
Kehadiran Mira lagi di kampung halaman. ia sampai di Malang waktu subuh. Mira datang tanpa sepengetahuan Vina dan juga mbok nah. Mira mengejutkan mereka dengan kedatangan nya.
"Assalamualaikum," suara terdengar diluar pintu gerbang.
mbok nah yang selesai sholat subuh membuka siapa yang datang sepagi itu. Mbok nah kaget melihat bahwa yang datang itu adalah Mira.
Mira memeluk erat-erat dan mbok nah yang mengajak untuk masuk. suara ribut itu membangunkan Vina yang masih ngorok di kasur.
"Kenapa rame mbok..."
Vina langsung terbelalak melihat kedatangan nya. Vina memeluk bocah berkaki satu itu dan menggendong nya.
betapa senangnya Mira bisa berkumpul lagi dengan mereka. waktu yang ditunggu Mira untuk bisa bersantai dengan keluarga.
"Fatih mana Nduk?" tanya mbok nah yang sedang duduk di samping Mira
Mira mencoba menjawabnya meski dengan sedikit gugup. Mira mengatakan bahwa ia sedang ada pekerjaan jadi tidak bisa mengantar Mira pulang. Mbok nah memaklumi dan meminta Mira untuk sholat terlebih dahulu.
Mira menuruti permintaan mbok nah dan segera pergi untuk sholat.
Dagangan pecel sudah siap di jual. mbok nah masih menjual pecel nya meski tidak rutin seperti dulu. Mbok nah memasaknya sendirian dan menjual nya. Vina masih membantu jika dia tidak ada jam mengajar.
Mira mengomel kepada Vina karena ia yang tidak membantu mbok nah untuk menyiapkan segala keperluan. Vina hanya meringis karena omelan Mira yang kesini semakin kayak Guru BP.
"Mira," panggil Vina
"hem" singkat Mira menjawab panggilan Vina
"gapapa kan sama Fatih"
Mira menggelengkan kepala kepada Vina.
"Alhamdulillah" ucap Vina
Mira yang langsung memukul pundak Vina karena dia mengucapkan kata Alhamdulillah. Vina tidak tahu salah apa dia.
"kenapa mukul, sakit tahu." Vina manyun
"maksud ku kita sedang tidak baik-baik saja"
Mira menjelaskan dan mata mulai berkaca-kaca. tanpa panjang lebar Vina memeluk nya dan tidak mau mendengar tangisan Mira. Vina yang berbisik di telinga Mira saat itu juga "jangan menangis aku pusing" Mira langsung menangis keras karena karibnya yang menjengkelkan. dikira mau menenangkan ternyata ejekan lontarnya.
mbok nah yang mendengar mendatanginya.
"kenapa ini menangis?"
__ADS_1
"nih mbok Nah Vina yang bawel"
Mira beralih pelukan di mbok Nah.
tiga hari sudah Mira bersama mereka, Aidin masih di Surabaya dengan tugasnya. dia tidak bisa kembali ke Malang jika tidak ada hari libur. calon adik ipar yang masih di Jakarta dengan tugasnya. Aidin dan Angel yang masih dengan LDR. hubungan mereka masih dan sedang baik-baik saja.
Fatih di Surabaya bersama tugas yang menjadi bebannya. alih-alih Fatih sangat senang dipindah tugas ke Surabaya untuk bisa lebih dekat dengan Mira, tetapi malah hubungan mereka yang sedang tidak baik-baik.
"terus bagaimana?" tanya Elis kepada Fatih yang sedang duduk bersama.
"Nanti lah aku pikir lagi!"
siang itu Aidin yang sedang hendak pergi untuk makan siang disebuah mall melihat Fatih yang sedang duduk bersama dengan Perempuan. Aidin menghampiri dan menyapa Fatih.
"Bang!" Fatih menoleh suara yang memanggil itu.
Fatih dengan sigapnya berdiri dan balik menyapa Aidin dengan memeluk nya tanpa sedikitpun Fatih gugup ketika Aidin melihat Fatih sedang bersama perempuan. Fatih memperkenalkan perempuan itu kepada Fatih.
"Elis, tahu kan!" Fatih mengenalkan
Aidin mengangguk dan duduk bersama mereka.
"saya kira sama kakak di Malang?" tanya Aidin.
Fatih menggelengkan dan tidak tahu jika Mira ada di Malang. Fatih menceritakan kepada Aidin tentang masalah yang ia miliki dan Aidin yang merespon dengan ekspresi yang cukup kaget setelah mendengar nya.
