
Siang itu suasana Surabaya sangat ramai ditambah aksi demo mahasiswa yang telah bersiap siap. bibir senyum nampak di bibir Mira. Fatih yang melihat senyum itu langsung memegang tangan Mira. reflex Mira menyingkirkan nya.
"Iya tahu marah. jangan lama-lama" Fatih menyinggung
akhirnya sampai juga di warung mbok ci. Mira berpikir kenapa ia harus mengantar Mira ke warung mbok Ci. tetapi Mira yang lebih memilih diam dan tidak memperdulikan. Fatih keluar dari pintu mobil dan segera membukakan pintu untuk Mira dan menggendong nya.
"aku bisa jalan sendiri"
Mira mengelak atas bantuan Fatih. Fatih yang tak kunjung pergi dari depan pintu Mira turun akhirnya Fatih berhasil memaksa dia untuk digendong.
Gea yang nampak dari dalam tersenyum melihat Mira yang digendong sambil ngambek. Gea menyambut kedatangan nya sambil mempersilahkan untuk duduk. Fatih langsung memesan dua makanan dan minuman.
tak lama dari itu datanglah makanan yang dibawa oleh Gea. Mira meminta Gea untuk bergabung makan bersama dengan mereka. Gea yang sedang mengobrol bersama Fatih karena Mira yang dari tadi diam dan tidak mengeluarkan suara sama sekali. sekali celetuk Fatih mengatakan kepada Gea,
"Gea sudah menikah"
seketika Mira mendengar itu yang sedang memotong makanan dengan suara yang keras
Gea merasa bahwa Mira sedang cemburu saat itu. Gea tidak memperdulikan dan hanya tersenyum sambil melanjutkan obrolan dengan Fatih.
"Belum, boleh dikenalin barangkali ada yang mirip kayak Fatih, heheh" Gea menjawab santai pertanyaan dari Fatih
Fatih tertawa sambil menunjukkan cincin yang masih melingkar di jari nya.
"wah sayang sekali, stok kayak aku sudah habis. terakhir buat Mira" jawab Fatih
Mira yang mendengar itu senyum dan menahan untuk tidak sampai ketahuan sama Fatih. Gea senang melihat senyum Mira muncul kembali dan Fatih yang berpura pura tidak tahu jika Mira sedang tersenyum.
mereka menikmati makan waktu itu dengan lahap dan seorang perempuan muncul menyapa Fatih dari kejauhan. Elis muncul ditengah tengah mereka bertiga yang sedang makan. Mira beranjak berdiri dari tempat duduk dan Fatih menahan tangan Mira yang hendak meninggalkan.
__ADS_1
"apa lagi?"
"duduk dulu lah kamu!"
Gea hanya melihat dan terdiam karena ia tidak mau ikut campur urusan mereka. Elis yang semakin mendekati tempat duduk mereka dan Fatih masih memegang tangan Mira yang kaku itu.
"Mau jelasin apa lagi, Elis" Mira menyapa Elis didepan mereka semua
Elis datang dengan senyum dan tangan menggelitik bahu Fatih yang gagah. Fatih berusaha menyingkirkan tangan jahil nya itu. Fatih membuang topik dan mengajak semua untuk duduk kembali. Gea izin untuk meninggalkan tempat karena tidak mau ikut campur. Mira menahan Gea dan menginginkan Gea untuk jadi saksi hubungan mereka.
"oke, aku duduk sini ya Mira" dengan hati hati Gea mengucapkan kepada Mira yang sedang kepanasan
Elis yang sedang duduk di samping Fatih dan menyiapkan segala ucapan yang hendak disampaikan kepada Mira. Mira yang masih saja seakan menyela pembicaraan mereka dengan mendahului bicara.
"maaf sebelumnya Mira, aku kesini karena Fatih mengajak ku dan kita mau menjelaskan semua kepada kamu!" Elis yang langsung to the poin dengan masalah yang selama ini menyelimuti mereka bertiga.
"ya, silahkan. saya juga ingin anak yang ada di kandungan kamu punya bapak kandung yang bertanggung jawab."
