
Mira sibuk untuk menjadi dokter di Jakarta.
Fatih juga sibuk menjadi dokter
Nampak ramai sekali sebuah klinik di sebuah tempat yang cukup besar dengan tempat yang begitu strategis. Banyak pasien yang sedang mengantre. Tidak hanya sekali atau dua kali namun klinik ini begitu rame setiap harinya karena banyaknya orang ingin berobat kepadanya.
"Ada keluhan apa?"
begitu ramah memang terdengar setiap pukul 09.00 sampai pukul 21.00. seorang dokter yang sedang melayani pasien nya dengan begitu sabar dan cekatan. tak sedikit pasien yang kembali berobat karena pelayanan yang begitu baik. Ditambah paras cantik sang dokter yang membuat begitu betah.
Waktu tepat pukul 13.00, suara pintu terbuka dan Mira yang dikejutkan oleh kedatangan Fatih yang datang tiba-tiba dengan membopong bunga bewarna merah. Mira beranjak dari tempat duduknya dan menatap Fatih dengan mata berbinar. Fatih senyum dengan gagah dan tampan nya suami ini. Fatih menghampiri Mira dengan berlari kecil karena ia tak ingin memberatkan Mira untuk berjalan. Fatih mendekat dan memeluk sang istri lalu ia mencium keningnya.
"what's surprise sayang?"
Mira menatap kan mata nya ke arah Fatih.
"I Miss you" Fatih membalasnya dengan membisikkan ditelinga Mira.
Mira mengajaknya untuk duduk karena ia ingin menceritakan tentang kesibukan nya hari itu. Fatih mengambilkan segelas susu untuk diminum sang istri. Mira yang sedang makan siang siap memberikan suapan kepada Fatih.
"Hari ini aku sibuk, banyak sekali pasien yang datang untuk berobat."
"Aku senang sekali..." antusias Mira menceritakan itu kepadanya
"Bagaimana dengan kamu sayang?" tanya Mira kepada Fatih.
"Lebih dari bahagia, karena hari ini aku bisa pulang lebih awal" senyumnya
Fatih membiarkan Mira makan dan ia akan segera membersihkan diri nya. Mira yang menikmati makan siang nya, panggilan masuk di handphone Fatih.
'Lia' Mira membacanya. siapakah dia sebenarnya, benak Mira yang mempertanyakan itu kepada dirinya. apakah ini yang dimaksud oleh Bams saat itu. gumam Mira memikirkan itu Mira memberanikan diri untuk mengangkat telepon itu dan menjawabnya.
"Fatih dimana, aku tidak menemukan mu di rumah sakit? Bams bilang kamu sudah pulang. kenapa lebih awal?"
suara Lia didengarkan oleh Mira.
Mira yang tidak menjawab apa apa telepon itu tiba-tiba Fatih datang dan berpikir siapa yang sedang berbicara kepada Mira.
Mira menatap penuh tanda tanya dan memberikan handphone itu kepada Fatih. Fatih melihatnya dan tak lama ia menjawab pertanyaan Lia.
"halo, iya Lia?"
"Nanti dulu, aku sedang dirumah bersama istriku!" tegas Fatih sambil melihat ekspresi apa yang ditunjukkan oleh Mira kepada Fatih.
Fatih menutup telepon dan duduk berada didepan Mira
"Siapa Lia?" tanya Mira tanpa melihat
"Lia, itu teman adik ku?" balas Fatih tanpa bersalah
__ADS_1
"Itu yang dimaksud oleh Bams?"
Fatih berpikir
"Bams, apa ada hubungannya dengan Bams? aku rasa tidak!" pembelaan
Fatih merogoh ponselnya dan menghubungi Bams saat itu juga.
"Apa hubungan kamu dengan Lia? kenapa Mira tiba-tiba bertanya tentang Lia?" ucap Fatih keras dihadapan Mira.
Mira yang sama sekali tidak menghiraukan itu.
"Baik, tunggu saya disana. aku segera datang" tutup Fatih
Fatih mengambil jas nya dan pergi. Mira menanyakan apa yang membuatnya ia pergi.
"kemana?"
"aku balik sebentar ke rumah sakit"
"ada yang penting?"
