Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Kuliah Lagi


__ADS_3

Di rumah Fatih, Bogor.


“besok, kamu free kan?”


“Iya, kenapa Fatih,!” tanya Mira kepada Fatih yang sedang duduk disampingnya untuk sarapan pagi.


Fatih hendak mengajaknya untuk jalan- jalan. Mira mengangguk dan menerima tawaran fatih untuk keluar jalan- jalan. Hidup mira seakan Kembali lebih baik dari sebelumnya. Walaupun ia belum bisa sepenuhnya menjadi seorang dokter, tetapi calon Mira yang seorang dokter menambah semangat dia untuk hidup.


Kini Bams yang telah hidup dengan calon istrinya. Dinda mantan fatih yang sekarang harus keluar dari rumah sakit karena Tindakan dia yang begitu membahayakan. Mira masih hidup di Jakarta bersama Alif dikontrakkan.


Bang ayi yang masih setia dengan pekerjaannya sebagai seorang office boy di rumah sakit harapan. Telepon Vina masuk di panggilan Mira. Vina menelpon Mira untuk memberikan kabar.


“iya, vin. Kenapa?”


Mira gugup karena ia takut terjadi sesuatu kepada Mbok Nah.


“Gapapa, aku kangen saja. Hahaha” Vina tertawa karena mira yang gugup mendengar nada mira yang begitu gugup.”


Mira yang mencubit pinggang fatih karena berada disampingnya. Vina mengungkapkan bahwa ia akan ke Jakarta.


“aku mau ke sana, ke Jakarta. Aku mau bertemu dengan suamiku?”


“apa!”


“maksud ku, suamimu” vina terkekeh dengan apa yang ia lakukan. Mira yang jengkel dengan perilaku vina yang begitu hobi untuk menggodanya.


“Kenapa ngaku- ngaku?” Fatih yang menyahut ucapan Vina ditelepon.


Vina yang tidak tahu bahwa mira sedang bersama fatih saat itu. vina merasa malu karena ia berbicara seenaknya.


Vina menceritakan kepada Fatih tentang masa lalunya yang sering berbicara tentangnya.


“serius, dia tidak pernah bilang”


“iya, waktu Mira sakit ia memintaku untuk menghubungimu karena dia suka dengan kamu fatih?”


Fatih yang mulai menggerakkan tangannya untuk mengelus kepala Mira yang cantik itu. vina menutup telponnya karena tidak mau berlama- lama.


“Kak, kapan ke Surabaya?” tanya Angel kepada Fatih.


“Ngapain,?” tanya fatih


“mau ketemu sama temenku, Cia.” Tegas Angel.

__ADS_1


“kenapa gak sekalian saja kalau gitu kak mira jemput Aidin, oke” sahut Mira di obrolan Fatih dan Angel.


Fatih menyetujuinya dan mereka berencana besok akan pergi ke Surabaya. Hari itu Mira dan fatih sedang tidak ada tugas. Fatih yang ambil cuti dan Mira tidak berjualan waktu itu. Fatih mengantar Mira pulang ke rumah kontrakan Alif di Jakarta.


Dalam perjalanan Fatih menanyakan kepada Mira hal yang tak terduga.


“Mira gak pengen jadi dokter?” tanya fatih saat nyetir mobil


“maksud kamu?” mira yang bertanya balik kepadanya


“iya, Mira gak pengen jadi Dokter kah? Itu kan mimpi Mira.” Tegas Fatih mengulanginya


“bagaimana bisa, kakiku.” Mira dengan sikap pesimisnya


“Ya, bisa lah. Jangan pesimis gitu lah! Baru kali ini Mira pesimis.”


Sahut Fatih.


Memang Mira sifatnya yang tidak pernah pesimis terhadap sesuatu. Ia selalu punya cara untuk mewujudkan mimpinya itu. tetapi kali ini dia bahkan tidak punya harapan sama sekali.


“kamu saja cukup!”


Fatih menghentikan mobilnya dipinggir jalan setelah mendengar jawaban Mira itu.


“kenapa berhenti?” tanya Mira kebingungan.


“maksud kamu apa?”


“ya ini seperti bukan Mira yang dulu punya semangat tinggi bagaimanapun caranya.


Mira menjelaskan bahwa sebenarnya bukan tidak semangat melainkan dengan kaki mira yang tinggal satu itu akankah mungkin ia bisa menjadi seorang dokter.


Mira menjelaskan itu dnegan menangis kepada fatih yang berada disampingnya. Fatih menatap mata Mira dengan penuh kasih sayang. Fatih memeluknya dan memberikan semangat untuk Mira.


