhadap mira.


“jaga anak mama ya mira, mama tahu ini semua takdir tuhan yang begitu indah untuk dijelaskan. Fatih milikmu nak, kamu berhak untuk menegurnya jika anak mama salah. Dalam pernikahan tentunya pasti akan banyak kejutan yang mungkin kalian belum pernah temui sebelumnya. Jaga komunikasi kalian, hormati satu sama lain dan satu hal lagi jujur adalah hal yang paling penting dalam keluarga”


Mira mendengarkan sambil melihat wajah mama yang begitu tulus memberikan nasihat itu. acara pernikahan itu berjalan dnegan lancar. Mira dan fatih kini telah hidup bersama tanpa ada suatu Batasan diantara mereka. Satu demi satu para keluarga dan tamu telah meninggalkan rumah Mira.


Kini tinggal mira dan fatih yang telah masuk kamar terlebih dahulu. Perasaan gugup Nampak menghantui Mira. Belum ada pembicaraan yang harus diutarakan untuk pertama kalinya mereka dalam satu kamar yang sama. Mira yang sibuk mencari alasan agar malam itu segera berganti esok hari. Fatih yang Nampak sedikit tenang sambil melihat mira yang begitu tidak anteng mondar mandir.


“kamu ngapain sibuk dari tadi?”


“tidak bisakah kamu diam dan menemaniku disini? Dikamar?”


“Apakah kamu tidak menginginkan untuk tidur mala mini?”


Mira menoleh pada sebuah jam yang menunjukkan pukul 00.45 dini hari


Tanpa sepatah kata yang terucap dari mulut Mira.


“sini lah mira, tidur?” ajak fatih kepada Mira


Mira mentap dan mengatakan,


“duluan saja fatih. Masih banyak yang harus dikerjakan!” ucap mira

__ADS_1


Fatih bengong dan tidak tahu kenapa Mira harus bicara seperti itu.


Mira yang sedang berdiri dipojok kamarnya untuk membersihkan hal- hal yang mungkin sedikit bernatakan di meja itu. fatih tiba- tiba mendekat ke arah Mira yang sedang berdiri itu.


__ADS_2