Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Melamar


__ADS_3

Aidin yang mencoba untuk menenangkannya. Aidin tidak mau kakaknya merasa sangat sedih sekali atas kejadian yang telah menimpanya barusan. Mira yang masih tidak percaya Fatih yang barusan saja menyantap nasi pecelnya itu harus terbaring di rumah sakit.


“Sudah kak, ini bukan kesalahan kakak, kita jenguk bang dokter fatih sekarang bagaimana?” aidin menawarkan kepada mira agar bisa menjenguk sekarang.


Mira menyetujuinya. Ia dan aidin pergi menjenguk Fatih di ruangan. Nampak dinda sedang menjaganya saat itu. mira dan aidin memutuskan untuk masuk keruangan dan apa yang terjadi?


Fatih tidak mengharapkan kehadiran Mira disitu. Aidin yang kaget dengan sikap fatih yang begitu mudahnya ia percaya dengan ucapan Dinda yang pernah mencelakai kakaknya itu.


“gampang banget anda percaya sama Dinda, kak? Aidin yang menjelaskan kepada fatih.


“kak fatih harus tahu ini, apa sebenarnya yang terjadi.” Aidin menunjukkan rekaman yang dilakukan oleh Aidin siang tadi.


Waktu itu, Mira yang sedang ke kamar mandi, Aidin yang baru Kembali dari taman datang untuk menghampiri Mira di rumah sakit. ia melihat Roy dan Dinda yang sedang merencanakan sesuatu.


Aidin menunjukkan video Dinda yang sedang memberikan racun kepada Roy. Dan tak lama dari itu, Roy yang mampir ke warung Mira melakukan tugasnya.


“Lihat ini kak fatih,”


Fatih yang tidak habis pikir terhadap perlakuan Dinda untuk kedua kalinya. Dinda berusaha menjelaskan terhadap video yang ditunjukkan oleh Aidin.


“cukup, kamu pergi sendiri atau seperti apa? Sebelum aku mengusir kamu dari sini pergilah dengan kaki kamu sendiri!” fatih yang begitu Nampak kejam lidahnya terhadap perilaku Dinda.


Dinda yang begitu kesal karena aksinya yang gagal untuk mendapatkan fatih Kembali. Ia membanting pintu rumah sakit dan pergi meninggalkannya. Fatih yang masih lemas berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya. Ia meminta mira untuk mendekat kepadanya.


Mira pun mendekat kepada fatih yang berada disebelahnya tanpa sepatah kata apapun.


“Mira,”


Fatih mengawalinya,


“Mira, bolehkah aku menjadi kaki tumpuan mu?”


“maksud kamu apa fatih?” Mira yang tak faham maksud dari fatih sebenarnya


“boleh tidak aku menjadi imam mu?”


“bukankah aku pernah mengatakan itu kepadamu?” sambung fatih kepada Mira.


Mata mira berkaca- kaca mendengar kalimat itu keluar dari mulut seorang yang ia sukai.

__ADS_1


Mira tak bisa berkata apa lagi, ia hanya menangis sesenggukan setelah mendengar kalimat itu. fatih yang berada disampingnya memeluk Mira yang sedang menangis itu.


Aidin sang adik terharu mendengar kalimat itu, kakaknya yang selama ini harus berjuang sekuat mungkin telah mendapatkan jawaban hidupnya.


“Kak fatih jangan pernah mainkan perasaan kakak saya?” sambung Aidin yang sedang berbicara kepada fatih


“Tidak akan, dan tidak akan terjadi” kalimat terakhir fatih memantapkan hati Mira dan Aidin.


Fatih meminta izin kepada Mira untuk bisa mengajak orangtuanya datang untuk melamar Mira. Tangis Bahagia itu tidak pernah disangka dari mana asalnya. Manusia tidak akan pernah tahu kapan dan darimana bahagia itu berasal. Hanya berdoa dan takdir tuhan menentukan.


Sebulan kemudian …


Keluarga Fatih datang untuk mengunjungi Mira yang balik ke daerah Malang. Keluarga fatih dari Jakarta berbondong untuk mengantarkan fatih yang hendak melamar Mira.


Hari Bahagia itu akhirnya datang di kehidupan Mira. Kaki mira bukan menjadikan sebuah alasan fatih untuk tidak mencintainya, begitupun keluarganya. Mereka senang akan sikap dan attitude mira yang begitu baik. Mira yang begitu ramah, peduli, pintar, dan juga cantik.


