Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Break


__ADS_3

"sayang, dimana?"


suara notifikasi pesan WhatsApp muncul di handphone Mira. Mira mengecek saat ia tengah berada di warung mbok ci. mbok ci pemilik warung yang sering ngasih makan gratis setiap Jumat.


Mira diperbantukan untuk membantu mbok ci menyiapkan segala makanan untuk dibagikan. warung selalu melekat dalam diri Mira.


Mira yang sedang melihat notifikasi itu, tanpa membalas tetapi langsung menghubungi nya.


"Hei, pagi. kemarin malam aku telepon kemana sayang?" tanya Mira dengan biasa


"pagi sayang, iya maaf. sudah tidur aku!" Fatih menjawab nya dengan tersenyum merasa bersalah


Mira seakan tak percaya dengan perilaku yang tidak biasa dilakukan oleh Fatih itu. Fatih yang selalu tidur sedikit malam tetapi malam itu ia tidur begitu awal.


"Tidak biasa?" tanya Mira


"iya gapapa pengen saja" Fatih bingung harus jawab apa


Mira tidak mau melanjutkan lagi pembahasan itu. Mira bertanya balik tentang keberadaan nya.


"dimana?"


"oh, diluar sayang. Mira sedang apa "


Fatih bertanya balik karena belum tahu keberadaan Mira saat itu.


"oh di warung mbok ci, biasa nyiapin makan Jumat"


Fatih merasa kebetulan karena ia sedang di sana. Fatih berencana memberi surprise kepada Mira setelah sholat Jumat di masjid yang tak jauh dari warung mbok ci. fatih yang sudah sampai di Bandara dan segera terbang menuju Surabaya.


Fatih harus bertemu dengan seseorang terlebih dahulu sebelum ia harus bertemu dengan Mira. Fatih yang telah ditugaskan di Surabaya selama dua bulan ke depan.


pukul 09.00 pagi Fatih tiba di bandara Juanda Surabaya. Fatih menghampiri tempat dimana ia harus stay dan bekerja.


Warung mbok Ci,


siang itu makanan sudah siap untuk dibagikan. sebuah warung nasi campur milik mbok Ci. kurang lebih dua ratus bungkus nasi setiap Jumat diberikan. Mira tidak pernah absen selama ia berada di Surabaya selalu membantu mbok Ci.


"sudah siap semua mbok ci, aku taruh didepan ya?" tanya Mira yang sedang menyelesaikan tugasnya. Mira tidak sendiri tetapi ada Puteri Mbok ci yang seumuran Mira juga sedang membantu.


Mira dan anak mbok ci yang sedang menata nasi bungkus. seorang perempuan muncul di warung mbok Ci hendak untuk makan.


"Eh Mira, ketemu lagi!"


Mira menatap,


"Elis..."

__ADS_1


"disini... mau makan?" sambung Mira.


Elis mengangguk. sebenarnya Elis tidak mengira jika Mira ada disitu. ini kali pertama ia ada di warung mbok ci. tidak hanya Mira yang kaget, Elis juga terkejut karena pertemuan mereka yang seakan memang takdir tuhan.


"kita sering ketemu loh Mira" Elis yang datang sambil memeluk Mira begitu saja.


Mira tersenyum dan berusaha untuk ramah dengannya. Mira masih sedikit canggung karena cerita Elis saat itu yang telah mengganggu pikirannya. Mira melepas pelukannya itu.


"Sudah ketemu Fatih, Elis?" tanya Mira


"oh belum, besok aku ke Jakarta."


Mira seakan pasrah dan berdoa agar itu tidak akan terjadi.


"duduk dulu aku ambilkan makanan" Mira yang melayani dengan baik.


Mira meminta Elis untuk duduk dan Mira yang akan mengambilkan makanan untuk Elis.


Elis sedang duduk di warung mbok ci. jamaah masjid sudah berebut untuk mendapatkan nasi bungkus mbok Ci. mbok ci dan juga puteri nya yang mengambilkan nasi bungkus buat para jama'ah.


"Assalamualaikum," seorang laki-laki menyapa siang itu.


Elis yang di warung menoleh ke pria itu.


"Fatih.." Elis melongo melihat bahwa yang datang ialah Fatih.


Fatih juga shock setelah melihat perempuan yang muncul itu bukan Mira melainkan Elis, sang mantan.