"dan kenapa baru sekarang kalian memberi tahu saya? saya ikhlas, saya juga tahu kondisi saya"
"hei, ngomong apa?" Fatih menyela Mira yang mulai ngelantur ucapannya itu
"kamu dengar dulu deh. kamu dari kemarin kemarin entah kenapa jadi seperti ini" Fatih menggelengkan kepala
"masih tanya kamu Fatih? apa kamu gak sadar, lihat ini! apakah kamu pikir ini mainan?" Mira mulai menangis dengan suara yang sedikit meninggi dan menunjukkan cincin yang melingkar
"tahu, saya juga tahu. maka dari itu dengar dulu kenapa masih disini cincin ini?" Fatih menyahut
Mira mulai diam dan mempersilahkan Elis untuk berbicara dan menjelaskan semua.
__ADS_1
"memang saya sangat menginginkan Fatih bertanggung jawab untuk menjadi bapak dari anak yang ada di kandungan ku ini. tetapi, dia menolak Mira? dia memilih mu?" Elis sesenggukan
Mira tidak mengerti dalam situasi itu.
"kamu ingat waktu pertama kali aku bertemu Fatih di warung Surabaya dulu, waktu aku memeluk nya"
Mira mengingat nya dan mendengarkan penjelasan Elis saat itu. saat itu memang mereka berdua untuk membicarakan hal penting yang tidak ia ketahui. saat itu Elis meminta bantuan kepada Fatih untuk menjadi bapak dari anak yang di kandung nya.
Itu bukanlah anak kandung dari Fatih, tetapi anak dari suami yang dulu telah dijodohkan oleh orang tua Elis. Elis pergi meninggalkan suaminya yang sering memainkan tangannya. suami Elis yang begitu kasar dan suka bermain perempuan membuat ia harus pergi meninggalkan. Elis tidak sanggup dan orang tua Elis yang menyesal karena telah menjodohkan Puteri nya dengan dia.
orang tua Elis menginginkan agar Elis bisa kembali dengan Fatih. saat itu Elis mencoba untuk mengulang hubungan kembali dengan Fatih. tetapi Fatih yang menolaknya karena ia begitu terlanjur mencintai sosok Mira yang sangat baik itu. Fatih juga tidak mau mengulang kejadian masa lalu untuk kedua kalinya.
"jadi itu bukan anak Fatih?" tanya Mira kepada Elis
Elis menggelengkan kepalanya dan meminta maaf jika ia di buatnya salah faham. Elis mengatakan sebenarnya bahwa dulu ia sempat mencoba untuk membohongi Mira mengenai Fatih di masa lalu. Elis mempunyai niat untuk menghancurkan hubungan Mira dan Fatih.
"Aku mencoba Mira? aku mencoba untuk berbohong tentang Fatih kepada mu?"
"tetapi cinta Fatih kepada mu bukanlah hal yang main-main. dia serius dan sungguh mencintaimu!" jelas Elis kepada Mira sambil meminta maaf
tak sadar Mira meneteskan air matanya di hadapan mereka semua. Fatih mengusap air mata Mira.
"terus kenapa di Surabaya kalian pelukan saat di warung mbok ci?" lanjut Mira belum puas
Fatih menjelaskan bahwa ia tidak mengerti jika saat itu Elis muncul di warung itu. Fatih mengatakan bahwa ia mau memberi kejutan kepada Mira bahwa ia akan dipindah tugas oleh dokter Gery di Surabaya selama dua bulan.
Fatih sengaja menyembunyikan niatnya untuk datang ke Surabaya karena ia ingin memberikan surprise. tetapi lain masalah ternyata yang terjadi. Fatih sangat kecewa atas kondisi saat itu. Fatih menjelaskan bahwa ia sangat stress dan tertekan selama sehari pindah ke Surabaya.
Mira meminta maaf atas segala apa yang terjadi sekian lama itu. Fatih memeluk Mira dan membisikkan komitmen nya itu.
__ADS_1
"Always be mine oke?" Fatih memeluk erat Mira yang sedang menangis
Elis meminta maaf dan meninggalkan mereka berdua. Gea yang berada disitu merasa bersyukur karena masalah mereka yang telah redam.