“Hei, kamu bocah!” aidin yang kaget melihat seorang anak kecil yang dulu pernah melempar aidin dengan sebuah kaleng minum


“kok disini? Kamu siapa sebenarnya?” aidin yang penasaran


“woey, ngapain kamu!” aidin yang kenal suara itu persis ketika pertama kali aidin dituduh sebagai seorang penculik di taman kala itu.


“loh kamu,”


“loh kamu?” aidin yang meledek sambil menirukan ucapan gadis itu.


“kenapa Angel, kaget saya disini?”


Aidin yang bertanya siapakah dia sebenarnya. Kenapa dia ikut di acara penting antara kakaknya dan fatih itu. dokter fatih datang untuk menemui aidin dan menanyakan keberadaan mira.


“eh, aidin. Kakak kamu mana?” tanya fatih


“masih didalam kak,!” sahut aidin kepada fatih


“ini dia kak yang dulu aku pernah ceritain ke kamu, orang yang mau menculik Rifqi.” Sahut Angel


Rifqi adalah putera dari kakak fatih yang pertama. Ia dulu dipinjam oleh angel untuk jalan- jalan di taman.


“jangan sembarangan kamu angel, ini aidin adik ipar kakak!”

__ADS_1


“woow”


Angel terkejut setelah mendengar itu. ternyata aidin adalah adik dari calon ipar Angel.


“hello, salam kenal balik ya angel cerewet?” aidin yang mulai gemes dengan tingkah laku angel itu.


Kedua keluarga mulai masuk dalam acara inti, mira yang tidak mempunyai bapak dan ibu harus diwakilkan sama mbok nah dan juga adiknya aidin.


Akhirnya masa lajang dari mira dan fatih berhenti sudah. Vina sahabat Mira yang dulu pernah mengerjai nya kini bersyukur Mira bisa mendapatkan cowok yang selama ini dia idamkan.


“senang kan kamu sekarang. Bukankah itu cowok yang dulu kamu pernah minta?”


Mira dan vina tertawa terbahak mengingat masa lalu mereka yang begitu indah untuk dirawat. Vina ikut senang melihat keadaan Mira yang semakin membaik, meski kakinya yang tidak bisa dikembalikan lagi.


...***...


Kembali ke Jakarta,


“bagaimana acara pak fatih kemarin, lancar kan!” tanya Bams


“lancar,”


Bams meminta maaf karena ia tidak bisa hadir pada acara penting Mira dan Fatih karena suatu alasan. Fatih memakluminya.


Jakarta Kembali dengan rutinitasnya. Tidak ada yang berbeda dari biasanya. Mira yang masih berjualan pecel di kantin Rumah sakit harapan dan Fatih yang menjadi dokter.


Dinda yang tidak diketahui keberadaannya setelah melihat dua kejadian kemarin, fatih meminta bantuan dr. Gery untuk memberhentikan Dinda sebagai dokter di Rumah sakit karena alasan kriminalitas.


Fatih tidak ingin profesional dokter harus terganggu karena beberapa masalah yang kecil. Kini kehidupan mira yang penuh dnegan bunga cinta. Rasa cinta hadir dalam kehidupan mira saat ini. Perasaan senang terharu bercampur jadi satu.


Kini sikap fatih yang begitu pemarah dan cuek berubah 180 derajat setelah kehadiran Mira dalam kehidupannya. Mira mampu mengubah segalanya. Sikap ramahnya dia membuat banyak orang merasa jatuh cinta.


Vina yang dengan kesibukannya sebagai seorang guru, bang ayi yang masih setia dengan pekerjaannya sebagai office boy, alif yang masih bekerja di kantor yang sama meski jabatan sekarang sudah menjadi kepala HRD.


Bams yang masih menjadi seorang dokter di rumah sakit harapan.


Kesibukan mereka tidak 100 persen berubah. Hanya beberapa yang mengalami perubahan hidup. Kini Mira yang sudah menjadi milik Fatih senantiasa selalu ada disampingnya. Aidin adik bungsu mira yang hendak lulus kuliah.


...Waktu begitu sulit untuk ditebak. Kita tidak akan pernah tahu teka- teki kehidupan yang akan diberikan oleh tuhan....

__ADS_1


__ADS_2