Elis berlari ke arah Fatih dan memeluk nya dengan erat. Fatih terdiam dan mencoba untuk melepaskan pelukan Elis yang menempel erat bak lem itu.


Mira yang mengambil kan makanan untuk Elis keluar dengan melihat Elis yang telah berpelukan dengan Fatih. terkejut bukan main Mira melihat kejadian siang itu.


Mira yang membawa sepiring nasi di tangannya tanpa sengaja menjatuhkan akibat kejadian itu.


semua orang disitu, mbok nah, dan anaknya tak terkecuali Fatih dan Elis yang sedang berpelukan kaget mendengar pecahan piring itu.


Mira meninggalkan warung mbok Ci dan membiarkan Fatih dan Elis yang sedang berpelukan. Mira dengan satu kakinya yang kesulitan untuk berlari. segera Mira mencari angkutan untuk ditumpanginya.


Mira mencegah Fatih yang telah mencoba untuk mengejarnya. Fatih berusaha untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Mira menolaknya dan pergi meninggalkan Fatih yang masih ada di warung mbok Ci. Fatih tidak bisa berbuat banyak, ia hanya tahu sikap Mira jika tidak ya tidak.


Fatih membiarkan Mira untuk sementara waktu menenangkan dirinya. Fatih kembali duduk di warung mbok Ci dengan perasaan bersalah.


"Sorry"


Elis mengelus pundak Fatih.


Fatih masih menundukkan kepalanya dan berusaha tegar. Fatih terisak sampai akhirnya dia berani mengucap beberapa kata.

__ADS_1


"Kandungan kamu bagaimana Elis" tanya Fatih kepadanya.


"Baik, sebenarnya aku rencana mau ke Jakarta mau ketemu sama kamu besok. eh kamu disini duluan"


"Apa, ke Jakarta" Fatih menegaskan


"ketemu aku! ngapain?"


imbuh Fatih


Elis menjelaskan kepada Fatih tentang rencana nya itu sekaligus pertemuan nya dengan Mira saat itu di cafe campus.


"Pantesan dia kemarin gak jelas banget tanya aneh!" Fatih menimpali cerita Elis.


"sorry, terus bagaimana kamu dengan Mira?" tanya Elis dengan menatap mata Fatih


"gapapa nanti kita coba jelasin ke Mira tentang pernikahan ini pelan-pelan"


Elis mengangguk sambil mengucapkan terima kasih kepada Fatih yang selama ini selalu ada untuknya.


mbok ci yang tak sengaja menguping pembicaraan Fatih dan Elis datang untuk menghampiri di meja nya.


"Jadi maksud anda seperti ini Fatih? jadi saya tahu semuanya!" mbok ci mencegat mereka berdua.


Fatih dan Elis takut karena mbok ci yang telah menguping pembicaraan nya itu.


"mbok Ci jangan beri tahu ke Mira ya tentang semua ini!" Elis memohon kepada mbok Ci


"Ini semua demi kebaikan kita, saya tidak mau Mira tahu semua ini dari orang lain, biar saya dan Elis yang akan memberi tahu ini semua kepada Mira." sambung Fatih kepada mbok ci.


mbok Ci yang merasa tidak enak dan mbok Ci berjanji untuk tidak mengatakan ini semua kepada Mira.


"Iya, saya tidak akan memberi tahu dia. selesaikan masalah kalian dengan baik-baik sebelum terlambat"


mbok ci yang memberikan nasihat kepada Fatih dan Elis.


lautan air mata siang itu menyambar Surabaya. perasaan entah tidak karuan menyelimuti Mira siang itu. Mira butuh sosok Vina dan Alif sahabatnya yang seharusnya tahu perasaan Mira saat itu. Entah apa yang harus Mira lakukan. Mira tak berdaya dan merasa hidup semakin tidak tahu aturan. hati yang baru tertata telah membawa kembali kehancuran yang menyayat.


entah Mira harus berjuang kembali atau harus mengikhlaskan kehidupan takdir tuhan. Mira tidak memikirkan panjang lebar atas ini semua. Mira menangis, Mira melihat jari tangan nya dengan cincin yang telah melingkar. Mira teringat perkataan Fatih yang kala itu,


...lihat sayang, cincin ini selamanya akan ada di jari ini...


Mira semakin menangis akan janji Fatih terhadap nya. ketakutan seperti itu yang selalu menjadi hantu dalam kehidupan Mira.


...****...


to be continued........

__ADS_1


__ADS_2