Perfect Idol

Perfect Idol
Hal mengejutkan


__ADS_3

Jerry terlihat bosan karena seharian hanya memainkan game di ponselnya. Hari itu dari pagi hingga siang, dia hanya di rumah seharian karena pertemuan dengan kolega bisnis ayahnya dilakukan malam nanti.


Saat masih fokus memainkan game di ponselnya, tiba-tiba muncullah hantu anak laki-laki yang melayang dengan posisi terbalik didepan wajahnya.


"Astaga! Bikin kaget aja lo ini!" pekik Jerry yang reflek langsung melempar ponselnya.


Hantu anak laki-laki itu pun duduk disebelah kanan Jerry dengan wajah yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu.


"Mau ngomong apa? Jangan diem aja kayak gitu," tanya Jerry.


Setiap Jerry pulang ke rumahnya, memang sering kali dia bertemu dengan hantu anak laki-laki itu. Tapi hantu anak laki-laki itu memanglah jarang berbicara.


"Tolongin seseorang bisa, kan?" pinta hantu anak laki-laki itu.


"Tolongin orang? Maksudnya gimana?" tanya Jerry bingung.


Hantu anak laki-laki itu tidak menjawab, dia hanya beranjak pergi sambil memberikan kode agar Jerry mengikutinya. Jerry yang mengerti pun mengikuti hantu anak laki-laki itu.


***


Sesampainya di lantai bawah, hantu anak laki-laki itu berhenti di dekat tembok yang terdapat beberapa kunci mobil menggantung. Dia pun menunjuk kearah kunci mobil itu seakan memberitahu bahwa mereka harus menggunakan mobil.


"Ada apa, Nak? Kok berdiri disitu?" tanya Nyonya Juwita.


Jerry yang terkejut pun langsung menoleh kearah ibunya itu.


"Ah! Gak, Bu ... itu Jerry mau keluar sebentar bawa mobil, mau jalan-jalan soalnya bosen di rumah seharian," jawab Jerry dengan memberikan sebuah alasan yang spontan terlintas dibenaknya.


"Oke ... hati-hati ya, Nak ... jangan terlalu lama karena nanti malam kamu harus ikut ayahmu menemui kolega bisnisnya," ucap Nyonya Juwita.


"Siap, Bu!" sahut Jerry sembari memeluk ibunya itu.


.


.


.


***


Perjalanan menuju tempat yang dimaksud oleh hantu anak laki-laki itu ternyata tidak terlalu jauh. Jerry pun menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang sebuah rumah yang kelihatan cukup besar.


"Terus gua harus nyelametin siapa dan ngapain?" tanya Jerry yang masih bingung.


Hantu anak laki-laki itu menunjuk gerbang rumah itu seakan meminta Jerry untuk segera membukanya. Jerry pun turun dari mobil dan mencoba membuka gerbang rumah itu.


"Eh ... gak dikunci," gumam Jerry.


Dengan mudah, Jerry membuka pintu gerbang itu karena pemilik rumah tidak mengunci gerbangnya. Hantu anak laki-laki itu pun memberitahukan bahwa gadis yang berada di balkon atas itu yang harus diselamatkan. Jerry pun melihat ke arah balkon dan berteriak.

__ADS_1


"Turun, tunggu di depan pintu utama," ucap Jerry.


"Iya," jawab gadis itu.


Jerry pun berlari menuju pintu utama dan berusaha mendobrak pintu. Namun pintu tetap terkunci dan tidak bisa terbuka. Jerry merasa tenaganya terbuang sia-sia karena lelah.


"Bagaimana, Kak?" tanya gadis itu dari dalam rumah.


Jerry pun sejenak berpikir dan menggaruk tengkuknya.


"Di dalam gak ada tali buat kamu turun dari atas balkon?" tanya Jerry.


"Nggak tahu, Kak ... cepetan terburu yang punya rumah datang," ucap gadis itu semakin panik.


"Keluar lewat jendela bisa, gak?" tanya Jerry lagi.


"Nggak bisa, Kak ... semua jendelanya ada besi yang menutupi," jawab gadis itu.


Lalu gadis itu membuka jendela dekat pintu utama.


"Oke sebentar kamu tunggu ya, aku ambil tali di mobilku nanti aku kasih ke kamu lewat jendela ini," ucap Jerry sembari melangkahkan kaki menuju mobil.


Dengan cepat Jerry mengambilkan tali itu dan langsung memberikan kepada gadis itu.


