
Tiga hari setelah serentetan kejadian kemarin, para member "Number One" pun menghadiri sebuah acara penghargaan bergengsi tahunan yaitu "Best Award". Penghargaan tersebut dihadiri oleh banyak artis dan penyanyi papan atas dunia. Acara itu selalu diadakan di negara yang berbeda setiap tahunnya, namun tahun ini diadakan di kota Seoul, Korea Selatan.
Malam penghargaan "Best Award".
Kelima member "Number One" terlihat tampan dengan balutan jas branded yang mereka gunakan. Banyak mata yang tertuju kepada mereka karena hanya merekalah satu-satunya grup idola lelaki terkenal dunia yang berasal dari Indonesia. Paras mereka yang sangat menawan mampu menyihir para artis wanita senior maupun junior yang datang di acara tersebut.
.
.
.
***
Disisi lain Fani dan Hira pun menonton live streaming acara penghargaan tersebut lewat ponsel Fani. Malam itu Fani menginap di kontrakan Hira.
"Ya Ampun, Ra ... kapan ya gua bisa ketemu langsung sama mereka? Apa lagi sama Marcel idola gua." Wajah Fani terlihat sangat berharap dan cemberut.
"Kan waktu itu udah ketemu Bintang," ucap Hira.
"Iya tapi kan gak jelas loh, mana gua kayak orang oon waktu itu, Ra ... malu gua!" teriak Fani.
"Lo mau ketemu sama mereka? Gampang sih," tanya Hira.
"Beneran Ra lo mau nemuin gua sama mereka!" teriak Fani antusias.
Hira hendak mengiyakan permintaan Fani, namun ia teringat akan kejadian yang berhubungan dengan Bintang, Tirta dan Jerry. Hira pun langsung mengurungkan niatnya untuk mempertemukan Fani dengan member "Number One". Apalagi Hira belum menjawab pertanyaan Bintang perihal untuk menjadi pacarnya.
"Hm ... gua bercanda doang, mana mungkin gua bisa nemuin mereka dengan lo haha," ucap Hira ngeles.
"Hiraaa ... huh PHP!" teriak Fani kecewa.
Mereka pun berlanjut menonton siaran langsung penghargaan yang dihadiri oleh "Number One". Tidak disadari oleh Hira ternyata dia telah terhipnotis melihat ketampanan dan kharisma para member "Number One" yang tampil menyanyikan sebuah lagu yang mellow di acara penghargaan tersebut.
Lima belas menit kemudian, Hira pun mendapatkan sebuah pesan di ponselnya. Ternyata pesan itu berasal dari Bintang.
Chat on.
Bintang : Lagi apa?
Hira : Lagi nonton acara penghargaan yang lo hadirin.
Bintang : Gimana gua ganteng kan dibanding Tirta sama Jerry? 😁
Hira : Ih kepedean banget 😒
Bintang : Hahaha iya dong harus PD... Hm gimana?
Hira : Gimana apanya?
__ADS_1
Bintang : Jawabannya?
Hira : Tau ah tunggu lo pulang aja deh!
Bintang : Oke! Tunggu gua pulang.
Chat off.
Hira tak menyangka bahwa Bintang akan mengingat hal tersebut dan masih meminta jawaban. Padahal saat ini Bintang sedang sibuk menghadiri acara penting.
Tuh orang sempet-sempetnya nanyain jawaban, gua kira bakal lupa ... hadeh, batin Hira.
.
.
.
***
Keesokan lusanya di agensi "Smart Entertainment".
Kelima member "Number One" sedang duduk di ruangan CEO. Pak Agung selaku CEO agensi memberikan ucapan selamat kepada mereka karena telah menyabet tiga penghargaan sekaligus di acara "Best Award" kemarin lusa. Dengan kemenangan "Number One" tersebut, Pak Agung pun memberikan kesempatan bagi para member untuk liburan di tempat yang mereka inginkan selama satu minggu penuh.
"Kalian ingin liburan kemana?" tanya Pak CEO Agung.
"Saya ingin ke Hawaii Pak!" Teriak Jerry.
Bintang, Tirta dan Marcel hanya diam saja karena bingung.
Karena banyak dari mereka yang bingung, maka Pak Agung memutuskan mereka untuk liburan ke Maldives Maladewa.
Mereka semua pun setuju dengan usulan Pak Agung tersebut. Tapi Bintang mengajukan sebuah permintaan kepada Pak Agung.
"Pak ... gimana kalau kita ajak seorang penerjemah pribadi?" usul Bintang.
Wajah Tirta dan Jerry langsung terlihat sumringah, mungkin mereka memang satu pemikiran.
"Saya setuju Pak!" teriak Jerry.
"Menurut saya itu ide yang bagus Pak, kalau kita hanya mengandalkan tour guide pastinya mereka tidak stand by selama 24 jam tapi kalau kita membawa penerjemah pribadi pastinya akan memudahkan kami Pak," jelas Tirta memberikan alasan yang sebenarnya tidak terlalu penting karena masa ada orang mau nemenin selama 24 jam (emangnya orang yang dimaksud bisa bahasa Maladewa?).
Marcel dan Dean hanya saling menatap karena bingung mau berkomentar apa.
Pak Agung pun berfikir sejenak, namun karena permintaan itu datang dari mulut anaknya akhirnya dia menyetujui hal tersebut.
"Apa kalian sudah punya seseorang yang akan menjadi penerjemah pribadi kalian?" tanya Pak Agung.
"Sudah Pak!" jawab Bintang, Tirta dan Jerry kompak.
Marcel dan Dean hanya saling menatap lagi karena bingung.
__ADS_1
.
.
.
***
Keesokan harinya Bintang, Tirta dan Jerry pun kompak datang ke toko roti tempat Hira bekerja dengan tujuan untuk mengajaknya liburan.
"Halo Hira apa kabar?" sapa Tirta dengan senyuman khasnya yang membuat lesung pipinya terlihat.
"Kak Hira apa kabar?" tanya Jerry dengan girangnya.
Bintang hanya menatap Hira sambil tersenyum smirk kepadanya.
Hira merasa ada hal yang tidak beres karena tiba-tiba tiga orang idol terkenal dunia datang ke toko roti kecil tempat ia bekerja dan menyapanya. Sedangkan Fani seakan hampir kehilangan nafasnya karena melihat ketiga cowok tampan itu.
"Mau ngapain kesini bertigaan?" tanya Hira heran.
"Kita liburan yuk ke Maldives," jawab Bintang santai.
"Hah? liburan? ke Maldives? gua gak salah denger?" tanya Hira heran setengah mati.
"Gak salah ... kuping lo masih normal kok," jawab Tirta.
"Kita liburan loh Kak! ke Maldives!" teriak Jerry antusias.
Hira masih terlihat tidak percaya karena baginya sangatlah aneh tiba-tiba 3 orang idol terkenal mengajaknya liburan. Namun setelah mendengar penjelasan mereka Hira pun percaya.
"Hm ... oke gua setuju tapi dengan syarat gua ngajak temen gua Fani!" ucap Hira tegas sambil menunjuk Fani yang berdiri di samping Hira.
Mereka bertiga pun saling menatap satu sama lain dan saling memberi kode.
"Setuju!" teriak Bintang, Tirta, dan Jerry.
"Ehh ... ta-tapi ..." ucap Fani agak terbata-bata.
Hira pun merangkul erat sahabatnya itu dan memberi kode dengan memelototi Fani sehingga Fani pun pasrah.
.
.
.
***
^Asik yang diajak liburan gratis 😁😁^
__ADS_1