Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Dokter Mira


__ADS_3

apartemen yang begitu sepi tanpa suara Mira. tidak seperti biasanya suasana apartment. sekejap apartemen berubah menjadi begitu dingin. Mbok nah yang terngiang di kepala Fatih. Fatih yang begitu kepikiran setelah Vina memberitahu apa yang terjadi.


...mbok nah akhir akhir ini kondisinya tidak begitu baik Fatih... ia begitu merindukan Mira. ia khawatir sekali terhadap Mira. mbok nah hanya takut ia akan kesepian disana. Mbok nah akhir akhir ini juga sering menangis namun ia tak pernah menjawab alasan kenapa ia menangis. dia hanya selalu bilang, Rindu Mira dan ingin bertemu...


kalimat itu yang sedang dipikirkan oleh Fatih saat ini juga. ia tidak tenang dan membuatnya untuk menghubungi Vina saat itu juga.


"Iya, halo Vin. maaf sekali mengganggu kamu malam- malam"


Fatih menelpon nya


Vina menjawab dengan nada sedikit kesal karena ia telah membangunkan tidurnya. Vina sudah terlanjur terbangun dan menceritakan semuanya kepada Fatih.


Keesokan harinya,


Rumah sakit yang nampak rame pagi itu. cuaca mendung menutupi langit Jakarta. tak terlihat terik hangat hari itu seperti biasa.


"Selamat pagi" sapa dokter Bams kepada pasien yang telah melakukan operasi kemarin


tanpa melihat nya perempuan itu menjawab dengan antusias sekali.


"Pagi, mas Fatih"


sontak ucapan itu membuat Bams menanyakan kepada pasien itu sebenarnya hubungan antara keduanya.


Pasien itu tidak tahu jika pagi itu adalah dokter Bams yang akan memeriksa kondisinya. nampak gugup dari seorang perempuan itu dan berupaya untuk menyembunyikan. Bams yang mulai sedikit memaksa supaya ia segera memberi tahu hubungan keduanya. pasien itu sangat tertekan dengan pertanyaan Bams dan sampai akhirnya suara ketukan pintu terdengar.

__ADS_1


"Lia,?"


kedua mata Bams dan Lia, nama seorang pasien itu menoleh bebarengan.


'ibu' ucap Lia. Bams melihat kembali kepada Lia dan seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Ibu Lia mendekat dan memeluk Lia dengan erat. ibu Lia tidak begitu fokus terhadap seorang dokter yang berdiri disampingnya.


"Bagaimana Fatih? apakah sudah bertemu?"


kalimat yang keluar dari mulut ibu Lia dan membuat Lia menaruh mata nya dihadapan Bams yang sedang berdiri. Bams salah tingkah setelah ibu Lia merasa sadar dan menoleh dihadapan nya. Bams merasa tidak enak dan izin untuk meninggalkan ruangan. tanpa menoleh Bams berbalik arah dan meninggalkan.


"Dokter..."


suara terdengar dan menghentikan langkah kaki Bams yang sedang melaju.


ibu Lia menghampiri dokter Bams dan berdiri tepat dihadapannya. ibu Lia memegang tangan dokter Bams dan mengucapkan ribuan terimakasih kepada dokter Bams karena telah membantunya.


Mbok nah pagi itu kala yang sedang menyapu dikejutkan dengan kedatangan sang mertua tanpa konfirmasi terlebih dahulu. mbok nah begitu kaget dan menjatuhkan sapu yang ada digenggam nya demi mendatangi menantunya dan memeluk.


'dek' suara hati Fatih yang tergetar akan perasaan yang turut dirasakan nya saat itu. seakan Fatih yang telah mengetahui sumber masalah utama nya. mbok nah menangis di pelukan Fatih. Fatih semakin mengeratkan pelukannya kepada mbok nah. ia mengusap air mata mbok nah yang sudah terlalu banyak untuk keluar. ia mengajak nya untuk duduk dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Mbok tidak apa-apa, nak?"


sahutnya


Fatih yang geleng-geleng seakan tidak percaya dengan sikap mbok nah yang begitu ingin menutupi nya. Fatih melihat mata mbok nah dan mengajak nya untuk mencari tempat duduk.