"Kamu turun dari balkon pakai tali ini, ikat yang kuat, aku jagain dari bawah," ucapnya.


Gadis itu pun menuruti perintah Jerry, dengan segera gadis itu kembali lari ke lantai atas menuju balkon. Jerry pun bergegas menuju bawah balkon untuk berjaga.


Gadis itu terlihat takut untuk turun. Jerry pun menengadahkan tangannya dan menganggukan kepalanya agar gadis itu tidak perlu takut, karena Jerry sudah siap menangkapnya jika sewaktu-waktu gadis itu terjatuh. Akhirnya gadis itu pun dengan perlahan menuruni tali itu.



Akhirnya gadis itu sampai di bawah dengan selamat. Gadis itu terus menatap wajah Jerry yang tampan. Jerry yang merasa ditatap oleh gadis itu pun berbalik menatap kearah gadis yang sudah merona merah wajahnya. Jerry berusaha menahan tawanya dan menggandeng gadis itu menuju ke mobilnya.


Jerry melajukan mobilnya dan fokus menyetir. Namun gadis itu masih saja menatap kearah Jerry dengan lekat seperti sedang mengingat sesuatu.


"Kenapa? Ganteng, ya?" celetuk Jerry.


Wajah gadis itu pun merona merah seperti tomat.


"Rumah kamu di mana?" tanya Jerry.


Gadis itu memberitahukan alamatnya dan dengan cepat Jerry melajukan mobilnya.


"Kayaknya kita pernah ketemu, Kak? Tapi sebelum kakak jadi artis terkenal kayak sekarang," ujar gadis itu.


"Eh ... jadi kamu sadar kalo aku artis?" tanya Jerry sambil masih fokus menyetir.


Gadis itu hanya mengangguk dan tiba-tiba bicara sesuatu kepada Jerry.

__ADS_1


"Kakak lihat ada dua hantu yang duduk di kursi belakang?" tanya gadis itu.


Jerry pun langsung memberhentikan mobilnya di bahu jalan.


"Kamu bisa lihat juga? Aku kira cuma aku yang lihat ... mana nambah satu lagi hantunya," ucap Jerry sambil garuk-garuk kepala.


"He-he ... kenalin hantu yang cewek namanya Esteh eh Esther," ujar gadis itu.


"Pfftt ... Esteh? Kamu haus, ya?" tanya Jerry sembari menahan tawanya.


Tiba-tiba hantu wanita yang bernama Esther itu pun menyahut.


"Namaku Esther lah bukan Esteh," protes hantu wanita itu.


Mereka pun tertawa bersama karena perihal nama hantu yang diplesetkan itu.


"Kita dulu pernah bertemu pas aku umur delapan tahun di taman kanak-kanak, Kak ... kalo gak salah kakak masih umur sepuluh tahun," ujar gadis itu.


Jerry pun berusaha mengingat kejadian yang sudah berlalu tujuh tahun yang lalu itu. Akhirnya dia mengingatnya tapi dia lupa nama gadis itu, yang dia ingat hanya sebuah kalimat pertanyaan. Apa aku berbeda? yang dilontarkan oleh gadis itu tujuh tahun yang lalu. Seperti judul novel yang ditulis oleh Lina Agustin.


"Ah aku ingat! Tapi aku lupa siapa namamu," ujar Jerry.


"Namaku Keyla, Kak...." ucap gadis itu.


"Oke, Keyla ... aku Jerry."


Jerry menyodorkan tangannya kepada Keyla tanda perkenalan yang kedua kalinya.


"Aku berterimakasih banget, Kak ... karena ditolong kakak, aku jadi bisa kabur dari rumah penculik itu," ucap Keyla.


Jerry hanya tersenyum dan mulai menghidupkan mesin mobilnya kembali.


"Terimakasih juga buat kembaran kakak ... sudah mau menolongku dengan memberitahu kakak," ucap Keyla lagi.


Jerry yang terkaget pun langsung mematikan lagi mesin mobilnya.


"Hah? Kembaran? Maksudnya apa?!" tanya Jerry heran.


"Bukannya hantu anak laki-laki itu kembaran kakak, ya?" ujar Keyla sambil menunjuk hantu anak laki-laki yang duduk di kursi belakang.


Jerry pun langsung menatap hantu anak laki-laki itu dengan tajam. Kembaran? Kapan Jerry punya kembaran? Dia hanya tau kalau dia adalah anak tunggal dan tidak punya saudara, apalagi kembaran.


.


.


.


***

__ADS_1


Next episode comming soon 😁👍


__ADS_2