
Hari terakhir mereka syuting berlokasi di gurun pasir yang ada di Dubai. Syuting di gurun pasir diadakan dua sesi, yaitu sesi siang dan malam hari. Kali ini mereka berlima lah yang akan syuting. Saat sesi siang, mereka berlima akan mengendarai sebuah mobil yang melintas di gurun pasir.
"Jadi Marcel yang akan mengemudi, lalu Bintang di samping Marcel dan yang lainnya duduk di kursi belakang," ucap sutradara mengatur posisi masing-masing member.
Mereka berlima pun memulai take satu. Marcel mulai menghidupkan mesin mobil dan melajukannya diatas gurun pasir. Pengambilan gambar yang pertama cukup bagus. Namun sutradara menginginkan untuk take beberapa kali lagi agar hasilnya lebih memuaskan.
"Oke! Cut! Bagus!" teriak sutradara.
Para kru terlihat sangat senang karena mereka melakukan kerja bagus.
"Oke! Kita akan melanjutkan syuting nanti malam ... ada sekitar tiga jam sebelum malam dan kalian semua bisa istirahat atau jalan-jalan," ucap sutradara.
.
.
.
***
Bintang nampak menghampiri Hira dan tersenyum kepadanya. Hira pun membalas senyuman Bintang. Marcel yang melihat hal itu pun langsung menyeret Tirta untuk mengikuti Bintang yang sedang menghampiri Hira.
"Kenapa lo nyeret gua, Kak?!" protes Tirta.
"Jangan sampe mereka keliatan bucin, nanti jadi gosip," bisik Marcel.
Marcel pun berlari dan berteriak-teriak memanggil nama Hira.
"Hira! Kepanasan gak?!"
Tirta yang melihat hal itu pun hanya geleng-geleng kepala.
Marcel langsung merangkul Bintang yang masih terbengong karena mendengar teriakkan Marcel.
"Ngapain sih, Kak!" protes Bintang.
"Kalo mau ngebucin jangan di lokasi syuting, cari tempat laen," bisik Marcel.
Bintang tidak dapat protes dan berjalan mengikuti Marcel yang masih merangkulnya dengan paksa. Hira yang melihat hal itu hanya tersenyum karena tingkah aneh dan konyol mereka.
.
.
.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Akhirnya mereka pun melanjutkan proses syuting. Kali ini para member pun diminta berpakaian ala pria Timur Tengah. Tempat syuting pun sudah disediakan oleh kru.
Kali ini mereka tidak syuting berlima saja. Namun banyak kru dan beberapa orang yang sedang melakukan desert safari (wisata gurun pasir) di tempat itu pun diminta untuk ikut andil. Para wisatawan dari mancanegara itu sungguh senang saat diajak untuk syuting dengan member Number One.
Hira pun diminta untuk ikut andil didalam videoklip itu.
"Ayo Kak, ikut syuting," ajak Cleo.
Semenjak kejadian kemarin, sepertinya Cleo tidak lagi membenci Hira dan mereka mulai berteman. Dia pun memutuskan untuk tidak mengganggu hubungan Bintang dan Hira lagi.
__ADS_1
Hira yang sama sekali belum pernah syuting pun merasa canggung dan bingung. Namun karena suasana yang begitu ramai dan mereka menari bersama, dia pun akhirnya bisa menikmatinya.
***
Proses syuting pun akhirnya selesai. Para member Number One pun melihat hasil video yang baru saja direkam tadi. Hira dan Cleo pun ikut melihat.
"Lagu ini sedih dan judulnya aja Love Sick tapi kok ujungnya ada adegan menari bersamanya?" tanya Hira kepada Pak sutradara.
"Pesan lagu ini bukan hanya sedih saja tapi menggambarkan persahabatan bagi para membernya, walaupun kadang antara sahabat menyukai seseorang yang sama. Mereka tetaplah sahabat dan gak akan merubah apapun," jawab sutradara itu.
Hira hanya mengangguk berusaha memahami penjelasan dari sang sutradara.
"Bener kan, Bin?" tanya Pak sutradara.
"E-eh ... iya, Pak," jawab Bintang.
Mereka pun tertawa bersama saat melihat Bintang yang nampaknya kaget dengan pertanyaan tiba-tiba dari sang sutradara.
