
Suasana haru di rumah Gea. Mira sedikitpun tidak bisa mengontrol emosional nya. Fatih masih berusaha menenangkan Mira yang sedang nangis terisak itu. sosok laki-laki yang sangat berwibawa dan bertanggung jawab atas setiap masalah. mama Gea keluar menemui mereka yang sedang berkumpul itu dan menyatakan sesuatu kepada Mira.
"bagaimana Mira sudah baikan?"
Mira mengangguk dan merasa malu kepada mama Gea yang sedang bertanya. mama Gea menceritakan bahwa selama ini Mira yang hanya salah faham terhadap Fatih.
"aunti tahu?"
Mira bertanya kepada mama Gea apakah ia tahu tentang masalah Fatih dan Mira. mama Gea akhirnya menjelaskan bahwa ia mengetahui semuanya dan sengaja menutupi itu karena Fatih yang tidak mau orang lain ikut campur terhadap urusan pribadi mereka.
Mira menatap Fatih sambil memegang tangan Fatih di atas meja dan mengucapkan maaf. Fatih tersenyum dan menutup semua masalah itu. Fatih mengajak Mira untuk jalan jalan berdua menikmati pemandangan luar yang nampak sangat terik.
Mira menaiki mobil tumpangan Fatih. Mira bertanya alasan ia berada di Surabaya.
"iya, maunya aku kasih surprise ke kamu. aku dapat tugas dari dokter Gery untuk pindah ke Surabaya dua bulan ini"
"dan aku antusias sekali mendengar itu... tetapi, eh mala jadi begini. sorry"
Fatih menjelaskan dan meminta maaf jika menjadi masalah yang begitu besar.
"Kenapa ada Elis disitu dan peluk kamu?" tanya Mira kepada Fatih
Fatih menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui hal itu dan Fatih tidak ada planning untuk bertemu Elis bahkan Fatih kaget setelah melihat kedatangan Elis di sana. Fatih bertanya balik kepada Mira kenapa ia begitu marah dan pergi meninggalkan tanpa alasan sedikitpun.
Mira menundukkan kepalanya dan berhenti sejenak untuk menarik napas dalam-dalam.
"hey,"
Fatih mengangkat kepala Mira yang tertunduk. Fatih memberikan isyarat bahwa Mira harus menjelaskan kepada Fatih.
Mira menjelaskan bahwa waktu ia sibuk menanyakan kepada Fatih tentang masa lalu dan mantan nya sebenarnya ia merasa tertekan atas cerita Elis saat itu yang mengatakan bahwa ia mengandung. ia menginginkan bahwa Fatih bisa menjadi bapak untuk anak yang ada di kandungan.
"Aku hanya berpikir bahwa kamu adalah bapak dari anak yang ada dikandungan Elis, Fatih?"
Mira menangis
Fatih yang menggelengkan kepalanya untuk mengatakan bahwa bukan Fatih yang menghamili.
"seharusnya kamu bisa mencerna terlebih dahulu sayang" Fatih menyesal karena sikap Mira yang begitu gegabah menuduh Fatih yang bukan-bukan.
__ADS_1
Fatih turut membenarkan bahwa Elis saat itu sempat meminta Fatih untuk menjadi bapak dari anak hasil pernikahan Elis dengan suami nya. Fatih menambahkan bahwa Elis sudah menikah dan berkeluarga tetapi keburukan suaminya membuat Elis memutuskan untuk pergi meninggalkan suaminya.
kesalahpahaman itu nampaknya benar-benar terjadi. Fatih dan Mira bersyukur karena masalah itu tidak berlarut. perjalanan jauh sudah mereka dapati. Mira tidak sadar bahwa ia tertidur pulas selama perjalanan.
"dimana sayang?" Mira tersadar dari tidurnya
Fatih hanya diam dan tak lama tulisan terlihat "Bogor"
"hah, Bogor!" kemana kita?" tanya Mira
"ke mama!" dengan santai Fatih menjawab
Mira sesegera mengecek kondisi dirinya yang sedang suram itu. mira meminta Fatih untuk berhenti sejenak di masjid dan membersihkan badannya. fatih menyetujui dan berhenti sejenak di masjid terdekat.
