
Tiga tahun sudah pernikahan mira dan fatih, layaknya kehidupan yang begitu normal dijalankan oleh keduanya. Kesibukan mereka sebagai seorang dokter terus membuat mereka yang begitu jarang untuk berkencan. Bukannya mereka tidak mau melainkan ketika waktu libur mereka lebih memilih untuk menghabiskan masa liburnya untuk beristirahat. Mereka sangat menikmati kehidupan mereka sebagai sepasang suami istri dan berumah tangga, namun tentu tidaklah mungkin tidak ada sebuah masalah dalam sebuah hubungan rumah tangga. Pernikahan mira yang sudah terjadi empat tahun itu yang masih belum dikarunia seorang anak di keluarga mereka, mama fatih yang begitu menginginkan seorang cucu dari fatih dan mira, namun tuhan masih belum memberikan untuk mereka. Tak henti rasanya mama fatih yang tiap hari menghubungi dan menanyakan tentang keadaan mira dan fatih hanya untuk memastikan apakah mereka sedang baik- baik saja dalam hubungan rumah tangga mereka?
“iya ma?” jawab fatih yang sedang makan siang saat itu
“apakah kamu baik- baik saja nak?” tanya mama fatih
Fatih mengangguk dan memastikan semuanya baik- baik saja tidak ada masalah yang sedang terjadi. Fatih bertanya balik kepada mama nya apakah mama juga dalam keadaan baik. Mama fatih mengatakan bahwa ia sudah sangat rindu kepada fatih dan mira. Ia menginginkan keduanya agar tidak terlalu sibuk bekerja dan fokus dalam rumah tangga.
“ada apa ma?”
“apakah mama baik- baik saja?” tegas fatih kepada mama nya
“kamu tidak kesepian nak?” tanya mama
Dengan tegas fatih mengatakan ‘tidak’. Ia mengatakan bahwa kesibukannya membuat ia tidak merasa bosan sama sekali. Mama fatih menawarkan apakah ia tidak menginginkan untuk berbulan madu bersama Kembali dengan mira. Fatih tersenyum saat itu karena ia sudah mengerti apa maksud dari ucapan mama nya itu.
“mama ingin punya cucu dari fatih dan mira?” tanya fatih memastikan
Tidak ada ucapan suara yang keluar dari mulut mama nya dan hanya terdengar sedikit isak tangis dari mama. Fatih sedikit memikirkan kondisi mama nya dan menginginkan agar mama nya tidak begitu memikirkan tentang masalah itu.
“bukankah angel sudah akan memberikan cucu untuk mama?” jelas fatih mencoba untuk menenangkan mama nya
“iya tahu, mama senang sekali. Tapi ka….”
Belum sempat menyelesaikan pembicaraan nya namun fatih memotong dan mengatakan bahwa ia akan tidur di rumah bogor untuk nanti malam. Dengan antusias mama fatih mengiyakan dan menunggu kedatangan sang anak. Fatih menutup telepon dan Kembali untuk kegiatannya.
Mira yang baru saja menyelesaikan satu pasien untuk berobat, ia menghubungi fatih untuk sekedar melepas rasa rindunya.
“iya sayang?” jawab fatih
“nanti malam kita makan di luar ya?” ajak mira kepada fatih
“bisakah kita tidur dirumah mama nanti malam?” jawab fatih
__ADS_1
Sedikit terdiam sejenak mira tidak menjawab tawaran dari fatih. Dan ditunggu nya mira untuk menjawab semua pertanyaan fatih. Oke’ jawab mira kepada fatih karena ia menyutujui bahwa ia bersedia untuk tidur dirumah orangtua fatih. Fatih begitu antusias mendengar jawaban dari mira dan sudah tidak sabar untuk pulang dan mengemas segala perlengkapan untuk tidur dirumah bogor. Mira Kembali menyelesaikan tugasnya karena masih ada pasien yang sedang berobat di klinik mira sore itu. seperti biasa tanpa kurang sedikitpun ia begitu tulus melayani semua pasien dengan begitu baik.
Seorang anak kecil yang sedang berobat karena terjatuh dari sebuah sepeda. Ia tidak menangis saat itu karena mira begitu sabar dan baik memberikan pelayanan kepada sang anak itu. seketika sebuah pertanyaan lugu terucap dari anak itu.
“kenapa kaki dokter Cuma 1?”
Sang ibu dari anak itu menegur nya karena ia menanyakan itu kepada mira. Mira hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu hal yang wajar ditanyakan oleh seorang anak.
“dulu dokter tidak sengaja tertabrak oleh seseorang, jadi begini deh kaki kakak”
“makanya nanti adik kalau sudah besar, lebih hati- hati ya kalau berkendara, tidak terlalu ngebut dan menjaga aturan lalu lintas” Nasihat mira kepada anak itu. dan sang anak mengangguk, sang ibu berpamitan untuk pulang. Waktu menunjukkan pukul 19.50. mira sudah bersiap untuk menutup kliniknya karena ia harus mempersiapkan semuanya. Terdengar mbok nah yang sedang menghampiri mira saat itu.
