Penjual Pecel Milik Dokter Handsome

Penjual Pecel Milik Dokter Handsome
Pertengkaran


__ADS_3

Setelah Bams yang mencari informasi mengenai Mira. ia langsung mencoba menghubungi Fatih saat itu juga. Bams menelepon tetapi Fatih yang belum mengangkat. Bams membiarkan mungkin karena Fatih sedang sibuk.


"Ayo. sudah siap berangkat?" Gea mengajak Mira untuk berangkat ke warung


siang ini hari Jumat saatnya Mira membantu Gea dan mama nya di warung untuk persediaan makan gratis. Mira seperti biasa dengan sikapnya yang sederhana bahagia. Mira sedikit melupakan masalah nya karena kesibukan dia.


"Bagaimana kabar Fatih, Mira?" tanya mama Gea kepada Mira.


Mira mengangkat kepalanya kepada mama Gea yang bertanya pasal Fatih. mama Gea selama ini tidak ikut campur masalah Mira dan kekasih nya itu. karena akhir ini Mira jarang bercerita tentang Fatih jadi mama Gea mempertanyakan.


"sudah lama tidak mendengar cerita kamu tentang Fatih?"


"baik baik saja kan kalian berdua?" tanya mama Gea


Mira tidak mengucapkan satu kata pun tetapi Mira hanya mengangguk. mama Gea memandang mata Mira yang penuh dengan siksaan itu.


"Selesaikan masalah kalian baik-baik, pasti kalian salah faham. tetap positif dan saling percaya sama pasangan mu Nduk?" mama Gea yang mengelus kepala Mira. seakan Mira mempunyai ibu kandung yang seharusnya Sekarang ini ada disampingnya.


"Kunci utama dari langgeng nya hubungan adalah komunikasi. jangan di diamkan, karena kalau kamu diam tidak akan memecahkan masalahmu tetapi memecahkan hubungan mu" imbuh mama Gea.


Mira memeluk mama Gea dan mengucapkan terima kasih karena telah memberikan nasihat kepadanya.


"Yuk kita taruh didepan!" Gea yang mengajak Mira untuk menyiapkan nasi bungkus didepan area masjid


terimakasih kata yang sering terdengar ditelinga Mira setiap hari Jumat. betapa senangnya jika bisa berbagi dengan yang lain walaupun sedikit. Mira yang sibuk memberikan nasi bungkus terhenti karena seseorang memanggilnya.


"Mira....."


Mira menoleh dan meninggalkan nya.


"Mira tunggu, saya mau jelasin semua!" Mira tidak menggubris ucapannya.


ia mengejar Mira dan berhasil berdiri tepat dihadapannya. Mira tidak bisa lari kemana-mana kecuali hanya tertunduk kepalanya.


"Jelasin apa, kurang jelas lagi itu Fatih!" Mira mengucap dengan nada sedikit capek dan kecewa


"Kamu tahu bagaimana rasanya dikhia....." Mira yang masih saja berusaha untuk melakukan pembelaan terhadap dirinya


Fatih memotong pembicaraan dengan mengangkat tangannya


"Lihat ini! cincin ini! apa kamu pikir mainan? kamu pikir saya gila? mempermainkan hati orang?" Fatih dengan nada tinggi yang begitu menakutkan


"Aku capek tahu. kamu tidak tahu seminggu ini cari kamu! aku gila! kenapa kamu susah sekali dihubungi? apa mau kamu sebenarnya? apa!" Fatih membentak


Mira masih tertunduk dan terisak karena Fatih yang bernada tinggi itu. Fatih los kontrol karena dia lelah menghadapi masalah itu.

__ADS_1


"oke, baik. saya tidak mengerti lagi apa masalah kamu! bahkan secuil pun kamu tidak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan!" Fatih meninggalkan Mira


Gea mendatangi Mira dengan memeluk nya.


"Aku takut Gea?"


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Kenapa dia begitu marah? seharusnya aku kan yang marah?" jelas Mira


"sudah sudah." Gea menepuk bahu Mira


Fatih keluar warung itu dan teriak sekencang kencangnya didalam mobil dia. Fatih begitu emosi atas apa sikap yang ditunjukkan Mira. Fatih balik ketempat kerja dia dan menonaktifkan telepon.


"sekarang kamu duduk dulu. aku ambilkan minum"


"sudah mendingan Mira, kalau begitu coba sekarang buang ego kamu, telepon dia!" Gea menyarankan itu kepadanya


Mira mengangguk dan mengambil handphone untuk menghubungi Fatih secepatnya.