“Mira itu pintar, sayang jika ilmu kamu tidak digunakan. Kamu juga baik, kamu punya jiwa untuk menolong orang”


“Mira kuliah ya, lanjutkan mimpi Mira. Pilih kamu mau kuliah dimana, saya akan menanggung semuanya?” sambung Fatih kepada Mira.


“tapi, buat apa ijazah itu,?”


“Mira kuliah buat ijazah ya, atau ilmunya” Fatih tegas


Mira hanya terdiam dan merenungi sejenak perkataan Fatih itu. akhirnya mira mengangkat kepala dan mengungkapkan perkataannya.

__ADS_1


“baik, aku mau.” Mira menegaskan


“tapi izinkan aku untuk mencari beasiswa ya Fatih,? Aku tidak mau menjadi beban kamu.” Jelas Mira kepada fatih


“baik. Aku beri kesempatan kamu untuk mencari beasiswa. Jika belum bisa aku siap menanggung semua kebutuhan kamu!”


Mira meneteskan air matanya didepan fatih yang sedang memandangnya itu. Fatih mengusap air matanya dan tidak akan membiarkan Mira menangis. Tak terasa mira sudah sampai didepan rumah kontrakan Alif.


Fatih mengantarnya masuk dan langsung memutuskan untuk pulang. Fatih tidak mau membiarkan ia kecapekan karena perjalanan tadi.


“kamu istirahat ya, besok biar bisa fresh, dan kita pergi ke Surabaya pagi jam 05.00. nanti aku jemput” ucap Fatih kepada Mira.


Mira masuk ke rumah dan mengistirahatkan tubuhnya itu. alif yang belum datang membuat rumah itu Nampak sepi. Alif pergi ke rumah rekan kerjanya untuk beberapa proyek kerjaan.


Kegabutan Mira membuat ia hanya terbaring didepan televisi. Suara ketukan pintu terdengar diluar. Ia mengira bahwa itu adalah Alif yang pulang. Ternyata…….


“Hai, Mira.” Ia terkejut setelah melihat siapa yang datang.


“masih ingat kan,” sambung lelaki itu.


“iya, ada perlu apa? Ada urusan lagi sama Dinda kamu!”


Lelaki itu adalah Roy, lelaki suruhan Dinda untuk mencelakai Fatih.


Roy meminta izin untuk masuk kerumahnya. Mira yang masih dnegan sikap baiknya dan mencoba untuk tetap positif thinking kepadanya. Ia memberikan izin kepada Roy untuk masuk ke rumah.


“terimakasih sudah memberikan aku izin. Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan kepada kamu waktu itu.”


Roy menjelaskan bahwa ia merasa bersalah karena ia telah melakukan kejahatan buruk itu. Mira yang tak pernah menghabiskan waktu lama untuk membenci seseorang, akhirnya Mira memaafkan dan tidak lagi mempermasalahkan itu.


Roy bersyukur akhirnya ia telah dimaafkan oleh Mira. Mira mengambilkan air untuk Roy karena ia ingin menjamu tamunya itu, mira pergi kebelakang. Roy yang melihat bahwa rumah itu sedang sepi, Roy membuntuti Mira yang pergi ke dapur itu.


Mira yang sedang mengaduk teh untuk roy, ia dikejutkan dengan kedatangan Roy di dapur dan memegang Pundak Mira yang putih itu.


“Roy, ngapain kamu disini” mira mengelakkan tangan Roy dan melihat Roy dengan rasa curiga.


Roy semakin mendekati Mira yang cantik itu. Roy berniat untuk merampas harga diri Mira yang cantik itu. Mira berusaha untuk mengelak perbuatan Roy yang tak biadab itu.


Mira terjatuh karena ia tidak bisa menahan dorongan Roy yang begitu kuat. Kaki mira tidak mampu untuk menahannya. Mira yang berusaha untuk teriak dan meminta pertolongan tetapi tak terdengar oleh siapapun.


Plak… plak…


Seorang pahlawan datang untuk menolongnya. Ia adalah Alif. Alif yang jago tinju itu datang pada saat waktu yang tepat. Alif menolong mira yang sedang kesulitan itu.

__ADS_1


“sini kamu kalau berani,”


Alif menantang Roy yang sedang berusaha melindungi dirinya itu. sedangkan Mira mencoba untuk menghubungi Fatih yang jarak mungkin tidak terlalu jauh. Fatih mengangkat telepon Mira dan segera balik ke rumah kontrakan


__ADS_2