“kamu yakin nak, malam- malam gini akan berangkat ke bogor?” tanya mbok nah kepada mira
Mira mendekat dan memeluk sang nenek,
“iya mbok nah sayang, mira sudah menyiapkan semua buat mbok nah. Tidak lama kok, sehari ini saja. Mira juga sudah lama tidak bertemu dnegan mama dan papa”
“apakah mbok nah memberi mira izin?” tanya mira kepada mbok nah
“apapun yang terjadi, ikuti kata suami mu. Itulah seorang istri yang baik. Ikutlah kemana suami mu pergi.” Lagi lagi mbok nah yang begitu baik memberikan nasihat itu kepada mira
Mira bergegas membereskan semua perlengkapan untuk berangkat ke bogor. Fatih sampai dirumah dan dibukakan pintu oleh mbok nah. ‘mbok’ sapa dan salam fatih kepada mbok nah yang sudah dianggap orangtua sendiri.
“mira mana mbok?” tanya nya
“dikamar” ucap mbok nah
“dia sudah tidak sabar ingn bertemu sama orangtua kamu” jelas mbok nah kepada fatih
Fatih tersenyum dan berlari menuju kamar untuk mengagetkan mira. Fatih membuka pintu tanpa salam dan membuat mira begitu kaget dengan kedatangan fatih saat itu. Fatih memeluk mira dan menciumnya.
“bisa tidak salam dulu sayang?” kesal mira karena memang ia begitu kaget
__ADS_1
Fatih hanya tertawa karena tingkah konyol mira dan wajah dia yang begitu cemberut. Fatih tidak memperdulikan itu tetapi hanya menciumnya berulang kali.
“weh, kenapa ini” penasaran mira karena fatih yang tidak ada hentinya mencium mira
“tidak apa- apa. Hanya rindu sang istri.” Pangkas fatih kepada mira
Fatih menggendong mira dan menaruhnya di Kasur. Mira begitu shock entah apa yang akan ia perbuat kepadanya. Mira mencoba menahan fatih yang sudah ingin membuka baju mira.
“stop”
“bukankah kita akan berangkat malam ini?” tanya mira sambil menatap tajam mata fatih yang hanya berjarak 3 sentimeter itu.
“iya” fatih membaringkan tubuhnya di atas Kasur dan menjawab dengan nada lemas
Mira bangun dan menatap wajah fatih yang Nampak Lelah malam itu. mira mengatakan alangkah baiknya mereka menunda untuk pergi ke bogor saat itu namun fatih menolaknya dan ingin segera pulang ke bogor. Fatih bangun dan pergi untuk menyiapkan segalanya. Namun mira menarik tangan fatih dan mengatakan bahwa ia sudah menyiapkan segala sesuatu nya. Fatih tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada mira karena telah membantunya. Mira meminta agar fatih pergi untuk mandi dan menyegarkan tubuhnya dan disisi lain mira menyiapkan segelas susu hangat untuk diminum sang suami.
“mbok kita berangkat dulu ya?” pamit fatih dan mira kepada mbok nah yang sudah menunggu di ruang tamu.
“jaga dirimu dan istrimu baik- baik ya nak? Jika sudah sampai kabari mbok nah.” Ucap mbok nah kepada fatih dan mira
Fatih menganggukkan kepala dan menjabat tangan mbok nah, begitu juga dengan mira. Mereka menuju ke bogor pukul 20.15 malam.
___
Bogor,
pukul 21.30 malam tepatnya Fatih dan Mira sudah datang didepan rumah mama dan papa. Fatih menurunkan tas bawaan yang tidak terlalu banyak itu karena hanya satu hari mereka akan bermalam dirumah Bogor. suara ketuk pintu terdengar oleh papa Fatih dan ia pun membukanya. Fatih yang berada tepat didepan pintu memeluk papa nya yang semakin gendut, hihih. nampak sehat dan bugar sekali papa Fatih. sangat bersyukur setelah mengetahui kondisi papa nya yang terlihat sehat.
Mira menyapa papa Fatih dan memberikan salamnya kepada mira. Mira dengan antusias untuk masuk karena papa Fatih yang menggandeng Mira begitu erat. cuitan cemburu terdengar di mulut Fatih karena papa nya yang lebih memperhatikan sang menantu ketimbang anak kandungnya.
Mira tertawa atas perlakuan itu. Mira pun menanyakan kepada papa kemana mama nya berada karena tidak terlihat sama sekali. wajah papa pun mengarahkan ke arah dapur yang seharusnya mama Fatih dari tadi disana.
"karena sang menantu kesayangan akan pulang, dari tadi mama kamu tidak keluar dari dapur. entah masak apa saja dia" ucap sang papa
__ADS_1
Mira memandang papa nya yang begitu lucu menjelaskan kepada Mira. Mira izin untuk pergi ke dapur dan menyapa sang mama. papa dan Fatih sedang mengobrol di ruang tengah untuk menunggu santapan makan malam.