Fatih mengangguk, Fatih berbalik ke Mira dan mengecupnya.
"Nobody except you" bisik nya
Perjalanan Fatih menuju rumah sakit untuk menemui Bams. Tiba Fatih di cafe itu dan sudah ditunggu oleh Bams beberapa menit yang lalu.
"Dokter...." Bams yang belum selesai menyapa kedatangan Fatih namun ia yang sudah sedikit emosi
"apa maksud kamu Bams. jangan pernah ganggu keluarga saya. kamu sudah berkeluarga, ingat itu! Biarpun Mira mantan kamu tapi itu sudah bukan urusanmu lagi. jangan pernah ganggu lagi sebelum saya bisa melaporkan kamu"
tegas Fatih kepada Bams yang sedang berdiri mendengarkan
"Saya hanya..."
"hanya apa" sela Fatih
"Lantas siapa perempuan itu, Lia. Bukankah Anda punya hubungan Spesial dengannya. jangan pernah anda sekali kali menyakiti Mira!" sahut Bams yang sudah kehilangan sedikit kesabaran
Fatih menjelaskan jika ia belum tau apa yang terjadi sebenarnya, jangan pernah menuduh yang bukan bukan. Fatih mengambil handphone dan menelpon seseorang.
dering bunyi terdengar di telinga Bams. Bams pun berpikir kira kira siapa yang coba ia telepon.
"Saya akan mengirimkan alamat ke kamu. aku tunggu"
"Halo, iya. lagi mau pulang dek, kenapa?"
__ADS_1
Angel sedang menelepon kakak ipar nya itu. Angel menanyakan kepada Mira apakah ia sudah menerima bunga mawar merah itu. Mira mengangkat kepala dan melihat bunga yang telah dibawakan oleh fatih.
"Bunga..." tanya Mira memastikan
"Iya, bunga yang dibawa sama mas Fatih, apa kakak sudah menerima nya"
"Itu Angel yang bantu pilih kak." senyum Angel.
"Jadi, mas Fatih mau buat surprise untuk kakak. ia sangat rindu" sambung Angel
"Ini dari kamu?" tanya Mira antusias menutupi semua masalah nya.
"Bukan, cuma saja mas Fatih hanya minta tolong buat pilih bunga" jelas Angel.
Mira yang tak bergeming karena memikirkan masalah apa lagi yang sedang menimpa nya. Angel menegur sang kakak karena ia tidak bersuara
"kak, kakak baik baik saja!" tanya Angel
"i..iya dek. Kakak baik saja. emmm"
"kenapa kak!"
"Apa boleh kakak tanya?"
Angel memberikan isyarat bahwa dia dipersilahkan untuk bertanya sebanyak banyaknya.
"Lia itu siapa? apa adik kenal?" tanya Mira sedikit cemas
"Lia?" jelas Angel
"iya Lia. teman mas Fatih sepertinya" jawab Mira
"Oh Lia itu?"
Mira mulai penasaran karena Angel merasa kenal dengannya. mira yang merasa tidak puas dengan apa yang diceritakan Angel. Mira akhirnya meminta sang adik untuk datang kerumahnya dan menceritakan semua.
Angel menuruti permintaan kakak nya dan berangkat menuju rumah kakak nya yang tak begitu jauh. hanya butuh waktu 60 menit untuk menuju rumahnya.
ketuk pintu terdengar diluar. Mira yang hendak membuka pintu itu namun mbok nah yang meminta untuk membuka nya. dibuka pintu itu oleh mbok nah dan Angel begitu senang karena mbok nah yang sudah tinggal di Jakarta.
"Mbok apa kabar?" peluk Angel kepada mbok
"Alhamdulillah, mbok baik sekali. senang bertemu dengan kamu lagi nduk yang Ndak lama lagi jadi menantu mbok" goda mbok.
Angel tersenyum dan ia menanyakan dimanakah kakak iparnya berada.bok nah menyuruh Angel untuk masuk ke kamar Mira karena sudah ditunggu.
"Kakak...." sapa Angel antusias
Mira yang begitu senang karena adik nya datang dengan selamat.
__ADS_1