Bogor,
"Assalamualaikum"
waalaikumussalam mama menyahut suara salam itu dan membuka kan pintu untuk mereka. kedatangan Mira dan Fatih tanpa sepengetahuan keluarga di Bogor.
mama Fatih yang begitu kaget setelah melihat mereka berdua berdiri didepan pintu. mama Fatih memeluk Mira dengan senang nya.
"sama saja, wong Mira juga sudah jadi anak mama kan." mama ketus
"papa mana ma?" tanya Mira karena belum melihat papa.
"papa ada acara, nanti pulang malam?" sahut mama
Mira senyum dan mama yang mengajak untuk masuk kedalam meminta Mira untuk istirahat terlebih dahulu.
"kamu gak bilang kalau mau kesini, kan mama bisa nyiapin tempat tidur buat kamu Mira?" nasihat mama
"Pake kamar Fatih saja ma?" Fatih menawarkan
mama Fatih setuju dan berpikir kemana Fatih akan tidur nantinya.
"Gapapa, kan nanti bisa sekamar ma disitu"
mama Fatih yang memukul nya dan Mira yang langsung mengangkat kedua alisnya. Fatih hanya terkekeh melihat ekspresi bidadari bidadari tak bersayap itu.
__ADS_1
Fatih membantu membereskan kamarnya yang sedikit berantakan. sejatinya kamar Fatih yang rapi karena dia memang begitu rapi anaknya. jarang terlihat kamar Fatih berantakan. mungkin beberapa debu yang menempel karena sudah lama tidak di huni.
Mira membersihkan tubuhnya agar terlihat lebih segar. Mira mengajak untuk pergi ke pasar untuk belanja beberapa kebutuhan dapur. Fatih mengiyakan dan segera menyiapkan mobilnya.
Angel yang kebetulan juga datang saat itu langsung menyapa kedatangan sang kakak ipar. betapa senangnya Mira bisa melihat adik iparnya itu yang begitu imut cantik dan sangat ramah.
"sudah lama kak disini? kok gak kasih kabar dulu?"
"kelamaan!" celetuk Fatih kepada adiknya itu
Angel memukul sang kakak. sudah lama guyonan lama itu tidak hadir di keluarga Fatih. Angel akhirnya nimbrung Fatih dan Mira untuk belanja ke pasar yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumahnya. segera Angel bersiap dan mengganti baju dokternya itu.
Makan malam,
"berapa hari kak disini?" tanya Angel yang sedang mengunyah makanan
"eh mungkin besok sudah balik dik, karena kakak harus menyelesaikan tugas kampus kakak"
"bentar sekali, tambah dong kak?" rengekan Angel
mama menyahut obrolan mereka yang sedang asik
"biarin toh. segera selesai kuliah, menikah makin cepat kan enak?"
Fatih langsung mengucapkan kata 'mantap' ditengah obrolan mereka
"dan honeymoon kan sayang. hahah"
Angel yang mendengar kakaknya itu langsung batuk dan seakan menyindir bahwa ia juga akan menikah soon
"Tahu, kamu juga sama Aidin. sabar, iya kan ma!"
mama yang tersenyum dan menasehati bahwa dalam hubungan rumah tangga pasti ada suatu masalah. mama menasehati mereka agar tetap selalu komunikasi dalam masalah apapun. tidak ada pernikahan tanpa masalah. tahun ke tahun pasti masalah selalu ada. entah ekonomi, anak atau yang lain.
mama berharap hubungan pernikahan bukanlah hal main main. mereka harus mempertahankan pernikahan itu dan menjaga aib keluarga.
Mira terlihat begitu menundukkan kepalanya dan suasana menjadi hening. mama Fatih memegang tangan Mira dengan lembutnya. Mira akhirnya menangis di pelukan mama Fatih malam itu. Mira begitu merindukan sosok ibu yang seharusnya bisa berada disampingnya dan memberikan nasihat bak mama Fatih yang selalu memberikan nasihat.
malam yang penuh haru itu terpecah karena suara bom keras berada di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Fatih kentut sekeras-kerasnya tanpa basa-basi. semua teriak terhadap sikap Fatih yang tak sopan. Fatih meninggalkan tempat makan sambil berlari menuju dapur.