Perfect Idol

Perfect Idol
Bingung


__ADS_3

Hira tak kunjung menjawab pertanyaan Bintang. Bintang yang menunggu jawaban pun hanya menghela nafas panjang sambil kembali bersandar di jok mobilnya.


"Hah ... belum siap juga ngejawabnya?" tanya Bintang.


"Ehm ... itu gua bingung tapi gimana ya ... ah gua gak tau!" teriak Hira sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya lo suka gak sama gua?" "Kalo lo punya sedikit aja rasa ke gua kenapa gak kita coba aja," ucap Bintang meyakinkan Hira.


Hira pun berfikir lagi, dia mencoba memantapkan hatinya. Dia pun menatap Bintang dengan seksama, berharap akan mendapatkan sebuah jawaban apabila menatap orang yang telah menyatakan cinta kepadanya itu.


"Udah puas natapnya?" tanya Bintang sambil mengangkat alisnya.


Hira tidak menjawab pertanyaan Bintang, namun Hira merasakan degup jantungnya semakin melaju kencang saat menatap wajah Bintang.


"Kenapa lo suka sama gua?" tanya Hira penasaran.


Bintang pun sejenak memikirkan kenapa dia bisa menyukai Hira sambil menggaruk kepalanya.


"Hmm ... kenapa ya?" Bintang berfikir keras mengapa dia menyukai Hira.


Beberapa saat kemudian.


"Mungkin karena lo itu aneh terus unik," jawab Bintang sambil tertawa.



Hira merasa tidak puas dengan jawaban Bintang. Hira pun menatap Bintang dengan wajah sedikit cemberut dan mengerutkan dahinya. Bintang yang merasa Hira sangat imut ketika memasang wajah cemberut pun, tak sadar langsung mencubit kedua pipi Hira gemas sambil tersenyum.


"Ah ... sakit tau!" teriak Hira sambil melepaskan cubitan Bintang.


Bintang pun hanya tertawa saat mendengar Hira berteriak marah kepadanya.


"Kasih gua waktu lagi buat mikir, gua gak mau ambil keputusan yang salah," ucap Hira.


"Yah ... digantungin lagi deh." Bintang menghela nafasnya tanda tak puas dengan jawaban dari Hira.


Hira pun pamit dan turun dari mobil Bintang. Tak berapa lama Hira turun, Bintang pun berteriak kepada Hira.


"Gua kasih waktu lo tiga hari ... oke!" teriak Bintang.


Hira pun menyetujui tawaran Bintang dan tersenyum kepadanya.


.


.

__ADS_1


.


***


Keesokan harinya di kampus Kusuma Bangsa.


Pukul 19.32 WIB.


Kelas Hira terasa sepi dan hening karena para mahasiswa dan mahasiswi serius mendengarkan mata kuliah yang diberikan dosen. Tak lama kemudian terdengar lagi keributan yang sama seperti seminggu yang lalu. Dosen-dosen yang mengajar pun hanya menghela nafas pasrah karena memang kejadian seperti ini sering terjadi.


Kali ini bukan Bintang yang dikejar, melainkan Tirta yang terlihat berlari ngos-ngosan menghindari kejaran para fans-nya. Seperti biasa kelas pun menjadi kosong dan hanya beberapa orang yang tersisa.


"Hadeh ... gak Bintang gak Tirta, dua-duanya sama-sama bikin kampus jadi kacau," ucap Hira sambil menepuk jidatnya.


Hira pun keluar kelas karena merasa ingin buang air kecil.


.


.


.


***


Di toilet wanita.


Posisi mereka sangat canggung persis kejadian di Jepang saat Bintang menarik Hira masuk ke kamarnya untuk menghindari orang yang lewat. Namun sekarang yang dihadapan Hira adalah Tirta.


Hira melihat Tirta yang masih ngos-ngosan dan mengeluarkan keringat karena kelelahan akibat kejar-kejar oleh fansnya. Hira sangat terpesona dengan Tirta yang terlihat tampan dan seksi karena berkeringat. Apalagi posisi mereka sangat dekat hanya berjarak satu jengkal.


Ya Tuhan kenapa jantung ini kok gak karuan detaknya, batin Hira sambil menatap wajah Tirta yang masih fokus melihat kearah pintu.


Tak lama kemudian kerumunan fans yang mengejar Tirta pun pergi. Tirta pun menghela nafas lega. Tirta pun kembali melihat ke Hira yang masih tak berkedip sedikit pun menatapnya sedari tadi.


"Hey sadar! Jangan bengong," ucap Tirta sambil melambaikan tangannya ke wajah Hira.


Hira pun tersentak dan sadar dari lamunannya.


"Ah iya maaf," ucap Hira canggung.


Tirta pun tersenyum manis kepada Hira sehingga membuat jantung Hira makin tak karuan detaknya.



Tolong jangan senyum ... please, batin Hira.

__ADS_1


Tak sadar tangan Tirta mulai membelai lembut rambut Hira dan menatap wajah Hira dengan tatapan lembut. Hira yang tak tahu harus berbuat apa pun hanya terdiam kaku bagai patung. Lama kelamaan Tirta pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hira. Terlihat bahwa Tirta ingin mencium bibir Hira. Tatapan mata Tirta sejenak membius Hira, hampir saja Tirta mendaratkan ciumannya dibibir Hira namun dengan cepat Hira menampik bibir Tirta dengan tangannya.


"M-mau ngapain?" tanya Hira dengan gugupnya.


"Hahh...!" Tirta hanya menghela nafasnya sambil tersenyum.


"Sorry gua kebawa suasana tadi," ucap Tirta.


"Maksudnya gimana?" tanya Hira dengan nada sedikit meninggi.


Tirta tidak menanggapi pertanyaan Hira.


"Yuk keluar kayaknya udah aman," ajak Tirta sambil berjalan lebih dulu di depan Hira.


Hira masih merasa canggung dengan kejadian yang dialaminya barusan. Sekujur tubuhnya masih terasa panas dingin akibat perlakuan Tirta kepadanya tadi.


.


.


.


***


Sepulang dari kampus.


Di kostan Hira.


Hira masih memikirkan serentetan kejadian yang dialaminya baru-baru ini. Mulai dari Jerry yang mengungkapkan perasaannya waktu itu walaupun ditanggapinya dengan marah-marah. Bintang yang menyatakan perasaannya dan ingin meminta jawaban atas perasaannya dalam 3 hari. Terakhir, Tirta yang tiba-tiba ingin menciumnya tapi tak memberikan penjelasan apapun.


Hira merasa sangat bingung dan galau karena hal-hal tersebut. Dia pun mengacak-acak rambutnya dan berguling-guling dikasurnya.


"Ah gak tau lah pusing!" teriak Hira kencang.


.


.


.


***


^wah kalo reader adalah Hira, gimana ya bingung gak tuh? Reader yg cewek loh yg dimaksud 😁😁😁^


Ditunggu ya kelanjutan episodenya jangan bosan untuk memberikan like, komen, votenya agar author lebih semangat menulis. Yang belum klik favorit langsung klik dan yg belum kasih rating bintang 5 langsung cuss yuk... Tararengkyu 😘😘

__ADS_1


^GOMAWO^


Next Episode>>


__ADS_2