"Sorry, karena Abang tidak mau semua orang terlibat dalam masalah kami berdua"
"apa salahnya kan kak kita keluarga." Aidin menyesal
Fatih sekali lagi meminta maaf jika masalah ini akan rumit seperti ini. Aidin menyarankan untuk menemui kakaknya di malang dan bisa menjelaskan semua itu kepada Mira. Fatih mendengar kan dan berusaha agar masalah ini segera berakhir. Fatih juga tidak menginginkan masalah Fatih dan Elis menjadi beban Mira dan sekeluarga.
road to Malang,
"sudah belum, cepetan!"
teriak Vina kepada Mira yang tak kunjung keluar dari toilet.
"kamu pingsan?"
"sabarlah dikit, belum keluar!" Mira mendesah
Vina dan Mira berencana melihat movie karena ada film "yowisben" yang sedang tayang. mereka bersiap untuk segera pergi. Vina yang sedang mencari GoCar untuk bisa sampai ditempat.
Movie itu membuat Mira dan Vina pulang terlambat. Mereka pulang tepat pukul 18.45 sampai dirumah. terlihat sebuah mobil parkir didepan rumah mbok nah, entah mobil siapa itu Vina dan Mira tidak mengenalinya. mereka masuk kedalam rumah yang terbuka lebar dengan memberi salam dan ternyata ia adalah Fatih.
__ADS_1
Fatih yang saat itu sedang memijit kaki mbok nah sambil bercerita dan entah apa yang membuat mereka tertawa. Fatih dan mbok nah melihat kedatangan mereka berdua. Fatih memberi sapaan kepada Mira dan Vina yang sedang datang itu.
"Mira, Vina." sapa nya
Mira hanya terdiam dan Vina yang balik menyapa dengan ramah atas surprise kedatangan nya dia. Vina ikut duduk di samping mbok nah dan Fatih.
"Nduk, ambilkan makan di dapur Fatih sudah menunggu dari tadi"
"ajak makan!" mbok nah meminta Mira untuk mengambilkan dan makan malam bersama.
sesegera Mira melaksanakan perintah mbok nah dan mengambilkan makanan itu untuk disuguhkan makan malam. suasana makan malam nampak sepi karena Mira yang tidak sedikitpun bicara seperti biasanya. mbok nah mengajukan beberapa pertanyaan untuk memecah keheningan malam.
"besok kalau sudah sampai Surabaya bilang Nduk." mbok nah berkata
"apa?" Mira kebingungan
"iya, Fatih tadi bilang kangen dan pengen bertemu kamu? jadi Fatih izin mbok untuk bawa Mira balik Surabaya." terang mbok Nah
Mira yang tidak tahu jika niat dari Fatih adalah untuk menjemput nya. Mira hanya mengangguk karena ia tak mau mbok nah memikirkan jika ada masalah diantara hubungan mereka.
Fatih hanya diam dan melanjutkan makanannya. Vina yang asik menggoda Mira karena dari tadi Mira diam tak berkutik.
"Enak ya dibawa pulang? aku siapa yang bawa?" sindir Vina yang memecah keheningan
Fatih langsung menyahuti bahwa dia punya temen dokter yang belum menikah. Fatih mencoba menawarkan kepada Vina barangkali cocok dan pas dikantong bisa dibungkus. hihihi
"Aduh, kalau dokter bungkus lah Fatih gak usah ditanya?" Vina yang tersenyum sambil menutupi hidung mulut nya seraya menjawab dengan guyonan.
" agak gemulai tapi? mau???" Fatih ya g tertawa keras setelah mengucapkan nya
tidak hanya Fatih tetapi mbok nah dan Mira juga mengikuti gelak tawa karena Vina yang menunjukkan wah melas nya. malam itu sedikit membuat jiwa merasa tenang. seperti masalah yang telah terkubur. keheningan pun berubah menjadi guyuran tawa.
"hati hati dijalan loh ya? jangan lupa dikabari kalau sudah sampai biar Ndak khawatir."
nasihat mbok nah pagi itu kepada Mira dan Fatih yang hendak pulang ke Surabaya
mereka berdua mengangguk dan pergi meninggalkan. 30 menit sudah perjalanan dengan kesunyian, tak lama mereka berdua pun saling mengucap.
"kamu duluan!" Fatih mempersilahkan Mira untuk bicara terlebih dahulu
Mira menanyakan alasan Fatih harus menjemput Mira jauh jauh. Mira tidak tahu apa sebenarnya motif dari Fatih ini. Mira yang masih saja teringat bayi yang ada di kandungan Elis.
"Anak? anak apa? siapa yang punya anak!"
"ya kamu! siapa lagi?" Mira mulai kesal karena Fatih yang masih saja ngeles
__ADS_1
suasana menjadi hening lagi karena Mira yang tidak mau diajak mengobrol saat itu juga. terpaksa Fatih harus diam dan menuruti permintaan kekasihnya yang bawel.