...maaf nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi...


suara operator terdengar.


Mira mencoba berulang kali menelepon Fatih tetapi handphone Fatih yang tidak bisa dihubungi. Mira berhenti sejenak dan memikirkan hal yang positif.


prak,


mobil Fatih terseret lima meter dari tempat kejadian. ada luka di bagian kepala Fatih karena benturan keras dan juga sedikit luka bagian tangan kanannya. Fatih yang saat itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.


Fatih yang terbaring di rumah sakit dan Elis yang menemani saat itu. Pihak rumah sakit telah menghubungi salah satu nomor telepon yang tertera di handphone Fatih. Elis telah bersama Fatih dirumah sakit. Fatih belum sadarkan diri.


"bagaimana?" tanya Gea kepada Mira


Mira menggeleng


"tidak diangkat"


Mira yang telah menghubungi Fatih 5 kali


tak lama dari itu ada pesan masuk di handphone Mira.


cling,


pesan dari Fatih.

__ADS_1


Aku Sekarang dirumah sakit. Aku kecelakaan.


Mira yang kaget setelah mendengar kabar itu dan langsung meminta Gea untuk mengantarnya ke rumah sakit.


"Fatih... kamu .."


Mira membuka pintu ruang Fatih dan terhenti setelah melihat Elis yang memberikan suapan itu


"Mira,,,"


Fatih memanggil namanya


Mira melangkahkan kakinya mendekati Fatih yang sedang terbaring itu dengan sangat menguatkan hati yang masih belum sembuh.


"duduk." pinta Fatih kepada Mira untuk duduk disampingnya.


Mira yang sedang di temani Gea duduk di samping Fatih. Elis yang melihatnya ikut mempersilahkan dan izin meninggalkan untuk membelikan minum.


"Terimakasih sudah datang" Fatih mengucapkan itu kepada Mira sambil memegang pipi Mira yang sudah lama tidak disentuhnya itu.


Mira meneteskan air mata saat itu juga. Mira meminta maaf jika Mira datang untuk mengganggu nya.


"Kenapa minta maaf? aku malah senang kamu bisa jenguk." Fatih yang suaranya masih belum bisa seperti biasanya.


Mira masih menundukkan kepalanya dan tidak berbicara panjang lebar. ia tidak mau suasana itu menjadi suram seketika


"kabar mbok nah bagaimana ya? aku kangen, aku pengen ketemu?" Fatih menanyakan kepada Mira seolah memecah keheningan saat itu


Mira mengatakan bahwa mbok nah sedang dalam keadaan baik-baik saja. Mira menyinggung tentang keadaan Elis dan bayi yang ada dikandungan nya.


"kandungan?" tanya Fatih kaget karena Mira tahu tentang bayi yang ada dikandungan Elis.


"Iya, kenapa kaget? saya tahu semua Fatih! ada lagi yang kamu sembunyikan dari aku?"


Fatih masih belum begitu mengerti dengan statement Mira yang barusan diucapkan. Fatih menjelaskan bahwa tidak ada lagi yang disembunyikan. Fatih mengatakan bahwa sebenarnya ia mau menceritakan sejujurnya tentang selama ini hubungan antara Elis dengannya.


"Aku sudah tahu semua, jadi tidak perlu lagi dijelaskan kepadaku" Mira beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan Fatih


Fatih memanggil Mira kala itu. Gea tidak bisa berbuat apa-apa selain mengejar Mira yang lempeng jalan keluar. Elis yang baru saja datang dengan membawa air minum melongo melihat Mira dan temannya yang tiba-tiba pergi tanpa tahu sebabnya.


Elis bertanya kepada Fatih mengapa mereka pergi meninggalkan.


"Aku tidak tahu. aku hanya saja mau berbicara sebenarnya tentang hubungan kita."


"Dan satu hal lagi, bagaimana dia tahu kalau kamu mengandung?" tanya Fatih.

__ADS_1


Elis mengatakan bahwa ia yang telah menceritakan itu kepada Mira. Fatih menyesal atas apa yang dilakukan oleh Elis. Fatih berharap seharusnya ia yang pertama kali memberi tahu masalah itu kepada Mira.


Mira pergi dan pulang bersama Gea. Mira yang berencana untuk pulang ke Malang karena ingin menenangkan dirinya bersama keluarga dirumah.


__ADS_2