__ADS_1


"Ceritakan semua apa yang ingin mbok nah ceritakan" ucap Fatih


mbok nah yang masih sesenggukan karena perasaan dia yang masih sedih dan akhirnya setelah beberapa saat mbok nah mengatakan kepada Fatih.


Lima hari kemudian,


Kampus itu begitu ramai, para mahasiswa memakai baju toga mengingatkan masa lalu Fatih yang begitu indah, sedih senang perjuangan yang telah Fatih alami selama menjadi mahasiswa. Kampus yang mengingatkan Fatih akan banyak nya cerita.


Fatih keluar dari mobilnya dan berdiri dengan memandangi area sekitar. Bahu Fatih yang ditepuk oleh salah seorang dari belakang. Fatih mengarahkan pandangan nya ke belakang dan melihatnya.


...Inilah sebuah ungkapan motivasi dari salah satu mahasiswa kedokteran yang sudah menyelesaikan gelar pendidikan nya dengan hasil cumlaude... kepada Ameera Azana di silahkan....


Gemuruh tepuk tangan menyambut dokter Mira gelar baru yang disandangnya dengan satu kaki dan tongkat. Suara tongkat ditambah kesunyian dari semua peserta yang diwisuda membuat beberapa mahasiswa merasa terharu dan menangis melihat kejadian itu.


Mira yang sedang berdiri tepat di atas podium disaksikan oleh 900 mahasiswa yang sedang fokus terhadap nya. Perasaan gugup mengguyur tubuh Mira. ia begitu terharu akan perjalanan yang telah ia tempuh selama ini.


...Mbok nah,...


...orang yang sangat berharga dalam hidup, seorang nenek renta dengan ikhlas merawat kedua cucu nya. mereka dibesarkan oleh nenek nya karena kedua orangtua mereka yang telah dipanggil oleh tuhan. seorang penjual pecel bertahun-tahun yang tak pernah bosan untuk menjalankan nya. selang beberapa waktu lama seorang mahasiswa yang harus putus kuliah karena kakinya yang tidak lagi sempurna....


...ia depresi, ia menangis beberapa hari karena ia tidak sanggup menerima itu Semua. ia meninggalkan bangku kuliahnya dan beralih menjadi seorang penjual pecel demi membantu neneknya. Kehidupan itu pun berubah setelah seorang lelaki yang datang dalam kehidupannya. ia seorang dokter yang begitu baik hatinya. tak hanya baik, tentunya tampan. tidak kaget jika perempuan itu harus bersaing dengan puluhan perempuan untuk mendapatkan dokter tampan itu. namun ia sadar diri, tidak sempurna nya kaki itu membuat nya mundur. Namun lagi-lagi Tuhan berkehendak siapa yang bisa untuk mencegahnya. dokter tampan itu menikahinya dan kini menjadi suaminya....


Fatih yang berdiri tepat ditengah-tengah audience yang begitu penuh. suara sepatu Fatih yang terdengar dari pintu utama, sepasang mata para mahasiswa menuju pada ketampanan dokter Fatih. Mira tertunduk kepada Fatih yang kian mendekat. Fatih menuju podium dan hendak memeluk istri tercintanya.


tak terasa Mira yang meneteskan air matanya, dengan jalan tertatih menghampiri Fatih dan memeluknya. hening itu memecahkan suasana haru pada ruang hall saat itu juga. seluruh mahasiswa dan dosen yang ada disana turut memberikan tepuk tangan yang luar biasa akan cerita yang telah Mira sampaikan. Vina yang lantas duduk bersebelahan dengan Aidin adik Mira, bersiul bak tak punya rasa malu.

__ADS_1


Aidin yang merasa disampingnya harus menutupi rasa malu atas perbuatan Vina.


Sambutan hangat diberikan oleh segenap civitas kampus atas segala perjuangan Mira selama ini. tak lupa kepada Fatih suami Mira yang senantiasa berada disampingnya.


__ADS_2