Bener kan firasat gua ... Bintang sengaja ciptain lagu ini buat gua, karena dia tau kalo gua suka juga sama Hira. Tapi gua maafin deh karena dia masih anggap gua sebagai sahabatnya, batin Tirta.
Tirta pun merangkul Bintang yang berada di sebelahnya dengan kuat sehingga Bintang pun merasa kesakitan. Mereka yang melihat Bintang dan Tirta pun hanya tertawa.
.
.
.
***
Dusit Thani Dubai Hotel.
Drrt-drrt-drrt!
Baru saja sampai di lobby hotel, terdengar suara getaran ponsel berasal dari saku celana Jerry. Lagi-lagi "Big Boss" yang memanggil. Jerry terlihat malas sekali mengangkat telepon itu tapi akhirnya dia pun mengangkatnya juga.
In call.
"Halo? Ada apa?"
"Kenapa dari tadi kamu susah ditelepon? Kamu dimana sekarang?"
"Aku tadi syuting di gurun pasir jadi susah sinyal dan baru aja sampe di hotel."
"Kamu nginap di hotel apa? Ayah sekarang kebetulan ada di Dubai karena ada urusan bisnis."
"Aku nginap di hotel Dusit Thani."
"Nanti kamu ayah jemput ... besok pagi kamu pulang ke Indonesia sama ayah, jadi kamu nginap di hotel yang sama dengan ayah."
"Iya."
Tut!
End call.
Ternyata "Big Boss" adalah ayah Jerry. Jerry terlihat sangat frustasi dan kesal. Dia pun berjalan menuju kamarnya dengan wajah yang ditekuk.
***
Sesampainya di kamar, Jerry pun langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur. Dean yang baru selesai mandi pun heran melihat Jerry.
__ADS_1
"Kenapa lagi?" tanya Dean.
"Bokap ada di Dubai," jawab Jerry.
"Perasaan kemaren malem pas nelpon lo, dia masih di Indonesia ... cepet banget," ujar Dean heran.
"Dia emang gitu," sahut Jerry.
"Namanya juga pebisnis yang super sibuk dan super kaya," gurau Dean sembari masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Udah deh, Kak!" protes Jerry.
Jerry sepertinya malas untuk membahas tentang ayahnya itu. Dean hanya tersenyum melihat Jerry yang terlihat begitu kesal.
"Jangan takut tidur sendiri ... gua bentar lagi dijemput," kata Jerry sembari bangun dari kasur.
"Segitunya ... lagian besok kan kita juga pulang," ujar Dean heran.
"Dia mau gua pulang bareng dia."
Jerry terlihat sibuk memasukkan baju yang ada didalam lemari kedalam kopernya.
***
Tok-tok-tok!
Sekitar lima belas menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Dean pun beranjak membuka pintu kamarnya karena Jerry masih sibuk menyusun barang-barangnya untuk dimasukkan kedalam koper.
Baru saja membuka pintu, Dean sudah dikagetkan oleh dua orang berjas bertubuh kekar yang berdiri di depan pintu.
"Maaf ... apa benar ini kamar Tuan Jerry?" tanya salah satu pria itu.
"I-iya ... tunggu bentar," jawab Dean sembari menutup pintu kamarnya lagi.
Dean pun berlari kearah Jerry.
"Itu bodyguard kok serem kayak debt collector," ujar Dean.
Jerry menghela nafasnya. "Gua kira dia mau jemput gua sendiri. Eh ... lagi-lagi dia kirim bodyguard buat jemput gua."
Jerry terlihat kecewa karena bukan ayahnya yang langsung menjemput dirinya.
"Gua cabut duluan, ya ... salam sama anak-anak, Kak!"
Jerry berjalan menuju pintu kamarnya dan berjalan menuju lobby hotel dengan dikawal oleh delapan orang bodyguard kiriman ayahnya.
"Dia gak ikut?" tanya Jerry kepada salah satu bodyguard itu.
"Tuan besar menunggu di dalam mobil, Tuan muda," jawab bodyguard itu.
.
.
.
***
^Siapa Jerry sebenarnya ya?🤔^
Next episode comming soon 😁👍
__ADS_1